<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825</id><updated>2012-01-31T00:42:12.506+07:00</updated><category term='olah raga'/><category term='lain-lain'/><category term='musik'/><category term='media'/><category term='film'/><category term='novel'/><category term='TVRI'/><category term='komik'/><category term='peristiwa'/><category term='tragedi'/><category term='tokoh'/><category term='trend'/><title type='text'>dekade80</title><subtitle type='html'>bernostalgia dengan peristiwa, trend, fenomena dan kisah di tahun 80-an</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>70</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-944024969145167702</id><published>2010-07-06T12:19:00.005+07:00</published><updated>2010-07-06T12:26:16.980+07:00</updated><title type='text'>THIS BLOG FOR SALE</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/TDK-Mbg7fKI/AAAAAAAAAT0/mw4lMxdtqCY/s1600/images.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 133px; height: 135px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/TDK-Mbg7fKI/AAAAAAAAAT0/mw4lMxdtqCY/s400/images.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5490660016471637154" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-944024969145167702?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/944024969145167702/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=944024969145167702&amp;isPopup=true' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/944024969145167702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/944024969145167702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2010/07/for-sale.html' title='THIS BLOG FOR SALE'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/TDK-Mbg7fKI/AAAAAAAAAT0/mw4lMxdtqCY/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-8109019011762966914</id><published>2009-06-04T09:09:00.004+07:00</published><updated>2009-06-05T10:04:56.043+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lain-lain'/><title type='text'>Penataran P4 dan Manusia Pancasilais?</title><content type='html'>Lihatlah mereka yang berada di dalam ruangan itu. Mereka yang duduk rapi, berseragam dan mendengarkan seseorang yang, dia berbicara berapi-api, tentang akhlak dan moral, tentang baik dan buruk, tentang nasionalisme dan setumpuk tebal buku berada di depannya. Sementara orang-orang yang mendengarkan sesekali bertanya, atau membuat catatan kecil tentang sesuatu dan ini itu. Mereka tidak boleh bosan sebab hari masih panjang. Sebab mereka sedang mengikuti Penataran P4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai di akhir pemerintahan Orde Baru, setiap kali penerimaan siswa baru, dari SD sampai perguruan tinggi, apalagi bagi calon pegawai negeri, ada menu wajib yang harus dilalui. Yaitu penataran P4. Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila sebagaimana dirumuskan dalam TAP MPR No.II/1978. Ada penataran P4 pola 10 jam sampai 100 jam. Jadwalnya ketat, berlangsung selama 15 hari sejak jam 8 pagi hingga 6 petang. Sekali absen, sudah dianggap gugur dan harus mulai dari awal. Lupa tidak membubuhkan tandatangan dalam buku absen pun, meski orangnya hadir, akan mendapat teguran tertulis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Materi penataran ini paling tidak merupakan penyampaian pengetahuan mengenai P4, UUD  45 dan GBHN. Juga kebijakan pemerintahan. Atau keberhasilan pembangunan pemerintahan Orde Baru dan bahaya laten komunisme di Indonesia. Atau sudahkah peserta penataran menghafalkan menghafalkan 36 butir Pancasila sekaligus mengamalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pemerintah penataran P4 bisa disebut sebagai semacam ‘opstib mental’, semacam persuasi. Sistim demokrasi selalu mengenal persuasion dan coercion, bujukan dan paksaan, yang merupakan dua sayap dari satu ide. Dan penataran P4 inilah merupakan persuasionnya. Dan setelah ditatar, orang jadi lebih tahu tentang Pancasila sudah sesuai dengan Pancasila atau belum selama tindakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penataran P4 baru bisa disebut berhasil bila setelah ditatar, tingkah-laku peserta sehari-hari sudah satu dalam kata dan perbuatan. Juga membentuk manusia Indonesia yang Pancasilais. Apa itu manusia Pancasilais? Pancasilais itu setidaknya beriktikad baik, disiplin, sadar memperbaiki nasib rakyat. Pokoknya republikein. Juga penataran P4 bisa mendidik ‘menghormati pendapat orang lain, berusaha mengerti tanpa melukai hati. Dan sabar.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sudah mengikuti Penataran P4 apalagi menyandang predikat ‘manggala’, kesempurnaan hidup sebagai warga negara yang hidup di bumi Pancasila tercapai. Dan, itu berarti pula tiket untuk menduduki jabatan "basah" di instansi pemerintah. Tak soal apakah sudah mengamalkan butir-butir Pancasila atau belum dalam hidupnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-8109019011762966914?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/8109019011762966914/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=8109019011762966914&amp;isPopup=true' title='117 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8109019011762966914'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8109019011762966914'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/06/penataran-p4-dan-manusia-pancasilais.html' title='Penataran P4 dan Manusia Pancasilais?'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><thr:total>117</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-4387790280321083393</id><published>2009-05-19T12:10:00.003+07:00</published><updated>2009-05-19T12:18:14.836+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>Soeharto, The Smiling General</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ShJBC6ESx9I/AAAAAAAAATM/cV_42I6dUJA/s1600-h/Soeharto.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 310px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ShJBC6ESx9I/AAAAAAAAATM/cV_42I6dUJA/s400/Soeharto.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5337400026590267346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1980 adalah masa keemasan Presiden Soeharto penguasa Orde Baru yang memimpin Indonesia selama 32 tahun. Soeharto lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 Juni 1921 – wafat di Jakarta, 27 Januari 2008 dalam umur 86 tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum menjadi presiden, Soeharto adalah pemimpin militer pada masa pendudukan Jepang dan Belanda, dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal. Di tahun 1949 dia berpangkat Letnan Jendral , Soeharto memimpin pasukan TNI melancarkan serangan menguasai kota Yogya selama 6 jam dalam Serangan Umum 1 Maret. Tahun 1965 setelah meletus Gerakan 30 September, dengan bekal Supersemar, Soeharto menyatakan bahwa PKI adalah pihak yang bertanggung jawab dan memimpin operasi untuk menumpasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto kemudian mengambil alih kekuasaan dari Soekarno, dan resmi menjadi presiden pada tahun 1968 setelah dalam Sidang Istimewa MPR menolak pertanggungjawaban Soekarno. Melalui mesin politiknya yakni Golkar, ia dipilih kembali oleh MPR pada tahun 1973, 1978, 1983, 1988, 1993, dan 1998. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas nama stabilitas politik, Soeharto memerintah dengan tangan besi. Atas nama pembangunan, orang-orang yang berseberangan dengannya dia berangus. Demikian pula pihak-pihak yang berpotensi menjadi lawan politiknya dia bonsai. Dia juga menempatkan keluarga dan kroni-kroninya di semua lembaga strategis mulai dari jajaran menteri hingga anggota MPR, sehingga praktis seluruh pemerintahan di bawah kendalinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kini banyak tragedi dan kasus-kasus pelanggaran HAM yang terjadi di masa pemerintahannya belum terpecahkan seperti &lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2009/03/tragedi-tanjung-priok-air-mata-tumpah.html"&gt;Peristiwa Tanjungpriok&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2009/05/petrus-penembakan-misterius.html"&gt;penembakan misterius&lt;/a&gt;, &lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2009/03/peristiwa-lampung-api-di-talangsari.html"&gt;Peristiwa Lampung&lt;/a&gt;, maupun insiden Santa Cruz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, harus diakui masa-masa pemerintahannya juga mencatat sejumlah prestasi. Dia berhasil membenahi perekonomian warisan Orde Lama untuk mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi sehingga sempat Indonesia bersama sejumlah negara berkembang dijuluki sebagai Macan Asia. Dia juga berhasil mengurangi jumlah penduduk miskin di Indonesia, memberantas buta huruf melalui wajib belajar, memerbaiki gizi masyarakat melalui program Upaya Perbaikan Gizi Keluarga. Soeharto juga memperoleh penghargaan dari FAO setelah Indonesia mencapai &lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2008/11/swasembada-beras.html"&gt;swasembada beras&lt;/a&gt;. Di kancah percaturan internasional Soeharto juga disegani melalui perannya di Gerakan Non-Blok maupun perannya sebagai mediator di berbagai konflik-konflik bersenjata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1998, sebagai dampak dari krisis ekonomi global yang juga melanda Indonesia masa jabatannya berakhir setelah mengundurkan diri pada tanggal 21 Mei tahun tersebut, menyusul terjadinya Kerusuhan Mei 1998 dan pendudukan gedung DPR/MPR oleh ribuan mahasiswa. Soeharto kemudian digantikan oleh B.J. Habibie. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soeharto menikah dengan Siti Hartinah dan dikaruniai enam anak, yaitu Siti Hardijanti Rukmana, Sigit Harjojudanto, Bambang Trihatmodjo, Siti Hediati Hariyadi, Hutomo Mandala Putra, dan Siti Hutami Endang Adiningsih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga akhir hayatnya, Soeharto tetap mewariskan sejumlah kontroversi, termasuk di manakah rakyat Indonesia akan menempatkan dirinya. Sebagai pahlawan yang telah membawa Indonesia mencapai kemajuan, ataukah sebagai penjahat karena keterlibatannya atas sejumlah kasus berdarah, hingga dia yang membawa Indonesia berkubang dalam hutang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-4387790280321083393?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/4387790280321083393/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=4387790280321083393&amp;isPopup=true' title='61 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/4387790280321083393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/4387790280321083393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/05/soeharto-smiling-general.html' title='Soeharto, The Smiling General'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ShJBC6ESx9I/AAAAAAAAATM/cV_42I6dUJA/s72-c/Soeharto.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>61</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-8324210347391738536</id><published>2009-05-16T08:01:00.002+07:00</published><updated>2009-05-16T08:08:38.665+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komik'/><title type='text'>Jan Mintaraga dan Komik-Komik Roman Jakarta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sg4Q9UOf7OI/AAAAAAAAATE/B1j3x4rfG44/s1600-h/jan.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 289px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sg4Q9UOf7OI/AAAAAAAAATE/B1j3x4rfG44/s400/jan.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5336221254068202722" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Konon dalam belantika komik Indonesia di tahun 70–80-an dikenal tiga komikus besar yang karyanya akan tetap dikenal sepanjang masa. Mereka adalah Hans Jaladara dengan master piece-nya Panji Tengkorak yang disebut-sebut oleh sastrawan Seno Gumira Ajidarma sebagai ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;bukanlah sebuah komik silat melainkan sebuah drama cinta yang tragis&lt;/span&gt;’. Lalu ada Ganes Th dengan Si Buta dari Gua Hantu yang terus melegenda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir adalah Jan Mintaraga. Berbeda dengan rekan-rekannya yang banyak bercerita tentang rimba persilatan, Jan Mintaraga mencoba melawan arus dengan bercerita tentang roman metropolitan, orang menyebutnya komik-komik roman Jakarta. Tentang kehidupan anak-anak orang kaya dengan segala problema cintanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karya Jan begitu berpengaruh berkat karakter tokoh-tokohnya yang kuat. Dia selalu menampilkan tookohnya dengan karakter rambut  gondrong,  acuh dan agak sinis. Celananya jin belel sepatu kets. Rokok terselip di bibirnya dan menggelantung jaket di pundak. Pada  tokoh gadisnya goresan Jan Mintaraga selalu digambarkan dengan bentuk mata indah dan besar. Sedangan dandanan rambutnya sangat anggun. Jan juga mengerjakan detail-detail kecil pada latar belakang, seperti pada bangunan, interior sebuah ruangan, tirai, baju kotak-kotak dengan cara yang menonjol. Juga mulai penggunaan tinta putih untuk memberikan efek-efek tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jan Mintaraga ahir di Yogyakarta pada 1942. Jan yang pernah kuliah di Asri Jogya, jurusan interior (1962) dan ITB Bandung, belajar di bawah bimbingan komikus R.A. Kosasih dan Ardisoma. Ia dianggap sebagai komikus yang agak kebarat-baratan, terutama karena gayanya sangat dipengaruhi komikus Amerika. Hal itu dapat dilihat dari penampilan para karakter, sangat tak lazim bagi anak-anak Indonesia, tapi sangat sering kita jumpai pada produk visual dari Amerika atau Eropa ketika itu. Mengenai hal ini Jan sendiri mengakui  sendiri bahwa komik-komiknnya banyak terispirasi dari lagu-lagu Bob Dylan.  Di antaranya, ada komik yang mengambil judul dari terjemahan sebuah lagu terkenal Bob Dylan, Blowing in The Wind. Komik itu, Tertiup Bersama Angin (1967), karya Jan Mintaraga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jan Mintaraga yang mempunyai nama asli Suwalbiyanto memulai dengan "Cinde Laras!" (Arya Guna), serta "Rajawali Menuntut Balas", yang masih berbau tokoh-tokoh Amerika. Jan mulai menarik minat pembacanya dengan "Sebuah Noda Hitam" (1968). Segera disusul dengan "Rhapsodi Dalam Sendu". Tapi tokoh ciptaannya yang terkenal, Rio Purbaya, dalam Sebuah Noda Hitam, yang laris pada awal 1970-an. Untuk Jakarta saja, menurut penerbitnya, terjual 20 ribu eksemplar dan menjadi box office. Bahkan saking populernya tokoh Rio, Roy Marten aktor terpopuler pada saat itu mengaku terilhami tokoh Rio setelah melahap habis komik itu. Roy bahkan sampai berpenampilan sama dengan Rio, kemeja kotak-kotak biru dan celana jeans belel. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1970-an, Jan termasuk salah satu komikus dengan bayaran termahal. Sebagai gambaran untuk komik setebal ‘hanya’ 48 halaman, honor yang diterima Jan adalah Rp 200 ribu. Tapi itu adalah tahun 1970-an, di mana harga emas waktu itu Rp 250 per gram, jadi bisa dibayangkan betapa jayanya kehidupan komikus yang sukses di zamannya. Selain dikenal karena komik-komik romannya Jan juga sempat membuat beberapa komik laga seperti Indra Bayu, Runtuhnya Pualam Putih, Kelelawar, Puri Iblis, Runtuhnya Puri Iblis, Misteri Tertangkap Jin, Macan Putih, dan Sepasang Gelang Mustika.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-8324210347391738536?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/8324210347391738536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=8324210347391738536&amp;isPopup=true' title='65 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8324210347391738536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8324210347391738536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/05/jan-mintaraga-dan-komik-komik-roman.html' title='Jan Mintaraga dan Komik-Komik Roman Jakarta'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sg4Q9UOf7OI/AAAAAAAAATE/B1j3x4rfG44/s72-c/jan.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>65</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-2288919477974949678</id><published>2009-05-12T19:10:00.001+07:00</published><updated>2009-05-12T19:12:46.589+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tragedi'/><title type='text'>Petrus, Penembakan Misterius</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sglnov7HiFI/AAAAAAAAAS8/0ZmvyhSsXwE/s1600-h/petrus.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 213px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sglnov7HiFI/AAAAAAAAAS8/0ZmvyhSsXwE/s400/petrus.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5334909183353915474" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi dua butir peluru segera bersarang di tubuhnya. Satu di dada dan satu di kepala. Tubuhnya lalu tumbang dan dibiarkan tergeletak di pinggir jalan. Esok hari, bisik-bisik beredar di masyarakat. Dia adalah Robert preman yang selama ini ditakuti, sampah masyarakat, bromocorah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin nasib Bathi Mulyono masih lebih baik. Begitu mendengar dirinya ikut menjadi target, dia segera melarikan diri hingga ke sejumlah negara luar negeri seperti Malaysia dan Brunei Darussalam. Meninggalkan istri dan anaknya yang baru lahir. Namun, Bathi dan anaknya yang kini berusia 25 tahun, Lita, telah bertemu kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1980-an. Ketika itu, ratusan residivis, khususnya di Jakarta dan Jawa Tengah, mati ditembak. Pelakunya tak jelas dan tak pernah tertangkap, karena itu muncul istilah "petrus", penembak misterius. Tahun 1983 saja tercatat 532 orang tewas, 367 orang di antaranya tewas akibat luka tembakan. Tahun 1984 ada 107 orang tewas, di antaranya 15 orang tewas ditembak. Tahun 1985 tercatat 74 orang tewas, 28 di antaranya tewas ditembak. Para korban Petrus sendiri saat ditemukan masyarakat dalam kondisi tangan dan lehernya terikat. Kebanyakan korban juga dimasukkan ke dalam karung yang ditinggal di pinggir jalan, di depan rumah, dibuang ke sungai, laut, hutan dan kebun. Pola pengambilan para korban kebanyakan diculik oleh orang tak dikenal dan dijemput aparat keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kala itu, para pria bertato disergap ketakutan karena muncul desas-desus, petrus mengincar lelaki bertato. Peristiwa penculikan dan penembakan terhadap mereka yang diduga sebagai gali, preman, atau residivis itu, belakangan, diakui Presiden Soeharto, sebagai inisiatif dan atas perintahnya. "Ini sebagai shock therapy," kata Soeharto dalam biografinya, Soeharto: Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayat-mayat itu ketika masih hidup dianggap sebagai penjahat, preman, bromocorah, para gali, dan kaum kecu yang dalam sejarah memang selalu dipinggirkan, walau secara taktis juga sering dimanfaatkan. Pada saat penembak misterius merajalela, para cendekiawan, politisi, dan pakar hukum angkat bicara. Intinya, mereka menuding bahwa hukuman tanpa pengadilan adalah kesalahan serius. Meski begitu, menurut Soeharto, “Dia tidak mengerti masalah yang sebenarnya.” Mungkin tidak terlalu keliru untuk menafsir bahwa yang dimaksud Soeharto sebagai orang yang mengerti masalah sebenarnya adalah dirinya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, petrus hanya berlaku untuk preman kelas teri,  mereka yang merampok karena lapar. Sayang, petrus tidak berlaku untuk preman berdasi, mereka yang mencuri karena mereka rakus...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-2288919477974949678?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/2288919477974949678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=2288919477974949678&amp;isPopup=true' title='74 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2288919477974949678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2288919477974949678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/05/petrus-penembakan-misterius.html' title='Petrus, Penembakan Misterius'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sglnov7HiFI/AAAAAAAAAS8/0ZmvyhSsXwE/s72-c/petrus.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>74</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-8271555023175027758</id><published>2009-05-09T07:18:00.001+07:00</published><updated>2009-05-09T07:23:48.385+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lain-lain'/><title type='text'>Enny Arrow, Tentang Novel Stensilan yang Cabul</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SgTM8rhuARI/AAAAAAAAAS0/lMjBi3klvH8/s1600-h/enny+arrow.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SgTM8rhuARI/AAAAAAAAAS0/lMjBi3klvH8/s400/enny+arrow.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333613201561878802" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 1980-an tentu saja belum dikenal internet di Indonesia, juga belum ada teknologi bernama telepon genggam yang juga membawa sisi negatif maraknya film-film berdurasi pendek yang biasanya mempunyai penggemar sendiri. Film-film biru yang masih dikemas dengan format video juga hanya beredar di kalangan atas saja. Lalu dari manakah para remaja-remaja masa dekade 80 memperoleh referensi tentang seks?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawabannya adalah dari novel-novel stensilan atau Enny Arrow, yang biasa dijajakan secara sembunyi-sembunyi di antara para pedagang koran, kios-kios buku bekas atau lapak-lapak buku kaki lima. Ada banyak nama pengarang yang dikenal menyuguhkan cerita-cerita dewasa tersebut namun yang paling terkenal adalah Enny Arrow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah Enny Arrow? Tidak ada yang tahu siapa sebenarnya di balik nama tersebut. Yang jelas Enny Arrow hanyalah sebuah nama samaran, sebelum kemudian banyak pengarang-pengarang lain yang kemudian menjadi epigonnya dengan ikut-ikutan menggunakan nama tersebut demi mendongkrak ‘rating’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel-novel karangan Enny Arrow memang begitu vulgar dan hanya mengekspos segala kebinalan seks secara terang-terangan. Sudah tentu novel-novel Enny Arrow tidak mempunyai tema atau jalan cerita yang jelas, karena memang penulisan novel stensilan ini tentunya memang dimaksudkan hanya untuk menggugah syahwat pembacanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sudah barang tentu tidak bertujuan menyimbolisasikan apa-apa selain menyuguhkan fantasi aktivitas seksual yang badaniah itu sendiri, kendatipun fakta bahwa teks-teks demikian itu ada dan beredar secara sembunyi-sembunyi di tengah masyarakat mungkin bisa menyiratkan kenyataan tertentu di luar teks, semacam berlangsungnya represi moral yang terlampau berlebihan atas kehidupan seksual masyarakat, adanya kemunafikan sosial yang terpendam, serta pelecehan diam-diam atas nilai-nilai yang berlaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengarang juga tidak jarang menyebutkan secara eksplisit organ-organ anatomi manusia, dengan tujuan apalagi kalau bukan untuk membangkitkan syahwat pembacanya, dengan bahasa yang vulgar dan hiperbolis. Sehingga sempat beredar semacam joke, bahwa sesungguhnya pengarangnya sendiri malah belum pernah melakukan hubungan seks. Penggemarnya tidak hanya anak-anak SMP atau SMA yang memang secara alamiah mempunyai rasa penasaran yang tinggi tentang seks, namun juga di kalangan dewasa tanpa terkecuali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun tentu saja seiring dengan perkembangan jaman, setelah maraknya internet, yang termasuk menjajikan kemudahan  tanpa batas untuk mengakses pronografi,  secara perlahan-lahan Enny Arrrow dan karya-karyanya mulai ditinggalkan penggemarnya. Dan hingga kini pun misteri di balik nama Enny Arrow tetap tidak terkuak. Pernah tersiar kabar, pada akhir tahun 2000 seseorang bernama Suwarto yang tertangkap polisi bersama-sama dengan ribuan kopi cetakan stensilan dianggap sebagai orang di belakang Enny Arrow, namun hingga sekarang tidak ada kabarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, meski diedarkan secara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;underground&lt;/span&gt;, namun novel-novel Enny Arrow ternyata sangat populer. Sebuah survei yang dilakukan majalah "Men's Health” edisi Indonesia pada tahun 2003 pernah mengungkapkan, membaca karya Enny Arrow/stensilan menjadi sumber pertama pengetahuan tentang seks pada 17,2 % respondennya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-8271555023175027758?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/8271555023175027758/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=8271555023175027758&amp;isPopup=true' title='96 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8271555023175027758'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8271555023175027758'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/05/enny-arrow-tentang-novel-stensilan-yang.html' title='Enny Arrow, Tentang Novel Stensilan yang Cabul'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SgTM8rhuARI/AAAAAAAAAS0/lMjBi3klvH8/s72-c/enny+arrow.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>96</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-8582837512461312227</id><published>2009-05-06T18:10:00.004+07:00</published><updated>2009-05-06T18:27:55.104+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>Lupus, Dari Novel ke Layar Lebar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SgF0NZcH-rI/AAAAAAAAASs/79H8gp9ZbKU/s1600-h/lupus.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 354px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SgF0NZcH-rI/AAAAAAAAASs/79H8gp9ZbKU/s400/lupus.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5332671207299349170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lupus adalah tokoh fiksi dalam serial novel berjudul sama karangan Hilman Hariwijaya. Semula Lupus hadir sebagai serial lepas di majalah remaja pria Hai, sebelum kemudian diterbitkan dalam bentuk novel oleh penerbit Gramedia. Novel Lupus pertama diterbitkan pada tahun 1986 berjudul Lupus I: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tangkaplah Daku Kau Kujitak&lt;/span&gt;. Walaupun judulnya adalah plesetan dari film &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kejarlah Daku Kau Kutangkap&lt;/span&gt;, ceritanya tak berhubungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lupus bercerita tentang seorang anak belasan tahun bernama Lupus, dengan beberapa karakter pembantu seperti Boim, Gusur, Anto, sebagai teman-temanya. Kemudian ada Lulu adik perempuannya serta ada pula tokok Mami yaitu ibunda Lupus, serta Poppy sebagai pacarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berseting di sebuah SMA, yaitu SMA Merah Putih, tak ada yang serius yang diungkapkan pengarang dalam kisah ini. Romantika remaja dengan segala problematikanya, pacaran dan patah hati, atau pertemanan banyak mewarnai episode-episodenya. Lupus identik sekali dengan permen karet yang tak pernah lepas darinya, juga sifatnya yang konyol, hingga membuatnya disukai oleh seluruh teman-temannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditulis dengan gaya ringan dan kocak, kisah Lupus banyak mendapat tanggapan dari para penggemarnya, sehingga tidak heran kemudian banyak para pengarang di tahun 1980-an meniru gaya bahasanya yang jenaka tersebut dengan menghadirkan tokoh-tokoh epigonnya. Selain cerita Lupus yang regular juga telah terbit berbagai variasi dari cerita Lupus seperti Lupus Kecil atau Lupus Milenia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepopuleran Lupus membuat kemudian Lupus diangkat ke layar bioskop. Film itu cukup sukses dan mengangkat kepopuleran Ryan Hidayat sebagai idola remaja saat itu, sehingga kemudian dibuat pula beberapa sekuelnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di pertengahan 1990-an Lupus sempat pula diangkat ke layar televisi dalam bentuk sinetron di sebuah stasiun televisi swasta. Lalu di tahun 2000-an Lupus kembali diangkat ke layar televisi dalam Lupus Milenia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-8582837512461312227?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/8582837512461312227/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=8582837512461312227&amp;isPopup=true' title='48 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8582837512461312227'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8582837512461312227'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/05/lupus-dari-novel-ke-layar-lebar.html' title='Lupus, Dari Novel ke Layar Lebar'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SgF0NZcH-rI/AAAAAAAAASs/79H8gp9ZbKU/s72-c/lupus.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>48</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-1383240762220910279</id><published>2009-05-03T12:03:00.001+07:00</published><updated>2009-05-03T12:06:37.505+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peristiwa'/><title type='text'>Bom Borobudur, Petaka di Kuil Syailendra</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sf0mKVlHFQI/AAAAAAAAASU/mU8cM3pA73g/s1600-h/borobudur-old.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 304px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sf0mKVlHFQI/AAAAAAAAASU/mU8cM3pA73g/s400/borobudur-old.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5331459492909880578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ledakan cukup dahsyat menggetarkan bumi pada suatu hari, 15 Januari 1985, di kompleks Candi Borobudur Magelang, Jawa Tengah. Maka sekitar tujuh buah stupa yang tak berdosa tersebut tercerabut berantakan dalam diam, pada candi peninggalan dinasti Syailendra itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti halnya banyak kasus bom lain, peledakan Candi Borobudur itu pun juga masih menyisakan misteri yang menyangkut dalang sebenarnya di belakang tindakan amoral itu. Memang ada nama Ibrahim alias Mohammad Jawad disebut-sebut polisi sebagai dalang pengeboman tersebut. Namun demikian sosoknya tetap misterius hingga kini, karena aparat belum berhasil mengendus jejaknya, apalagi meringkusnya. &lt;br /&gt;Disebut-sebut bahwa pengeboman itu berkaitan dengan kasus kecelakaan ledakan bom di bus Pemudi Express di Banyuwangi pada 16 Maret 1985 dan peledakan Gereja Sasana Budaya Katolik Magelang beberapa waktu setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Abdulkadir Ali Alhabsyi dan Husein Ali Alhabsy seorang mubaligh, yang kemudian ditangkap polisi beberapa saat setelah kejadian.Dia  disebut sebagai pelaku peledakan di lapangan. Kemudan Abdulkadir divonis oleh Pengadilan Negeri Malang dengan hukuman penjara 20 tahun, meski kemudian dia mendapatkan remisi setelah menjalani hukuman selama 10 tahun. Husein sendiri dihukum seumur hidup sebelum kemudian mendapat grasi dari Presiden BJ Habibie. Husein sendiri menolak tuduhan atas keterlibatannya dalam peledakan Borobudur dan menuding Mohammad Jawad, sebagai dalangnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam persidangan, jaksa menuduh bahwa tindakan pengeboman terhadap Candi Borobudur tersebut merupakan aksi balas dendam Abdulkadir dan kawan-kawan yang muslim terhadap &lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2009/03/tragedi-tanjung-priok-air-mata-tumpah.html"&gt;peristiwa Tanjungpriok&lt;/a&gt; berdarah pada 1983, yang menewaskan puluhan nyawa umat Islam.  Albdulkadir membenarkan motivasi peledakan itu sebagai ungkapan ketidakpuasannya atas peristiwa berdarah itu. Namun, keterangan itu sempat diragukan karena Ibrahim, orang yang disebut Husein sebagai dalangnya, tidak pernah dapat ditemukan oleh aparat sendiri, bahkan hingga kini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu juga meragukan dipandang dari konteks politik kala itu, ketika sejumlah elite politik yang bercokol di punggung rezim Orde Baru memberlakukan politik anti-Islam. Peledakan candi yang disebut satu dari tujuh keajaiban dunia itu dianggap sebagai rekayasa dari kelompok anti-Islam untuk menyudutkan kelompok Islam.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sementara Abdulkadir sendiri mengaku sebetulnya dia tidak mengetahui rencana pengeboman. Dia dan ketiga kawan lain pada awalnya hanya sekadar diajak oleh Ibrahim untuk berekreasi. Sebelum kemudian Ibrahim berhasil membujuk untuk melakukan tindakan tersebut. Sebagai pelaku di lapangan, Abdulkadir mengaku tidak mengetahui seluk-beluk bom. Ketidakprofesionalan tersebut memperkuat kecurigaan bahwa Abdulkadir dan kawan-kawan hanyalah pelaku kelas teri dalam rentetan teror politik untuk Islam itu (sumber Tempo)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-1383240762220910279?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/1383240762220910279/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=1383240762220910279&amp;isPopup=true' title='69 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1383240762220910279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1383240762220910279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/05/bom-borobudur-petaka-di-kuil-syailendra.html' title='Bom Borobudur, Petaka di Kuil Syailendra'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sf0mKVlHFQI/AAAAAAAAASU/mU8cM3pA73g/s72-c/borobudur-old.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>69</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-8816958125104919722</id><published>2009-05-01T16:21:00.001+07:00</published><updated>2009-05-01T16:24:48.587+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lain-lain'/><title type='text'>Dewi dan Cipluk, Kisah Bayi yang Tertukar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sfq_0DDZ8aI/AAAAAAAAASM/uSD1GFVaPrg/s1600-h/semua.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 179px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sfq_0DDZ8aI/AAAAAAAAASM/uSD1GFVaPrg/s400/semua.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5330784009840095650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemudian naluri keibuannya segera muncul melihat bayi perempuan yang masih merah itu menangis, pada suatu sore di Puskesmas Cilandak. Nuraini segera menyusuinya sampai bayi itu tertidur, kemudian dia menciumi lembut dan meletakkan dengan penuh kasih sayang di inkubator. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun yang terjadi kemudian sungguh di luar dugaan. Adalah pasangan suami istri Suripno dan Kartini yang merasa yakin bahwa bayi yang diambil dan disusui oleh Nuraini tadi adalah anaknya. Walau seorang perawat , Sri Maryati , membenarkan bayi di boks no 1 adalah bayi Kartini, Nuraini tetap yakin dengan pendiriannya. Nuraini mengaku melihat Maryati memindahkan bayinya dari inkubator ke boks nomor 1. Sementara Maryati mengatakan bayi itu dipindahkannya ke boks no 2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasus bayi yang tertukar ini sempat berbuntut panjang, menghebohkan dan menyita perhatian masyarakat karena menjadi sorotan media massa di Indonesia pada akhir tahun 1980-an. Dewi, nama bayi yang diperebutkan itu, sementara Cipluk adalah bayi yang terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kasus itu bergulir ke pengadilan. Menurut saksi ahli dr. Masri Rustam, berdasarkan hasil tes darah, Dewi tidak mungkin keturunan pasangan Nuraini - Ambam. Begitu pula Cipluk tidak mungkin berasal dari pasangan Kartini - Suripno. Berdasar hasil pembuktian tes darah tersebut, ternyata darah bayi yang diperebutkan itu AB. Sementara golongan darah pasangan Nuraini dan suaminya Ambam sama-sama O. Secara genetis, pasangan yang sama-sama golongan darah O hanya bisa melahirkan bayi dengan golongan darah O. Artinya bayi yang diperebutkan mustahil lahir dari rahim Nuraini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hadapan pengunjung yang memadati ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jaksa Nyonya Tiangsa Beru Karo menuntut hukuman 6 bulan penjara kepada Nuraini karena terbukti sengaja mengambil Dewi, yang bukan miliknya sehingga asal-usul kedua bayi itu menjadi kabur. Nuraini juga dituntut jaksa untuk menerima Cipluk dan memberikan Dewi kepada pasangan Suripno dan Kartini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nuraini yang kalah di pengadilan akhirnya mau mengambil Cipluk, ketika itu usia Cipluk memasuki usia 1 tahun, 6 bulan, 15 hari. Meski begitu sampai sekarang bagi Nuraini Dewi tetap diyakininya sebagai darah dagingnya. Kasus ini bahkan pernah diangkat ke layar putih dengan judul Dewi &amp; Cipluk: Semua Sayang Kamu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-8816958125104919722?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/8816958125104919722/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=8816958125104919722&amp;isPopup=true' title='64 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8816958125104919722'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8816958125104919722'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/05/dewi-dan-cipluk-kisah-bayi-yang.html' title='Dewi dan Cipluk, Kisah Bayi yang Tertukar'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sfq_0DDZ8aI/AAAAAAAAASM/uSD1GFVaPrg/s72-c/semua.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>64</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-7375414001811468917</id><published>2009-04-26T14:48:00.003+07:00</published><updated>2009-04-26T15:32:42.502+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tragedi'/><title type='text'>Sengkon dan Karta, Sebuah Ironi Keadilan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SfQSliKgXoI/AAAAAAAAAR8/q1Od0T-Wd6M/s1600-h/hukum.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 314px; height: 400px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SfQSliKgXoI/AAAAAAAAAR8/q1Od0T-Wd6M/s400/hukum.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5328904695121469058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Lima tahun bukan waktu yang teramat pendek. Apalagi untuk dihabiskan di dalam sebuah ruangan beku bernama penjara. Apalagi untuk sebuah perbuatan yang tidak pernah dilakukannya. Tapi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sengkon&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Karta &lt;/span&gt;mengalaminya.  Kepada siapakah mereka harus mengadu, jika sebuah lembaga bernama pemerintah tidak bisa lagi dipercaya? Sebab keadilan tidak pernah berpihak kepada Sengkon, juga Karta, juga mereka yang lain, yang bernama rakyat kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah sebuah perampokan dan pembunuhan menimpa pasangan suami istri Sulaiman-Siti Haya di Desa Bojongsari, Bekasi. Tahun 1974. Beberapa saat kemudian polisi menciduk Sengkon dan Karta, dan menetapkan keduanya sebagai tersangka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya dituduh merampok dan membunuh pasangan Sulaiman-Siti Haya. Tak merasa bersalah, Sengkon dan Karta semula menolak menandatangani berita acara pemeriksaan. Tapi lantaran tak tahan menerima siksaan polisi, keduanya lalu menyerah. Hakim &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Djurnetty Soetrisno&lt;/span&gt; lebih mempercayai cerita polisi ketimbang bantahan kedua terdakwa. Maka pada Oktober 1977, Sengkon divonis 12 tahun penjara, dan Karta 7 tahun. Putusan itu dikuatkan Pengadilan Tinggi Jawa Barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dinginnya tembok penjara itulah mereka bertemu seorang penghuni penjara bernama Genul, keponakan Sengkon, yang lebih dulu dibui lantaran kasus pencurian. Di sinilah Genul membuka rahasia: dialah sebenarnya pembunuh Sulaiman dan Siti!. Akhirnya, pada Oktober 1980, Gunel dijatuhi hukuman 12 tahun penjara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu, hal tersebut tak lantas membuat mereka bisa bebas. Sebab sebelumnya mereka tak mengajukan banding, sehingga vonis dinyatakan telah berkekuatan hukum tetap. Untung ada &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Albert Hasibuan&lt;/span&gt;, pengacara dan anggota dewan yang gigih memperjuangkan nasib mereka. Akhirnya, pada Januari 1981, Ketua Mahkamah Agung (MA) &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oemar Seno Adji&lt;/span&gt; memerintahkan agar keduanya dibebaskan lewat jalur peninjauan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berada di luar penjara tidak membuat nasib mereka membaik. Karta harus menemui kenyataan pahit: keluarganya kocar-kacir entah ke mana. Dan rumah dan tanah mereka yang seluas 6.000 meter persegi di Desa Cakung Payangan, Bekasi, telah amblas untuk membiayai perkara mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Sengkon harus dirawat di rumah sakit karena tuberkulosisnya makin parah, sedangkan tanahnya yang selama ini ia andalkan untuk menghidupi keluarga juga sudah ludes dijual. Tanah itu dijual istrinya untuk menghidupi anak-anaknya dan membiayai dirinya saat diproses di polisi dan pengadilan. Walau hanya menanggung beban seorang istri dan tiga anak, Sengkon tidak mungkin meneruskan pekerjaannya sebagai petani, karena sakit TBC terus merongrong dan terlalu banyak bekas luka di badan akibat siksaan yang dideranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Sengkon dan Karta juga mengajukan tuntutan ganti rugi Rp 100 juta kepada lembaga peradilan yang salah memvonisnya. Namun Mahkamah Agung menolak tuntutan tersebut dengan alasan Sengkon dan Karta tidak pernah mengajukan permohonan kasasi atas putusan Pengadilan Negeri Bekasi pada 1977. ‘S&lt;span style="font-style:italic;"&gt;aya hanya tinggal berdoa agar cepat mati, karena tidak ada biaya untuk hidup lagi&lt;/span&gt;’ kata Sengkon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu Tuhan berkuasa atas kehendaknya. Karta tewas dalam sebuah kecelakaan, sedangkan Sengkon meninggal kemudian akibat  sakit parahnya. Di sanalah mereka dapat mengadu tentang nasibnya, hanya kepada Tuhan  (berbagai sumber).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-7375414001811468917?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/7375414001811468917/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=7375414001811468917&amp;isPopup=true' title='53 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7375414001811468917'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7375414001811468917'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/04/sengkon-dan-karta-sebuah-ironi-keadilan.html' title='Sengkon dan Karta, Sebuah Ironi Keadilan'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SfQSliKgXoI/AAAAAAAAAR8/q1Od0T-Wd6M/s72-c/hukum.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>53</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-7716233431622697112</id><published>2009-04-23T15:29:00.002+07:00</published><updated>2009-04-23T15:32:59.374+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>Gito Rollies, Burung Kecil Terbanglah Tinggi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SfAnsZR2vhI/AAAAAAAAAR0/g62sDJJbitw/s1600-h/gito+.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 267px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SfAnsZR2vhI/AAAAAAAAAR0/g62sDJJbitw/s400/gito+.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5327802002832801298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja di KTP-nya tidak tertulis Gito Rollies, sebab nama aslinya Bangun Soegito Toekiman, lahir di Biak, Papua, 1 November 1947. Nama Rollies yang kemudian lebih melekat daripada nama aslinya, diambil dari grup bandnya asal Bandung yang pernah terkenal pada masa 1960-an sampai dengan 1980-an yang dibentuk bersama-sama Uce F. Tekol, Jimmy Manoppo, Benny Likumahuwa dan Teungku Zulian Iskandar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Rollies sendiri dibentuk tahun 1967 dengan beberapa vokalis. Dengan semua personil juga tampil sebagai vokalis dengan karakter yang berbeda-beda. Tampil dengan idealisme tinggi, tapi konon mereka kurang komersial di industri rekaman, sehingga sederet album yang mereka hasilkan tidak mampu mencapai sukses seperti diharapkan. Pamor mereka di industri rekaman kalah dengan supergroup saat itu seperti Koes Plus, Panbers, atau di dekade 80, seperti &lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2009/04/god-bless-bernyanyi-hingga-tak-muda.html"&gt;God Bless.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun justru ketika tampil sebagai penyanyi solo, Gito Rollis lebih bersinar. Karier solonya dimulai ketika dia menyanyikan lagu “Tuan Musik” karya Oetje F Tekol yang termaktub dalam album solo perdananya di tahun 1984. Disusul hits-hits lainnya seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Astuti, Kau yang Kusayang, Burung Kecil,&lt;/span&gt; hingga duetnya dengan Ahmad Albar lewat &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kartika&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sepertinya anak-anak band masih dekat dengan tiga hal, sex, drug dan alcohol. Gito termasuk salah seorang yang tidak kuasa melawan godaan itu, bersama rekan-rekan The Rollies yang lain. Bahkan Iwan, pemain drum mereka tewas karena benda haram tersebut. Ada juga Deddy Stanza, pemain bas, yang bolak-balik diberitakan ditangkap polisi lantas dikurung di bui. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untunglah Gito segera insaf. Dia lalu meninggalkan jalan kelamnya di masa lampau. Di tahun 2000-an dia bahkan mulai dekat dengan agama. Tahun 2005 Gito bahkan berduet dengan Opick dalam album “Istighfar”. Juga menyumbangkan suaranya bersama sederet artis dalam album bertema kemanusiaan seperti “ Tembang Peduli” (1998) hingga album “Kita Untuk Mereka” (2005) untuk membantu korban Tsunami di Nangroe Aceh Darussalam. Tahun 2007 dia merilis album religius berjudul “Kembali Pada Nya”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gito juga masih sempat berkiprah di layar lebar. Bersama bintang muda Nicholas Saputra dan Dian Sastro dia turut terlibat dalam film &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ada Apa dengan Cinta&lt;/span&gt; (2000) yang disutradarai Rudy Sujarwo. Atau berperan sebagai Pak Ucok, yang bekerja sebagai pemutar film di bioskop sinepleks dalam film &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Janji Joni&lt;/span&gt; yang dibesut Joko Anwa,untuk kembali bertemu Nicholas Saputra. Di film ini juga, Gito Rollies berhasil meraih Piala Citra sebagai Pemeran Pembantu Terbaik pada Festival Film Indonesia 2005.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi memang Tuhan lebih berkuasa atas nasib manusia. Setelah sejak tahun 2005, Gito terserang kanker kelenjar getah bening dia akhirnya wafat pada tanggal 28 Februari 2008 setelah menjalani pengobatan. Kini tak ada lagi suara nyanyiannya yang parau. &lt;br /&gt;Hujan deras menghantarkan kepergiannya. Dia telah terbang tinggi menemui Sang Pencipta, seperti dalam lagunya Burung Kecil: ..&lt;span style="font-style:italic;"&gt;hai burung kecil silakan pergi/terbanglah tinggi sesuka hati/langit yang biru memang milikmulmungkin disana damai hidupmu&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-7716233431622697112?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/7716233431622697112/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=7716233431622697112&amp;isPopup=true' title='52 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7716233431622697112'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7716233431622697112'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/04/gito-rollies-burung-kecil-terbanglah.html' title='Gito Rollies, Burung Kecil Terbanglah Tinggi'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SfAnsZR2vhI/AAAAAAAAAR0/g62sDJJbitw/s72-c/gito+.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>52</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-8482875514010130535</id><published>2009-04-19T10:37:00.002+07:00</published><updated>2009-04-19T10:44:07.617+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peristiwa'/><title type='text'>Tragedi Bintaro, Air Mata di Atas Kereta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Seqd_n714HI/AAAAAAAAARk/kYhfqbTsFoc/s1600-h/bintaro.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 219px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Seqd_n714HI/AAAAAAAAARk/kYhfqbTsFoc/s400/bintaro.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5326243225696329842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mayat-mayat begelimpangan, sebagian dalam keadaan tidak utuh. Bau darah anyir memenuhi udara. Tubuh-tubuh yang lain terjepit di antara besi-besi, sebagian masih hidup. Hari itu 19 Oktober 1987. Dua buah kereta api yakni KA255 jurusan Rangkasbitung – Jakarta dan KA 220 cepat jurusan Tanahabang – Merak bertabrakan di dekat stasiun Sudimara, Bintaro. Peristiwa itu terjadi persis pada jam sibuk orang berangkat kantor, sehingga jumlah korban juga besar sangat besar yakni 153 orang tewas dan 300 orang luka-luka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa itu merupakan yang terburuk setelah peristiwa tabrakan kereta api tanggal 20 September 1968, yang menewaskan 116 orang. Tabrakan terjadi antara kereta api Bumel dengan kereta api cepat di Desa Ratujaya, Depok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula ketika KA 225, Stasiun Sudimara pada pukul 6:45. Selang 5 menit kemudian, Jamhari, (petugas PPKA Sudimara) menerima telepon dari Umriadi (Petugas PPKA Kebayoran Lama) yang mengabarkan KA no.220 berangkat menuju Sudimara. Jamhari pun lantas memerintahkan masinis KRD 225 yang berada di jalur 3 dilansir ke Jalur 1.&lt;br /&gt;Di kilometer 18 dari Stasiun Tanah Abang peristiwa terjadi. Mendekati Kampung Bintaro seperti biasa, peluit kereta dibunyikan oleh masinis Slamet. Namun dari arah yang berlawanan tiba-tiba datang KA 220. Tak ayal dua lokomotif yang terdiri dari tujuh gerbong dan sama-sama sarat dengan penumpang tersebut bertabrakan secara frontal. Beberapa penumpang yang duduk di atas atap sempat melompat namun sebagian lagi tidak sempat menyelamatkan diri. Akibatnya kondisi gerbong yang beradu muka sama-sama hancur mengenaskan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Polisi menyebutkan, kesalahan terindikasi dilakukan oleh Pemimpin Perjalanan KA (PPKA) Stasiun Serpong yang lalai melihat tanda di komputer bahwa kereta dari arah Stasiun Sudimara sudah diberangkatkan. Tanpa melihat komputer, ia langsung memberangkatkan KA jurusan Jakarta. Sementara dari arah Jakarta (Stasiun Sudimara) pun kereta sudah melaju.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akibat tragedi tersebut masinis Slamet Suradio diganjar 5 tahun kurungan. Ia juga harus kehilangan pekerjaan, maka ia memilih pulang ke kampung halamannya menjadi petani di Purworejo sana. Kini ia menapaki masa senjanya dibalut kemiskinan dan menanti seberkas sinar terang untuk memperoleh pengakuan atas jerih payah pengabdian selama lebih 20 tahun di atas roda besi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasib yang serupa juga menimpa Adung Syafei (kondektur KA 225). Dia harus mendekam di penjara selama 2 tahun 6 bulan. Sedangkan  Umriadi (Pemimpin Perjalanan Kereta Api, PPKA, Stasiun Kebayoran Lama) dipenjara selama 10 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan seorang mantan pengatur sinyal kereta api yang juga dinyatakan bersalah dan kini menapaki masa tua juga dengan penuh penantian. Meskipun setelah melalui banding, ia sudah diputus tidak bersalah, namun hingga kini hanya bisa menunggu datangnya mukjizat untuk memperoleh pengakuan atas pengabdiannya selama lebih dari dua puluh tahun. Badan ringkih itu kini acapkali nampak ada di stasiun Rangkas Bitung, sekedar untuk nostalgia dan tentu saja memperoleh belas kasihan kolega yang juga sama-sama pantas dikasihani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Iwan Fals pun melantunkan kepiluan tragedi nasional itu. S&lt;span style="font-style:italic;"&gt;embilan belas Oktober tanah Jakarta berwarna merah. Meninggalkan tanya yang tak terjawab, bangkai kereta lemparkan amarah. Air mata... air mata....&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-8482875514010130535?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/8482875514010130535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=8482875514010130535&amp;isPopup=true' title='65 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8482875514010130535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8482875514010130535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/04/tragedi-bintaro-air-mata-di-atas-kereta.html' title='Tragedi Bintaro, Air Mata di Atas Kereta'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Seqd_n714HI/AAAAAAAAARk/kYhfqbTsFoc/s72-c/bintaro.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>65</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-2912726697043341196</id><published>2009-04-17T18:22:00.003+07:00</published><updated>2009-04-17T18:37:25.715+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>Rano Karno, Tentang Bintang Tiga Jaman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sehp7dqdjjI/AAAAAAAAARU/B1sh7sdo53c/s1600-h/rano+karno.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 294px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sehp7dqdjjI/AAAAAAAAARU/B1sh7sdo53c/s320/rano+karno.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5325623029661535794" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bisa jadi darah seni itu mengalir deras dari Sang Ayah. Sebab Soekarno M Noer memang aktor kawakan pada jamannya. Meski semula tidak menyukai keterlibatan anaknya dengan film namun, ayahnya pula yang memperkenalkan Rano Karno dengan dunia akting. Umur sembilan tahun, ia sudah diajak ayahnya membintangi film, meski hanya peran kecil dalam Lewat Tengah Malam. Bahkan pada tahun 1972 dia sudah dipercaya oleh Sjuman Djaja, untuk menjadi peran utama dalam film Si Doel Anak Betawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki usia remaja Rano Karno lalu menjadi idola. Wajahnya yang polos lalu sering dikenal lewat peran protagonist dalam film-film percintaan. Berpasangan dengan artis Yessy Gusman film-filmnya segera dikenal lewat beberapa judul: Gita Cinta dari S.M.A (1979), Puspa Indah Taman Hati (1979), Kisah Cinta Tommi dan Jerri (1980). Di sini dia sempat digosipkan menjalin hubungan asmara dengan Yessy Gusman meski kemudian gossip itu kemudian memudar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki usia dewasa Rano Karno juga masih banyak membintangi film. Beberapa filmnya bahkan sempat meraih box office. Beberapa di antaranya: Opera Jakarta (1986), Arini, Masih Ada Kereta Yang Lewat (1987), Macan Kampus (1987), Taksi (1990), Bernafas Dalam Lumpur (1991).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rano Karno lahir di Jakarta, 8 Oktober 1960. Menempuh pendidikan hanya sampai di sekolah lanjutan atas yaitu SMA VI Jakarta. Selain itu Rano pun belajar akting di East West Player, Amerika Serikat. Ketika industri film di Indonesia mengalami mati suri Rano mencoba banting stir ke dunia sinetron. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat sinetron yang diproduksi di rumah produksinya Karnos Film, dia dikenal lewat sinetronnya Si Doel Anak Sekolahan. Sinetron berlatar belakang keluarga Betawi yang bersahaja ini sempat menyedot perhatian pemirsa televisi beberapa tahun lalu. Dia seperti melawan arus yang selama ini berkembang, bahwa sinetron yang sukses adalah sinetron yang bergelimang glamor, bintang-bintang yang menawan dan kisah-kisah yang mengharu-biru. Lewat sinetron tersebut dia juga memperkenalkan budaya Betawi yang sudah mulai terlupakan, dipinggirkan oleh perkembangan jaman. Sinetron yang kemudian meroketkan sejumlah bintang seperti Cornelia Agatha, Maudi Koesnady, atau Mandra dan Basuki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Rano juga dikenal lewat suaranya. Beberapa lagunya sempat menjadi hits seperti Kau yang Kusayang, Bukalah Kaca Matamu, juga Setangkai Anggrek Bulan yang berduet dengan Ria Irawan. Telah membintangi puluhan judul film Rano Karno mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranya Penghargaan Surjosoemanto dari Dewan Film Nasional 1997, nominasi FFI: Yang (1984), Ranjau-Ranjau Cinta (1985), Arini I (1987), Arini II (1989), Kuberikan Segalanya (1992), Aktor Utama Terbaik dalam Taksi FFI 1991, Pemain Cilik Terbaik FFI 1974 di Surabaya, Best Child Actor FFA 1974 di Taiwan lewat film Rio Anakku (1973), Aktor Harapan I Pemilihan Best Actor/Actrees PWI 1974.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suami dari Dewi Indriati dan ayah dari Raka Widyarma dan Deanti Rakasiwi, ini juga pernah menjabat Anggota MPR Periode 1997-2002 dan dipercaya menjadi Duta Besar UNICEF sebuah badan di PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) yang bergerak dalam bidang pendidikan. Saat ini dia menjadi Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2008-2013.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-2912726697043341196?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/2912726697043341196/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=2912726697043341196&amp;isPopup=true' title='30 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2912726697043341196'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2912726697043341196'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/04/rano-karno-tentang-bintang-tiga-jaman.html' title='Rano Karno, Tentang Bintang Tiga Jaman'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sehp7dqdjjI/AAAAAAAAARU/B1sh7sdo53c/s72-c/rano+karno.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>30</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-4318584731843771915</id><published>2009-04-13T21:02:00.002+07:00</published><updated>2009-04-16T19:36:12.047+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>God Bless, Bernyanyi Hingga Tak Muda Lagi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SeNGUrmMHxI/AAAAAAAAAQ8/DgeOjhMDSKI/s1600-h/God+Bless.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 207px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SeNGUrmMHxI/AAAAAAAAAQ8/DgeOjhMDSKI/s320/God+Bless.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5324176505596288786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah surat tiba di penghujung tahun 1989. Isinya pendek tapi mengagetkan, “... &lt;span style="font-style:italic;"&gt;dengan berat hati, saya mengundurkan diri dari God Bless&lt;/span&gt;... Ada nama Ian Antono bertanda tangan di bawahnya. Tentu saja surat pendek itu menggegerkan personel God Bless yang lainnya. Sebab saat itu semua personil sedang mempersiapkan keluarnya album ke empat bertajuk Raksasa. Eet Syahranie-lah yang kemudian menggantikan posisi Ian Antono pada gitar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari Ahmad Albar, atau sebut saja Iyek, kelahiran Surabaya 16 Juli 1946. Bersama Ludwig Le Mans, Iyek lalu mengajak Fuad Hassan (dram), Donny Fattah (bass) dan Jockie Surjoprajogo (kibor) untuk membentuk band. Ketika itu tahun 1972. Nama God Bless diambil dari kartu pos kiriman teman Iyek di Belanda saat latihan di puncak. Di surat itu tertulis God Bless You. Maka God Bless-pun meniti dari bawah dengan membawakan lagu-lagu dari band-band asing seperti Deep Purple, Grand Funk Railroad, ELP, King Ping Me, James Gang dan Genesis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album perdananya bertajuk God Bless, di sini jelas sekali pada lagu andalan Huma di Atas Bukit banyak terpengaruh sound Genesis. Di sini God Bless sudah mulai gonta-ganti personel. Formasi ketika mengeluarkan album ini adalah, Achmad Albar, Ian Antono, Donny Fattah, Jockie Suryoprayogo dan Teddy Sujaya. Di tahun ini pula, God Bless mulai diakui eksistensinya dengan menjadi band pembuka ketika Deep Purple manggung Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1980 God Bless baru meluncurkan album kedua yang berjudul bertajuk Cermin. Ketika itu Jockie Surjoprajogo keluar dan digantikan oleh Abadi Soesman yang sudah bergabung sejak tahun 1979. Di album ini, konsep musik God Bless sedikit berubah menghadirkan ramuan aransemen lagu-lagunya terkesan lebih rumit dan membutuhkan skill tinggi dalam memainkannya. Sayang dari segi komersial album in kurang laku, meski meraih sukses di Singapura dan Malaysia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu album ke tiga dirilis tahun 1988 dengan judul Semut Hitam. Diproduseri oleh Log Zhelebour album ini meledak di pasaran dengan penjualan 600 ribu kaset dengan hitsnya seperti Rumah Kita, Semut Hitam, atau Kehidupan. Sebuah jumlah yang luar biasa untuk ukuran tahun 80-an. Di album ini, terjadi lagi perubahan konsep musik God Bless. Dari yang tadinya lebih bernuansa rock progresif secara drastis berubah menjadi sedikit lebih keras dengan adanya pengaruh musik hard rock dan heavy metal. Album ini menjadi album terlaris God Bless sepanjang sejarah. Tak hanya itu, album ini juga berhasil mengangkat kembali nama God Bless ke puncak popularitas, sekaligus menjadi perangsang kelompok musik rock yang lahir pasca God Bless saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama vakum pada 1997, God Bless termasuk kembalinya Ian Antono, bersepakat meluncurkan album baru yang berjudul 'Apa Kabar'. Beberapa saat kemudian Eet Sjachranie menyatakan mundur, setelah dia membentuk band Edane.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;God Bless kini tak muda lagi, namun mereka tetap ingin bernyanyi. Hingga kini, mereka cuma punya lima album. Yaitu; God Bless (1975), Cermin (1980), Semut Hitam (1988), Raksasa (1989), dan Apa Khabar (1997), dan sebuah album yang diaransemen ulang, The Story of God Bless (1990). Achmad Albar kini sudah 63 tahun. Ian Antono, sang gitaris, sudah 58 tahun. Begitu pula Donny Fattah (bas), Yaya (drum), dan Abadi Soesman (keyboard). Namun mereka masih tetap berkarya, dan bernyanyi. Sebab negeri ini masih membutuhkan nyanyian.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-4318584731843771915?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/4318584731843771915/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=4318584731843771915&amp;isPopup=true' title='38 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/4318584731843771915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/4318584731843771915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/04/god-bless-bernyanyi-hingga-tak-muda.html' title='God Bless, Bernyanyi Hingga Tak Muda Lagi'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SeNGUrmMHxI/AAAAAAAAAQ8/DgeOjhMDSKI/s72-c/God+Bless.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>38</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-3140088414485208838</id><published>2009-04-06T00:11:00.005+07:00</published><updated>2009-04-06T00:25:18.883+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olah raga'/><title type='text'>Nico Thomas, Juara Dunia Tiga Bulan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SdjnVKboWOI/AAAAAAAAAQ0/Eim6rrfqIXY/s1600-h/NicoThomas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 194px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SdjnVKboWOI/AAAAAAAAAQ0/Eim6rrfqIXY/s320/NicoThomas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5321257310501755106" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;23 Maret 1989, usai pertarungan yang berpeluh dan berdarah-darah di lantai ring hanya tertinggal sepi.  Nico Thomas menangis di kamar ganti. Perasaan marah berkecamuk di dadanya. Serasa tak percaya bahwa hakim menyatakan bahwa pertarungannya dengan juara tinju dunia kelas terbang mini versi IBF antara Samuth Sithnareupol berakhir dengan seri. Sedangkan seri, artinya dia gagal dalam usahanya merebut gelar juara dunia dari tangan petinju Thailand tersebut. Hakim merampok sabuk juara, katanya pedih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berbekal dendam kesumat itu dia meminta pertandingan diulang. Dia berlatih keras di dalam tempo tiga bulan untuk bisa melakukan pertarungan ulang melawan Samuth Sithnaurepol. Bernaung di Sasana Tonsco, milik Tinton Soeprapto, Nico dilatih oleh kakak kandungnya, Charles Thomas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka 17 Juni 1989 mereka kembali diadu di ring tinju Gelora Senayan Jakarta. Diawali tarian cakalele, tarian khas Maluku untuk membangkitkan semangat juang, Nico naik ring dengan berpakaian daerah ala Maluku. Ternyata, Nico memang lebih siap menghadapi pertarungan itu. Ia kini jauh lebih matang ketimbang penampilannya yang pertama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam sebuah pertandingan yang menegangkan, usai bel ronde ke-12 berdentang, tiga hakim menyatakan kemenangan telak untuk Nico Thomas. Tiga hakim yakni Luis Race (Hawaii) dan Alec Villacampo (Filipina) memberikan angka 115-111, dan Hideo Arai (Jepang) memberi nilai 119-108. Jadilah dia juara dunia kelas terbang mini (47,6 kg) versi IBF!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibesarkan dari keluarga petinju Nico Thomas sudah berlatih sejak kecil. Sang kakak Charles Thomas pernah menjadi juara nasional di ring amatir dalam lima kelas berbeda, yakni kelas layang, terbang, bantam, bulu, dan ringan. Dari Sang Kakak itulah dia terinspirasi untuk beradu tinju pada 1971-1982. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nicholas Thomas lahir di Ambon, 10 Juni 1966 anak nomor 12 di antara 16 bersaudara keluarga pasangan Julianus Thomas dan Helena Thomas, pada usia 14 tahun sudah berani bertanding di atas ring. Sebuah pertarungan eksebisi tiga ronde itu dilakukan di kampung halamannya yang langsung membuat pengda Pertina Maluku terpikat dengan penampilan Nico kecil. Maka pada tahun 1982, Nico dimasukkan program latihan di pusdiklat Ambon, 16 tahun usianya waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nico Thomas berhasil membuktikan bakat besarnya. Hanya dalam beberapa bulan berlatih di pusdiklat, dia berhasil meraih medali emas dan terpilih sebagai petinju favorit dalam kejuaraan daerah tinju junior pada 1982. Selanjutnya, pada 1983, saat ikut kejurnas tinju junior, medali emas kembali berhasil diraihnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1985 Nico Thomas bergabung dengan kontingen Merah Putih di ajang SEA Games Thailand. Dari ring tinju Negeri Gajah Putih, dia meraih medali perak sebagai runner-up setelah di final bertemu petinju tuan rumah Thailand. Prestasinya di tinju amatir yang mengkilap tersebut yang memutuskan untuk beralih ke ring profesional tahun 1986.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nico Thomas menjadi menjadi juara dunia kedua yang dimiliki Indonesia di dekade 80, setelah &lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2008/12/ellias-picang-sang-juara-dunia.html"&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ellias Pical&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; merebut gelar juara dunia IBF kelas bantam yunior dengan menang KO ronde ke-8 atas Jo-do Chun (Korsel) pada 3 Mei 1985. Namun sayang, gelarnya tak bertahan lama karena Nico Thomas kemudian kalah KO di ronde 5 dari penantangnya Eric Chavez (Philipina), di Jakarta, 21 September 1989. Nico Thomas akhirnya harus melepas gelar juara dunia kelas terbang mini IBF yang sempat disandangnya selama 96 hari atau 13 minggu dan 5 hari.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-3140088414485208838?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/3140088414485208838/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=3140088414485208838&amp;isPopup=true' title='41 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/3140088414485208838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/3140088414485208838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/04/nico-thomas-juara-dunia-hanya-tiga.html' title='Nico Thomas, Juara Dunia Tiga Bulan'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SdjnVKboWOI/AAAAAAAAAQ0/Eim6rrfqIXY/s72-c/NicoThomas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>41</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-7245425726905150080</id><published>2009-04-03T14:45:00.002+07:00</published><updated>2009-04-16T20:38:55.649+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peristiwa'/><title type='text'>Peristiwa Lapangan Banteng, Kerusuhan di Musim Kampanye</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SdW_TCgTjPI/AAAAAAAAAQs/dWaN3Ki1MWY/s1600-h/banteng.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 216px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SdW_TCgTjPI/AAAAAAAAAQs/dWaN3Ki1MWY/s320/banteng.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5320368868618898674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah amuk meledak menjelang Pemilu tahun 1982. Tanggal 18 Maret 1982, terjadi bentrokan antara para simpatisan partai PPP dengan pendukung Golkar di Lapangan Banteng, Jakarta. Tetap tak jelas mengenai asal-muasal keributan tersebut bisa terjadi. Apalagi ketika itu semua kebenaran sepenuhnya dipegang oleh pemerintah, dan ketika orang yang menyuarakan perbedaan dianggap sebagai pihak yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti api yang menjalar, kerusuhan segera merembet ke luar lapangan. Aksi segera berubah menjadi perusakan dan penjarahan terhadap mobil-mobil maupun toko-toko dan gedung-gedung yang berada di sekitar lokasi. Aparat Brimob dan ABRI turun ke lapangan untuk mengendalikan massa. Situasi dikuasai aparatur keamanan pada pukul 18.30.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amuk di Lapangan Banteng itu terjadi justru setelah Pangkopkamtib Laksamana Sudomo melaporkan situasi keamanan kepada &lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2008/10/presiden-soeharto.html"&gt;Presiden Soeharto&lt;/a&gt;. Ketika itu antara lain diperingatkan agar ketiga kontestan yakni PPP, Golkar dan PDI tetap waspada terhadap usaha sisa-sisa G30S/PKI dan golongan ekstrim lainnya yang akan memanfaatkan situasi terutama pada saat massa berkumpul. Menurut Sudomo golongan tersebut bekerja dengan cara melancarkan agitasi dan provaksi kepada massa atau secara langsung melakukan tindakan fisik untuk mengacau keamanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kejadian tersebut, aparat keamanan kemudian menangkap 318 orang, 274 orang di antaranya sebagian besar pelajar SD, SMP dan SMA yang kemudian dilepaskan karena dianggap hanya ikut-ikutan dan masih di bawah umur. Sisanya, sebagian besar simpatisan PPP segera diproses untuk kemudian akan diajukan ke pengadilan. Menurut informasi yang beredar di kalangan pers, tak kurang dari tujuh orang meninggal sia-sia dalam peristiwa tersebut. Namun Sudomo menolak berita tersebut dan mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa Lapangan Banteng tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam keterangan resmi dari pemerintah melalui  Pangkopkamtib Sudomo, peristiwa tersebut merupakan bagian dari suatu rencana yang telah disiapkan sebelumnya oleh suatu kelompok ekstrim. Dan bertujuan selain menggagalkan kampanye Golkar di Lapangan Banteng Jakarta juga demoralisasi Golkar dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI, suatu organisasi pemuda yang bernaung di bawah Golkar), dan lebih lanjut untuk mencapai sasaran yang bersifat "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;strategis-politis-subversif&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sasaran tersebut antara lain untuk mendesain suatu kekacauan yang sama di seluruh Indonesia dengan tujuan menggagalkan Pemilu 1982. Selain itu untuk menggoyahkan pemerintahan dan mendiskreditkan pemerintah, sehingga tercipta kondisi di mana rakyat tidak percaya lagi kepada pemerintah dan oposisi menentang/melawan pemerintah makin meningkat untuk selanjutnya menggulingkan dan mengganti pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut penjelasan pemerintah itu walau telah diungkapkan keterlibatan simpatisan maupun anggota PPP dalam peristiwa pengacauan tersebut namun tidak berarti PPP sebagai organisasi telah terlibat. Ditegaskan juga oleh Pangkopkamtib bahwa anggota PPP yang bersangkutan bertindak di luar garis kebijaksanaan PPP dan atas tanggungjawab sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-7245425726905150080?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/7245425726905150080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=7245425726905150080&amp;isPopup=true' title='38 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7245425726905150080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7245425726905150080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/04/peristiwa-lapangan-banteng-kerusuhan-di.html' title='Peristiwa Lapangan Banteng, Kerusuhan di Musim Kampanye'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SdW_TCgTjPI/AAAAAAAAAQs/dWaN3Ki1MWY/s72-c/banteng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>38</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-8115342230630179969</id><published>2009-04-01T23:23:00.001+07:00</published><updated>2009-04-01T23:26:08.756+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lain-lain'/><title type='text'>Warkop DKI, 5 Become 1</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SdOVlnp8R1I/AAAAAAAAAQk/cVMxvzdVJYk/s1600-h/dki.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 234px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SdOVlnp8R1I/AAAAAAAAAQk/cVMxvzdVJYk/s320/dki.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5319760058387285842" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bermula dari iseng, 5 pemuda mencoba membuat acara untuk siaran di Radio Prambors. Bertajuk Obrolan Santai di Warung Kopi yang disiarkan setiap hari Jum’at malam pukul 20.30 - 21.15. Mereka adalah Dono atau Wahjoe Sardono, Kasino (Kasino Hadiwibowo), Indro (Indrodjojo Kusumonegoro), Nanu (Nanu Mulyono) dan Rudy Badil, yang terakhir kemudian menjadi wartawan senior Kompas. Tak disangka acara tersebut ternyata mendapat banyak sambutan sehingga kemunculannya selalu dinanti pendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berangkat dari popularitasnya di Radio Prambos mereka lalu sepakat untuk berpindah ke panggung. Maka mulailah mereka merintis karir dari panggung ke panggung, dari pesta perpisahan SMA hingga ke hotel. Di saat itulah kemudian nasib menggariskan lain, salah satu personel mereka Nanu harus menghadap Tuhan, setelah penyakit lever menderanya. Setelah itu disusul Rudy Badil juga memutuskan keluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka kemudian juga sepakat untuk mengganti nama mereka sebagai Warkop DKI. DKI selain plesetan dari singkatan Daerah Khusus Ibukota selain juga akronim dari nama para personel. Pergantian nama ini sekaligus membebaskan mereka dari kewajiban membayar royalti seperti ketika masih menggunakan embel-embel Prambors di belakang mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencermati gaya lawakan Warkop DKI, tak ada hal yang terlalu serius untuk dipikirkan. Lawakan mereka masih banyak menampilkan hal-hal yang berbau slapstic. Mengolok-olok fisik orang lain, dalam hal ini Dono yang (maaf) bibirnya maju, sering kita temukan. Atau menertawakan kesialan teman yang jatuh lalu tertimpa tangga kadang masih juga memancing tawa. Faktanya adalah humor yang seperti ini banyak ditemukan hingga sekarang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan satu lagi yang sering ditemukan dalam setiap penampilan Warkop adalah penampilan gadis-gadis cantik. Hampir dalam setiap film-filmnya Warkop tidak lupa menampilkan adegan di pantai yang tentu saja menampilkan wanita-wanita berbusana minim dan seksi. Dalam film-filmnya banyak artis-artis yang juga terlibat seperti Eva Arnaz, Meriam Bellina, Ira Wibowo, Lia Warokka, Aminah Cendrakasih, Nurul Arifin dan Sally Marcellina untuk menyebut beberapa nama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petualangan di layar perak dimulai tahun 1979 lewat filmnya Mana Tahaaan, yang disutradarai oleh Nawi Ismail. Dalam film ini Warkop yang masih diperkuat oleh Nanu bermain bersama Elvy Sukaesih, Rahayu Effendi. Rentang waktu karya mereka di tahun 1979 hingga 1994 tersebut , Warkop DKI telah menghasilkan 34 judul film layar lebar. Film-film Warkop memang sukses menangguk penonton. Salah satu filmya: Kesempatan Dalam Kesempitan yang dirilis tahun 1985, bahkan menjadi film terfavorit tahun tersebut, dan hanya kalah dari film Pengkhianatan G 30 S/PKI. Lewat film itu juga trio Warkop DKI menjadi artis termahal dengan honor Rp. 15.000.000 per film. Suatu jumlah yang wah pada saat itu. Namun demikian kebanyakan film Warkop tidak dapat diedarkan secara internasional karena masalah pelanggaran hak cipta, yaitu digunakannya musik oleh komponis Henry Mancini tanpa izin atau mencantumkan namanya dalam credit film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki era televisi swasta, Warkop tampil di televisi dalam format sinetron komedi 30 menit, yaitu lewat Warkop Millenium. Tentu saja masih membawa pakem lama, menghadirkan cewek-cewek cantik dan segar. Namun kemudian nasib menggariskan lain. Tahun 1997 Salah satu personel yaitu Kasino tutup usia. Kemudian menyusul Dono meninggal dunia tahun 2001. Maka tinggallah Indro sebagai satu-satunya personel Warkop yang masih tersisa, yang mencoba untuk tetap menebar tawa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-8115342230630179969?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/8115342230630179969/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=8115342230630179969&amp;isPopup=true' title='26 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8115342230630179969'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8115342230630179969'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/04/warkop-dki-5-become-1.html' title='Warkop DKI, 5 Become 1'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SdOVlnp8R1I/AAAAAAAAAQk/cVMxvzdVJYk/s72-c/dki.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>26</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-7363573163144574737</id><published>2009-03-30T19:43:00.004+07:00</published><updated>2009-03-30T19:45:41.172+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tragedi'/><title type='text'>Tragedi Tanjung Priok, Air Mata Tumpah di Priok</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SdC-f_riblI/AAAAAAAAAQc/MEgKWoXQJPA/s1600-h/tragedi.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 220px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SdC-f_riblI/AAAAAAAAAQc/MEgKWoXQJPA/s320/tragedi.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5318960616803823186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tanggal 12 September 1984, sesuatu terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti semua tragedi lain yang tetap menyisakan air mata. Tanggal itu akan dikenang sebagai hari yang kelam dalam perjalanan bangsa Indonesia. Tragedi Tanjung Priok yang telah menimbulkan pertumpahan darah, jiwa yang melayang. Jumlah korban dalam tragedi masih simpang siur, menurut hasil investigasi tim pencari fakta, SONTAK (SOlidaritas Nasional untuk peristiwa TAnjung prioK), diperkirakan sekitar 400 orang tewas, belum terhitung yang luka-luka dan cacat (www.ummah.net). Sementara menurut Komnas HAM dalam laporannya yang dimuat di Tempo Interaktif menyatakan korban sebanyak 79 orang yang terdiri dari korban luka sebanyak 55 orang dan meninggal 24 orang. Sementara keterangan resmi pemerintah korban hanya 28 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi bermula di hari Senin, 10 September 1984. Seorang oknum Anggota Babinsa Koja Selatan menyinggung perasaan ummat Islam. Ia masuk ke dalam masjid tanpa melepas sepatu, menyiram dinding mushala dengan air got. Warga marah dan motor oknum tersebut dibakar. Buntutnya, empat orang pengurus mushala diciduk Kodim. Mereka Achmad Sahi, Syafwan Sulaeman, Syarifuddin Rambe dan M. Nur. Upaya persuasif yang dilakukan ulama tidak mendapat respon dari aparat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12 September 1984, malam hari di Jalan Sindang, Tanjung Priok, diadakan tabligh. Ribuan orang berkumpul juga meminta agar agar aparat melepas empat orang yang ditahan terdengar semakin keras. Ikut dalam acara itu Amir Biki, Syarifin Maloko, Yayan Hendrayana. Dalam khotbahnya menuntut pada aparat keamanan untuk membebaskan empat orang jemaah Mushola As Sa’adah yang ditahan. Sampai jam sebelas malam tidak ada jawaban dari Kodim, malah tank dan pasukan didatangkan ke kawasan Priok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, lepas jam sebelas malam, massa mulai bergerak menuju markas Kodim.&lt;br /&gt;Massa yang bergerak ke arah Kodim, di depan Polres Metro Jakarta Utara, dihadang oleh satu regu Arhanud yang dipimpin Sersan Dua Sutrisno Mascung di bawah komando Kapten Sriyanto, Pasi II Ops. Kodim Jakarta Utara. Tanpa peringatan terlebih dahulu, tentara mulai menembaki jamaah dan bergerak maju. Gelegar senapan terdengar bersahut-sahutan memecah kesunyian malam. Aliran listrik yang sudah dipadamkan sebelumnya membuat kilatan api dari moncong-moncong senjata terlihat mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah peristiwa, aparat TNI melakukan penggeledahan dan penangkapan terhadap orang-orang yang dicurigai mempunyai hubungan dengan peristiwa Tanjung Priok. Korban diambil di rumah atau ditangkap disekitar lokasi penembakan. Semua korban sekitar 160 orang ditangkap tanpa prosedur dan surat perintah penangkapan dari yang berwenang. Keluarga korban juga tidak diberitahu atau diberi tembusan surat perintah penahanan. Para korban ditahan di Laksusda Jaya Kramat V, Mapomdam Guntur dan RTM Cimanggis. Semua korban yang ditahan di Laksusda Jaya, Kodim, Guntur dan RTM Cimanggis mengalami penyiksaan, intimidasi dan teror dari aparat. Bentuk penyiksaan antara lain dipukul dengan popor senjata, ditendang, dipukul dan lain-lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai sekarang siapa yang harus bertanggung jawab dalam peristiwa itu tetaplah tanda tanya (berbagai sumber).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-7363573163144574737?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/7363573163144574737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=7363573163144574737&amp;isPopup=true' title='40 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7363573163144574737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7363573163144574737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/03/tragedi-tanjung-priok-air-mata-tumpah.html' title='Tragedi Tanjung Priok, Air Mata Tumpah di Priok'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SdC-f_riblI/AAAAAAAAAQc/MEgKWoXQJPA/s72-c/tragedi.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>40</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-7951635981180576131</id><published>2009-03-24T22:40:00.002+07:00</published><updated>2009-03-24T22:41:31.935+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><title type='text'>Tabloid Monitor, Tentang Sekwilda dan Bupati</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Scj_IECV2uI/AAAAAAAAAQU/tGAIOXxBUuk/s1600-h/monitor.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 219px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Scj_IECV2uI/AAAAAAAAAQU/tGAIOXxBUuk/s320/monitor.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316779874098469602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tabloid Monitor hidup karena Arswendo Atmowiloto. Tapi Tabloid Monitor juga mati karena Arswendo Atmowiloto. Mula-mula Monitor terbit 1972-73, dikelola oleh TVRI. Tapi dia hanya bertahan sampai 24 nomor, lalu istirahat gara-gara oplahnya cuma 10 ribu. Monitor mencoba bangkit lagi pada 1980, tapi kembali terempas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian datanglah Arswendo. Di tangan Arswendo, alias Wendo, Monitor melejit menjadi tabloid hiburan yang laris. Empat tahun lalu, nomor perdana dicetak 200 ribu eksemplar, dengan harga Rp 300. Rupanya, tabloid "paling panas di Jakarta" itu berhasil meluncur mulus di tengah persaingan ketat. Berkat sentuhan jurnalistik bergaya lheer ala Arswendo, jadilah Monitor sebagai tabloid seks yang paling ser di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya dalam 10 edisi, Monitor meroket hingga 450 ribu eksemplar. Lalu pada bulan ke-5, menembus angka 640 ribu. Sesudah itu, laju kenaikannya mulai pelan, dan mencapai puncaknya pertengahan tahun lalu, konon 782 ribu eksemplar, berharga eceran Rp 500. Lalu ada tanda-tanda menurun. Arswendo mungkin bisa memaklumi ihwal kejenuhan pasar. Namun, agar tak berlarut-larut, dia katrol tabloidnya dengan peluncuran Monitor Minggu (MM), yang terbit setiap Sabtu pagi. Suatu gebrakan hebat. Belum ada tabloid yang mengisi akhir pekan. Alhasil, MM meluncur berselang-seling dengan Monitor mulai November tahun lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi penampilan, MM masih tetap perpegang pada pakem Arswendo: apalagi kalau bukan Sekwilda (sekitar wilayah dada), Bupati (buka paha tinggi-tinggi) dan kode buntut. Namun, agaknya, gara-gara kelahiran sang adik, Monitor reguler sempat terganggu oplahnya, turun jadi 600 ribuan. Tapi Wendo boleh tersenyum. MM punya tiras lebih dari 240 ribu eksemplar. Kalau ditotal, toh lebih dari 800 ribu eksemplar seminggu, cukup dekat dengan angka "keramat" Wendo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa mayoritas pembaca Monitor adalah kelompok konsumen yang bukan berkantung tebal, itu antara lain bisa tergambar dari peta iklannya. Masalah perbankan, asuransi, komputer, real estate, misalnya, jarang tampil di situ. Yang banyak dipajang di Monitor adalah advertensi obat batuk, obat pusing, sampo, atau iklan media. Petunjuk lain: kolom ramalan kode buntut itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya, kode buntut, itu hanya salah satu kiat Wendo untuk menjaring pembaca lebih banyak. Tapi kiat yang paling pokok, dan dilakukan Arswendo secara konsisten, adalah mengundang, sensasi lewat paha dan dada. Dia mengakui bahwa jurnalistiknya memang berkiblat pada seks.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain gambar-gambar panas, lewat Monitor Wendo juga menjual gosip di kalangan artis. Untuk menggali gosip-gosip itu secara lebih tuntas, dia kerahkan artis-artis juga. Titiek Puspa, Emilia Contessa, dan Grace Simon adalah artis-artis yang pernah dipakai Arswendo. "Mereka dibayar Rp 2 juta sebulan," ujar Bambang Suwondo dari Litbang Gramedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi Monitor mati muda. Tahun 1990 karena dianggap menghina agama maka Tabloid monitor dibredel. Dan Arswendo pun dipenjara, lima tahun lamanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-7951635981180576131?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/7951635981180576131/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=7951635981180576131&amp;isPopup=true' title='37 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7951635981180576131'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7951635981180576131'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/03/tabloid-monitor-tentang-sekwilda-dan.html' title='Tabloid Monitor, Tentang Sekwilda dan Bupati'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Scj_IECV2uI/AAAAAAAAAQU/tGAIOXxBUuk/s72-c/monitor.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>37</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-8239090527328942463</id><published>2009-03-22T20:21:00.001+07:00</published><updated>2009-03-22T20:24:42.941+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olah raga'/><title type='text'>Mardi Lestari, Manusia Tercepat di Asia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScY8CLaeLNI/AAAAAAAAAQM/TxGKQJogXZk/s1600-h/crossing-the-finish-line.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 253px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScY8CLaeLNI/AAAAAAAAAQM/TxGKQJogXZk/s320/crossing-the-finish-line.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5316002418278673618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika kecil dia lebih menyukai sepakbola ketimbang atletik. Mardi Lestari putra Jawa kelahiran Binjai, Sumatera Utara, 19 Januari 1967. Dari lintasan atletik bertaraf lokal akhirnya dia berhasil melanglang buana di tingkat internasional, berpacu dengan pelari-pelari papan atas dunia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Olimpiade Seoul 1988 di lintasan atletik Stadion Olimpiade Seoul, Korea Selatan Mardi Lestari adalah  satu-satunya wakil benua Asia yang masih bertahan dari 16 pelari yang masuk semifinal lomba 100 meter atletik olimpiade. Dengan waktu 10,32 detik yang dicatat saat babak kedua seri keenam dia masuk babak semifinal bersama dengan Carl Lewis (AS), Ben Johnson (Canada), Linford Christie (Inggris). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya pada babak pertama, Mardi berhasil masuk tiga besar seri ke tiga dengan catatan waktu 10,40 detik. Di depan Mardi ada pelari pemegang rekor dunia waktu itu, Calvin Smith (AS) dengan waktu 10,28 detik dan berselisih 0,01 detik dengan sprinter Attila Kovacs dari Italia yang menyentuh finish dalam 10,39 detik. Sebelum Mardi Lestari, pelari Indonesia yang juga pernah menembus semifinal Olimpiade adalah sprinter Purnomo Mohammad Yudhi yang dicapai pada Olimpiade Los Angeles 1984. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah prestasi 1988 Mardi ini, tidak seorang pelari Indonesia pun mampu lolos ke semifinal kejuaraan tingkat dunia, termasuk pada kejuaraan dunia atletik. Mardi mencatat prestasi fenomenal lain: merebut medali emas 100 dan 200 meter SEA Games, pekan olahraga kawasan Asia Tenggara yaitu Sea Games tahun 1989 yang berlangsung di Kuala Lumpur. Dia mencatat waktu 10,41 detik (100 meter) dan 21,00 detik (200 meter). Mardi juga mencetak hattrick pada 100 meter karena dia menjuarai juga nomor itu ketika SEA Games berlangsung di Manila 1991 dan di Singapura 1993. Tahun 1987 Mardi merebut medali perak nomor ini, kalah dari Suchart Jaisuraparp dari Thailand. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pentas PON XII di Jakarta, dari lintasan atletik Stadion Madya Senayan dia membuat sensasi. Hari itu 20 Oktober 1989, dia memecahkan tiga rekor sekaligus yaitu rekor PON, nasional, dan Asia pada nomor paling bergengsi 100 meter.&lt;br /&gt;Mardi Lestari mengukir waktu 10,20 detik pada jarak 100 meter. Catatan waktu ini lebih cepat 0,08 detik dari rekor Asia sebelumnya yang dipegang oleh Li Tao dari Cina. Catatan waktu ini juga 0,12 detik dari rekor nasional lama ini yang diukir Mardi Lestari sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk tingkat nasional catatan Mardi segudang. Selain rekor nasional yang sedikitnya lima kali dipecahkannya (untuk 100 dan 200 meter) Mardi juga meraih gelar juara nasional. Pekan olahraga empat tahunan, PON, juga dua kali dikuasainya. Pada PON XII tahun 1989 dia merebut dua medali emas, juga dari nomor spesialisasinya 100 dan 200 meter. Ini diulanginya empat tahun kemudian pada PON XIII tahun 1993. Prestasinya yang dicatat dengan tinta emas ini mengantarnya menjadi Olahragawan Terbaik tahun 1988 dan 1989 pilihan para wartawan olahraga yang tergabung dalam Siwo/PWI.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-8239090527328942463?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/8239090527328942463/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=8239090527328942463&amp;isPopup=true' title='42 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8239090527328942463'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8239090527328942463'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/03/mardi-lestari-manusia-tercepat-di-asia.html' title='Mardi Lestari, Manusia Tercepat di Asia'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScY8CLaeLNI/AAAAAAAAAQM/TxGKQJogXZk/s72-c/crossing-the-finish-line.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>42</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-1508537050135571260</id><published>2009-03-20T06:11:00.002+07:00</published><updated>2009-03-20T06:14:18.752+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><title type='text'>Anita Cemerlang, Yang Muda yang Bercinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScLRty6TITI/AAAAAAAAAPk/qB0InUMODks/s1600-h/anita.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 237px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScLRty6TITI/AAAAAAAAAPk/qB0InUMODks/s320/anita.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5315041094941221170" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Anita sering dikenal dengan wajahnya yang cantik. Sesosok gadis remaja, berwajah bersih, dan bermata indah. Selalu nampak tersenyum, meski sesekali bermuka muram. Namanya Anita Cemerlang. Maaf, saya sedang bercerita tentang majalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Majalah remaja Anita dan kemudian menjadi Anita Cemerlang, adalah majalah dua mingguan dan terkemuka di dekade 80, terbit sejak Januari 1979 hingga tahun 2002. Anita langsung mendapat sambutan dari kalangan pembaca, terutama remaja, karena hanya sedikit dari majalah yang mengkhususkan menampilkan cerpen atau cerbung di setiap edisinya. Dengan pangsa pasar anak remaja, yaitu usia SMA hingga bangku kuliah awal, Anita Cemerlang tampil beda dengan majalah yang ada yang biasanya hanya menyajikan cerpen sebagai sisipan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anita tampil dengan ciri khasnya yaitu dengan tampilan cover berupa lukisan sesosok wajah, tentu saja wanita dan cantik. Kadang Anita muncul dengan paras artis terkenal waktu itu seperti Paramitha Rusady, Desi Ratnasari atau Nurul Arifin, namun tetap dalam bentuk lukisan cat air, dan bukan foto. Tim pelukis sampul ada beberapa orang, yang karyanya tampil bergantian. Sampul itu harus jadi tiga hari sebelum cetak, sehingga para pelukis itu harus bisa berkarya di bawah tekanan tenggat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal terbitnya, majalah ini dikomandani antara lain oleh Kurniawan Junaedhie dan Yanie Wuryandari, lalu masuk pula Adhie Massardi. Tak lama setelah itu, juga ada Adek Alwi, yang kemudian menjadi pengasuh terlama di Anita, mencapai hampir 10 tahun. Selain itu tercatat juga nama Bens Leo yang belakangan dikenal sebagai pengamat musik Indonesia pernah menjadi pemimpin redaksi Anita. Pada masa keemasannya, Anita sempat terbit tiga kali sebulan, dengan tiras mencapai 65 ribu eksemplar setiap kali terbit. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang pertengahan tahun 1990-an Anita mulai tergoda juga untuk meninggalkan ciri khasnya selama ini. Persaingan yang tajam di antara ceruk majalah remaja membuat Anita mulai mencoba sesuatu yang baru. Selain tampil dengan ciri khasnya fiksi khas remaja, Anita juga mulai menampilkan artikel nonfiksi, membahas tentang mode, fashion, film, sampai gosip artis. Saat itu Anita Cemerlang juga sudah mulai memajang foto-foto model pria, layaknya majalah muda lainnya yang ada seperti Aneka, Kawanku atau Gadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengalami masa jaya selama beberapa tahun, pamor majalah ini mulai menyurut. Terutama disebabkan sejumlah faktor, di antaranya persaingan dengan media lain yang kian ketat. Termasuk maraknya internet, yang turut merubah kebiasaan membaca dari majalah konvensional ke era digital. Majalah ini kemudian tutup pada tahun 2002.  &lt;br /&gt;Meski hanya majalah yang bercerita tentang dunia remaja, persoalan cinta segala problemanya, namun Anita memiliki peran cukup penting dalam dunia kepenulisan di Indonesia. Yaitu perannya yang cukup besar dalam menumbuhkembangkan bibit-bibit penulis muda potensial. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa di antaranya kelak menjadi para penulis yang cukup diperhitungkan, baik di bidang fiksi maupun di ranah jurnalistik. Ada nama-nama seperti Gus tf Sakai, Agus Noor, Sujiwo Tejo, Donatus A Nugroho, Leila Chudori, Nestor Rico Tambunan, Kurnia Effendi, Gola Gong, Gustin Suradji atau Zara Zattira ZR.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-1508537050135571260?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/1508537050135571260/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=1508537050135571260&amp;isPopup=true' title='48 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1508537050135571260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1508537050135571260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/03/anita-cemerlang-yang-muda-yang-bercinta.html' title='Anita Cemerlang, Yang Muda yang Bercinta'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScLRty6TITI/AAAAAAAAAPk/qB0InUMODks/s72-c/anita.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>48</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-7740586564965378876</id><published>2009-03-16T16:10:00.004+07:00</published><updated>2009-04-16T20:34:39.483+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peristiwa'/><title type='text'>Peristiwa Lampung, Percik Api di Talangsari</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sb4YBimQP3I/AAAAAAAAAPc/HSwujOBdhBo/s1600-h/talangsari.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 306px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sb4YBimQP3I/AAAAAAAAAPc/HSwujOBdhBo/s320/talangsari.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313711025089953650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebuah surat tiba di hari senja. Surat yang dikirim tertanggal 1 Februari 1989 itu bertanda tangan dari Kepala Dukuh Karangsari. Ditujukan kepada Komandan Koramil (Danramil) Way TePara, Kapten Soetiman, yang menyatakan bahwa di dukuhnya ada orang-orang yang melakukan kegiatan mencurigakan. Yang disebut sebagai orang-orang itu adalah Warsidi dan kelompok pengajian yang menamakan diri sebagai Komando Mujahidin Fisabilillah, berlokasi di Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Way Jepara, Lampung Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karenanya pada 6 Februari 1989 pemerintah setempat melalui Musyawarah Pimpinan Kecamatan (MUSPIKA) yang dipimpin oleh Kapten Soetiman (Danramil Way Jepara) merasa perlu meminta keterangan kepada Warsidi dan pengikutnya. Berangkatlah sebuah rombongan dari Kantor Camat Way Jepara, menuju kompleks kediaman Anwar. Dipimpin oleh May. Sinaga memimpin, Kepala Staf Kodim Lampung Tengah. Rombongan besar terdiri dari Kapten Soetiman, Camat Zulkifli Malik, Kapolsek Way Jepara Lettu (Pol.) Dulbadar, Kepala Desa Rajabasa Lama Amir Puspamega, serta sejumlah anggota Koramil dan hansip. Seluruhnya berjumlah sekitar 20 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terjadi kesalahpahaman di antara dua kelompok yang menyulut bentrokan. Kedatangan Kapten Soetiman disambut dengan hujan panah dan perlawanan golok. Dalam bentrokan tersebut Kapten Soetiman tewas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tewasnya Kapten Soetiman membuat Komandan Korem (Danrem) 043 Garuda Hitam Lampung Kolonel AM Hendropriyono mengambil tindakan terhadap kelompok Warsidi. Sehingga pada 7 Februari 1989, 3 peleton tentara dan sekitar 40 anggota Brimob menyerbu ke Cihideung, pusat gerakan. Menjelang subuh keadaan sudah dikuasai oleh ABRI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut data Komite Solidaritas Mahasiswa Lampung (Smalam), tim investigasi dan advokasi korban peristiwa Talangsari, setidaknya 246 penduduk sipil tewas dalam bentrokan tersebut. Sementara menurut Komite untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) menyebut 47 korban dapat diidentifikasi jenazahnya, dan 88 lainnya dinyatakan hilang. Jumlah yang sesungguhnya masih misterius. Menurut buku Talangsari 1989, Kesaksian Korban Pelanggaran HAM Lampung, terbitan Lembaga Studi Pers dan Pembangunan dan Sijado, korban berjumlah 300 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan anak buah dan pengikut Warsidi ditangkap. Sampai kini para korban peristiwa Talangsari masih hidup dalam stigma Gerakan Pengacau Keamanan (GPK), Komunitas Antipemerintah atau Islam PKI. Mereka terus menanggung beban sosial di masyarakat, dan tidak mendapatkan hak sebagai warga negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapakah sesungguhnya kelompok Jemaah Warsidi tersebut? Di sebut-sebut keompok pengajian itu banyak mengkritisi pemerintahan Orde Baru yang dinilai gagal menyejahterakan rakyat. Mereka juga mengecam asas tunggal Pancasila, yang mereka nilai sebagai biang kemelaratan rakyat Indonesia. Jemaah Warsidi mengecam pemerintah yang gagal menyejahterakan rakyat dan gagal menciptakan keadilan, konomi hanya dikuasai kaum elite yang dekat dengan kekuasaan. Jemaah Warsidi kemudian menyimpulkan Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) adalah produk gagal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanggapi peristiwa Talangsari berdarah tersebut &lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2008/10/presiden-soeharto.html"&gt;Presiden Soeharto&lt;/a&gt; seperti disampaikan Ketua MUI Hasan Basri, seusai menghadap Kepala Negara di Bina Graha mengatakan, “janganlah karena perbuatan sekelonmpok kecil orang, merusak nama baik umat Islam yang besar jumlahnya di Indonesia" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apapun pertumpahan darah di antara sesama pemilik negeri ini sungguh sangat mahal harganya. Dugaan terjadinya pelanggaran HAM oleh aparat hingga kini juga masih tetap misteri. Korban penyerbuan aparat keamanan terhadap kelompok Warsidi pun hingga kini terpecah dalam dua kelompok. Satu kelompok yang menamakan dirinya Korban Kekerasan Militer di Lampung (Koramil) menuntut agar Komnas HAM menyelesaikan secara hukum kasus pelanggaran berat HAM pada kasus tersebut. Kelompok lainnya, yang menamakan diri Forum Persaudaraan Antar Umat (Format) dan Gerakan Ishlah Nasional (GIN), menuntut Komnas membiarkan mereka menyelesaikan persoalan melalui pendekatan kekeluargaan dengan para pelakunya (berbagai sumber).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-7740586564965378876?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/7740586564965378876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=7740586564965378876&amp;isPopup=true' title='58 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7740586564965378876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7740586564965378876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/03/peristiwa-lampung-api-di-talangsari.html' title='Peristiwa Lampung, Percik Api di Talangsari'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sb4YBimQP3I/AAAAAAAAAPc/HSwujOBdhBo/s72-c/talangsari.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>58</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-7402345486625878699</id><published>2009-03-14T21:37:00.001+07:00</published><updated>2009-03-14T21:42:14.165+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>Vina Panduwinata, Burung Camar yang Centil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SbvCJ5hVOUI/AAAAAAAAAPU/2387fJlWLIw/s1600-h/vina.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 199px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SbvCJ5hVOUI/AAAAAAAAAPU/2387fJlWLIw/s320/vina.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5313053660728867138" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dia dikenal dengan gaya centilnya. Kecentilan itu tidak saja pada gaya fisik, wicara, tapi juga pada vokalnya yang serak-serak manja, plus selingan desah mesra. Gayanya yang khas membuat Vina sempat menjadi ikon pop era 1980-an. Penyanyi-penyanyi pendatang baru di dekade 80 pun sempat meniru-niru gaya Vina tersebut. Dan terinspirasi oleh kecentilan Vina itulah kemudian musisi Dodo Zakaria melahirkan lagu Di Dadaku Ada Kamu. Menurut Dodo, Vina memang pas membawakan lagu lincah dan centil. Ternyata memang benar, lewat album ke tiga Vina yang berjudul Cerita Ceria (1984) tersebutlah semakin menegaskan warna vokal Vina yang genit, dengan lirik-lirik jenaka dan bermelodi riang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlahir dengan nama Vina Dewi Sastaviyana Panduwinata, lahir di Bogor 6 Agustus 1959. Dibesarkan dalam keluarga pecinta musik, bakat menyanyi Vina agaknya menurun dari sang ibu yang berdarah Ambon - Manado, Albertine Supit. Ayahnya R Panduwinata, yang diplomat membawa Vina kecil untuk berpindah-pindah negara mengikuti mengikuti tugas ayahnya. Banyak yang tidak tahu, sewaktu tinggal di Jerman pada usia SMA Vina pernah membuat rekaman single di perusahaan rekaman RCA Hamburg, Jerman, yaitu Java dan Single Bar (1978) serta Sorry Sorry dan Touch Me (1979).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Vina yang selagi muda mengidolakan Dionne Warwick, Samantha Sang, Barbara Streisand, dan Karen Carpenter pertama kali mengeluarkan album berjudul Citra Biru di tahun 1981. Pada album perdana tersebut Vina berkerja sama dengan musisi musisi Mogi Darusman. Di album tersebut terdapat hits Citra Biru yang merupakan karya James F Sundah, musisi yang banyak menghasilkan hits seperti Lilin-Lilin Kecil yang dibawakan oleh Crisye, serta Sakuku Rata yang mengorbitkan Ruth Sahanaya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian album ke dua Vina dirilis tahun 1982 berjudul Citra Pesona. Di album itu Vina banyak mendapat sentuhan dari musisi papan atas semacam Dodo Zakaria, James F Sundah, plus penata musik Addie M.S. Album yang mulai melambungkan nama Vina itu berisi lagu antara lain "September Ceria", "Dunia yang Kudamba", "Resah", dan "Kasmaran".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Burung Camar yang dirilis tahun 1985, merupakan lagu yang begitu identik dengan Vina, sampai-sampai dia mendapat julukan sebagai Si Burung Camar. Tentang sebutan itu adalah  Koes Hendratmo yang memulainya sewaktu final Festival Lagu Populer Nasional (1985). Selain itu Vina juga masih mempunyai sederet hits, sebut saja: Surat Cinta, Cium Pipiku, Kumpul Bocah, Ratu Sejagat, Aku Melangkah Lagi, September Ceria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menghasilkan solo album Vina juga pernah tergabung dalam grup Rumpies bersama Trie Utami, Malyda dan Atiek CB, menghasilkan hits Nurlela. Di luar album, Vina berjaya di ajang festival. Tiga kali berturut-turut ia mendapat gelar penyanyi berpenampilan terbaik pada Festival Lagu Populer Nasional. Tahun 1983 ia menang lewat lagu Salamku Untuknya ciptaan Adji Soetama dan Irianti Erningpradja. Kemudian Aku Melangkah Lagi (Santoso Gondowidjojo, 1984), serta Burung Camar (Aryono Huboyo Djati dan Iwan Abdulrachman, 1985).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga di era 1990-an, Vina masih tetap populer lewat lagu seperti Rasa Sayang Itu Ada pada 1991. Di tahun 1992 Vina mengeluarkan single Mutiara yang Hilang lagu yang pernah dipopulerkan Ernie Djohan pada akhir 1960-an. Vina juga pernah berduet dengan Broery Pesulima lewat lagu Bahasa Cinta, dan tahun 1995 ia mempopulerkan lagu Aku Makin Cinta ciptaan Loka M Prawiro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dedikasi dan prestasinya sepanjang hidupnya yang diperuntukan bagi music, Anugerah Musik Indonesia (AMI) memberi penghargaan Lifetime Achievement 2006.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-7402345486625878699?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/7402345486625878699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=7402345486625878699&amp;isPopup=true' title='30 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7402345486625878699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7402345486625878699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/03/vina-panduwinata-burung-camar-yang.html' title='Vina Panduwinata, Burung Camar yang Centil'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SbvCJ5hVOUI/AAAAAAAAAPU/2387fJlWLIw/s72-c/vina.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>30</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-6757233415141633689</id><published>2009-03-12T21:20:00.002+07:00</published><updated>2009-03-12T21:23:57.093+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>Franky &amp; Jane, Balada Dua Bersaudara</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sbka4TR7bgI/AAAAAAAAAPM/FtQLm-jRlHc/s1600-h/Franky_-_di_ladang_bunga.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 188px; height: 300px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sbka4TR7bgI/AAAAAAAAAPM/FtQLm-jRlHc/s320/Franky_-_di_ladang_bunga.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5312306790010678786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia memilih pergi dengan kereta malam. Sebab ada rindu pada orang tuanya yang sudah tidak tertahankan. Lalu dengarkan dia bersenandung lirih: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Duduk di hadapanku seorang ibu/dengan wajah sendu, sendu kelabu/penuh rasa haru ia menatapku/seakan ingin memeluk diriku/dia lalu bercerita tentang/anak gadisnya yang t'lah tiada/karna sakit dan tak terobati/yang wajahnya mirip denganku…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi itu hanya syair lagu Perjalanan yang dibawakan duet Franklin Hubert Sahilatua &amp; Jean Maureen Sahilatua yang popuper di tahun 1970-1980-an silam. Franky &amp; Jane kakak beradik bermarga Sahilatua pertama dikenal publik lewat album mereka yang berjudul Musim Bunga. Sebenarnya album yang diproduksi tahun 1978 tersebut adalah album ke dua dari nyong Ambon kelahiran Surabaya tersebut, namun baru di album Musim Bunga tersebutlah mereka mulai populer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Duo tersebut  segera menyita perhatian publik karena pilihan warna musiknya yang berbeda dari warna kebanyakan. Warna country dan lagu-lagu balada yang diusung duo tersebut, dengan musik yang sederhana. Acuh tapi manis Dengan suara gitar yang sangat menonjol, sedikit sentuhan aksentuasi dram, sedang suara biola memberi suasana dan latar belakang. Franky sendiri dengan terus terang mengakui banyak dipengaruhi John Denver, sedang Jane baik warna suara maupun kecenderungannya dalam menginterpretasikan lagu condong pada Melani yang cenderung meliuk-liuk dan merintih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari segi lirik, lagu-lagu Franky &amp; Jane hanya sedikit yang berbicara tentang cinta. Tapi Franky &amp; Jane berhasil membuktikan bahwa meski tidak menjual cinta, namun mereka tetap bisa eksis. Simak saja judul-judul seperti Jaka Tarub, Bis Kota, Kepada Angin dan Burung-Burung tidak semuanya berisi lagu cinta platonis. Seperti halnya puisi-puisi Taufiq Ismail yang banyak dibawakan oleh Bimbo, demikian juga Franky &amp; Jane banyak membawakan puisi dari Yudhistira Ardi Nugraha. Lihat saja dari 12 lagu di album Musim Bunga, 6 di antaranya adalah puisi karya Yudhistira Ardi Nugraha: Dari Sepi Ke Sepi Kembali, Perjalanan, Nyanyian, Benua Baru, Pelabuban, Pekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Franky juga secara santun berani mengungkapkan ketidakadilan dalam masyarakat, satu hal yang sangat dianggap tabu di masa itu. Paling tidak, dia menunjukkan ke khayalak bahwa country tak hanya bisa akrab dengan cowboy-cowboy di Amerika. Bahkan album country daerahnya memperoleh penghargaan di ajang kompetisi bergengsi AMI (Anugerah Musik Indonesia). Keberhasilan album-album Franky &amp; Jane, mulai dari Musim Bunga, Kepada Angin, hingga Burung-Burung, Dan Ketuk Semua Pintu, Panen Telah Datang, Di Ladang Bunga, Siti Julaeka, membuktikan bahwa pilihan music country-nya bukanlah pilihan asal tampil beda, tapi merupakan kesatuan semangat nyanyian hati seperti menyatunya petani dengan sawah ladang serta kicau burung di antara derai tawa anak-anak desa dan menyatunya pohon-pohon dengan suara kecipak air sungai, suasana alam pedesaan yang menawan. Simak saja syair  Kepada Angin dan Burung-Burung:“…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kepada angin dan burung-burung/matahari bernyanyi/tentang daun dan embun jatuh/sebelum langit terbuka&lt;/span&gt;…” atau pada lagu Semusim Sekali: “…&lt;span style="font-style:italic;"&gt;senda gurau gadis tani/kicau burung yang bernyanyi/pada musim petik buah/di gunung jadi riang dan berseri&lt;/span&gt;…”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Franky memulai karier bermusiknya pada 1973 di Bengkel Musik "Lemon Trees" yang bermarkas di Surabaya. Di sana dia bertemu dengan musisi-musisi kawakan pada masanya, sebut saja Gombloh, Leo Kristi dan Arthur Kaunang. Meski Franky tidak bertahan lama di bengkel musik tersebut, namun harus diakui pergaulan Franky dengan mereka mampu memberikan pengalaman yang sangat berharga bagi kelangsungan karirnya. Dan tahun 1977 dia memutuskan untuk merantau ke Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dikenal karena duonya dengan Jane, Franky juga mencoba bersolo karier. Awal debutnya menghasilkan album Balada Wagiman Tua yang dirilis pada tahun 1982, berturut-turut beberapa album dihasilkan, salah satunya Lelaki &amp; Telaga berhasil mendapat simpati dari masyarakat. Selain itu, Franky juga sempat menciptakan lagu Kemesraan yang dibawakan oleh Iwan Fals, lagu yang sempat menjadi lagu wajib anak-anak muda di tahun 1980-an. Selain itu keberhasilan lagu 'Terminal', 'Orang Pinggiran', dan 'Menangis', tak lepas dari pertemanannya dengan Iwan Fals atau Emha Ainun Nadjib yang menyumbangkan lagu 'Perahu Retak'-nya kepada Franky Sahilatua.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-6757233415141633689?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/6757233415141633689/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=6757233415141633689&amp;isPopup=true' title='30 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/6757233415141633689'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/6757233415141633689'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/03/franky-jane-balada-dua-bersaudara.html' title='Franky &amp; Jane, Balada Dua Bersaudara'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sbka4TR7bgI/AAAAAAAAAPM/FtQLm-jRlHc/s72-c/Franky_-_di_ladang_bunga.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>30</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-8756022237344599532</id><published>2009-03-10T23:23:00.002+07:00</published><updated>2009-03-10T23:28:18.054+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>Novel Anak, Tidak Mudah Bercerita Kepada Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SbaU9NevE3I/AAAAAAAAAOs/pUOMBUvJmeM/s1600-h/kid+reading.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 317px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SbaU9NevE3I/AAAAAAAAAOs/pUOMBUvJmeM/s320/kid+reading.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5311596589841585010" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bagi Anda yang duduk di bangku SD pada tahun 1980-an pasti Anda ingat dengan nama-nama pengarang seperti Dwiyanto Setyawan, Djoko Lelono, K. Usman, Mansur Samin, A. Soeroto, dan para penulis cerita anak yang lain. Mereka adalah deretan pengarang-pengarang yang pernah merasakan periode emas sastra anak-anak, dulu di dekade 80 silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dwiyanto Setyawan, pengarang dari Kota Batu, Jawa Timur, pada era 1980-an juga sempat mengecap kejayaan. Pria kelahiran 12 Agustus 1949 itu telah menerbitkan lebih dari 60 judul novel anak sejak ia memulai karier kepenulisannya di tahun 1972. Yang paling fenomenal tentu saja salah satu novel yang berjudul Sersan Grung-Grung: Penyamar Ulung (1982). Novel tersebut terus mengalami cetak ulang hingga beberapa kali dan menyentuh 8.000 eksemplar. Sedangkan rata-rata novelnya yang lain antara 3.000 - 5.000 eksemplar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu Dwiyanto Setyawan juga dikenal lewat Kelompok 2&amp;1 karyanya terbit pada rentang waktu 1984 - 1985 dengan judul, antara lain Kelompok 2 &amp; 1: Ancaman Surat Berantai (1984), Sang Pengintai (1985), dan Rahasia Pesan Serigala (1985). Dwiyanto banyak mengusung topik-topik detektif, petualangan, pembentukan geng anak-anak, misteri serta aksi-aksi memecahkan rahasia. Karena hal-hal yang berbau detektif dan misteri memang sangat disukai oleh anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang sama juga dilakukan oleh pengarang Djoko Lelono. Anda tentu kenal Astrid yang mencari pencuri lukisan dan terlontar ke masa Kerajaan Majapahit dalam judul Rahasia di Balik Lukisan. Judul lainnya yaitu Terlontar ke Masa Lalu, serta Penculikan Tamu Negara (1985) yang menceritakan penculikan terhadap Presiden Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada juga nama-nama pengarang lain yang mewarnai tahun 1980-an seperti A. Soeroto yang terkenal dengan karya-karyanya seperti Tuti Menemukan Jalannya, Men Sane in Corpore Sano, Mencari Arca Domas atau Mansur Samin dalam Telaga Di Kaki Bukit, Kesukaran Terkalahkan, Penakluk Lubuk Larangan, S. Baya lewat karya-karyanya: Desa di Kaki Bukit, Doli yang Berjasa. Atau pengarang-pengarang yang selama ini dikenal sebagai novelis untuk orang dewasa juga sempat menghadirkan karya-karya untuk anak-anak seperti Maria A Sardjono, K. Usman, Zawawi Imron, Andy Wasis, Marga T.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menguasai teknik penulisan cerita anak yang menarik menjadi tantangan para pengarang karena cerita anak seolah identik dengan kesan menggurui. &lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2009/03/si-kuncung-sahabat-anak-anak.html"&gt;Soekanto SA&lt;/a&gt; pernah menceritakan pengalamannya sewaktu menjadi redaktur Si Kuncung. Menurut pengalamannya kebanyakan yang berkontibusi ke majalah yang dikelolanya adalah para guru. Para guru itu, kata Soekanto, ketika menulis cerpen tidak bisa melepas kebiasaannya yang menggurui atau instruktif, Akibatnya cerita itu seolah mengandung instruksi-instruksi sehingga anak-anak akan kehilangan minat baca. Walau semula ia juga berpendapat seperti itu, Soekanto mencoba mengatasinya. Dalam karya-karyanya ia menyajikan cerita yang berbicara tentang kehidupan. Dia memperkenalkan anak-anak tentang kehidupan sesuai dengan pemahamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekanto juga menuliskan cerita-cerita humor. Selain memberikan kesenangan yang bisa memikat anak-anak, menurut Soekanto, humor bisa memberikan optimisme kepada mereka. Ia juga menandaskan bahwa anak-anak tidak suka digurui. Tapi, mereka harus berbahagia di masa kecilnya dan itu diperoleh dari bacaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak mudah menulis cerita untuk anak-anak. Hal ini karena para pengarang dituntut untuk membawakan cerita dengan gaya bahasa yang mudah dicerna dan tidak bertele-tele serta mudah dimengerti. Selain itu juga harus memperhatikan durasi, cerita yang terlalu panjang biasanya membuat anak-anak mudah bosan. Dan yang lebih penting pengarang harus terbiasa menggunakan logika anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian banyak pengarang yang dengan cerdik menyelipkan ilmu pengetahuan yang dibungkus dengan cerita yang menarik. Pengarang yang cerdik akan mengemasnya sedemikian rupa sehingga anak-anak tidak akan merasa digurui. Seperti kita temukan pelajaran tentang beternak kelinci dalam Rumah Kelinci karya Bung Smas, tentang membuat bonsai dalam Pohon Ajaib (Emy Affandy), tentang pembuatan gula merah dalam Semanis Nira (Ni Luh Swandari), pengetahuan tentang minyak bumi dalam Lumpur Berminyak (A.Soeroto), atau pengetahuan tentang membuat kecap dalam Kembalikan Ayah Kami (Nimas Herning).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang sangat menunjang dalam novel anak-anak adalah ilustrasi. Cerita yang baik biasanya didukung oleh ilustrasi yang baik pula yang turut menunjang imajinasi anak. Banyak para pengisi gambar yang terlibat dalam mendukung novel anak, dan di antaranya mungkin anda sangat familiar seperti Hidayat Said, Suyadi, Riyadi AS, Syahwil hingga sekaliber Ipe Ma’ruf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun sayang, masa keemasan sastra anak di tahun 1980-an itu kini memudar. Penyebabnya apalagi kalau bukan menyebarnya karya-karya terjemahan pengarang luar. Anak-anak sekarang lebih menyukai novel-novel terjemahan seperti Harry Poeter, belum lagi serbuan komik Jepang seperti Detektif Conan, Crayon Sinchan atau Naruto.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-8756022237344599532?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/8756022237344599532/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=8756022237344599532&amp;isPopup=true' title='29 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8756022237344599532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8756022237344599532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/03/novel-anak-tidak-mudah-bercerita-kepada.html' title='Novel Anak, Tidak Mudah Bercerita Kepada Anak'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SbaU9NevE3I/AAAAAAAAAOs/pUOMBUvJmeM/s72-c/kid+reading.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>29</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-5688809026634877106</id><published>2009-03-05T13:02:00.003+07:00</published><updated>2009-03-05T13:23:24.211+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TVRI'/><title type='text'>Pak Tino Sidin dan Gemar Menggambar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sa9sKP9ckDI/AAAAAAAAAOc/zl7bePIssdE/s1600-h/tino+sidin.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 183px; height: 266px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sa9sKP9ckDI/AAAAAAAAAOc/zl7bePIssdE/s320/tino+sidin.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5309581409031852082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Menggambar adalah ibarat mengeja abjad-abjad, sedangkan melukis bagaikan mengarang novel. Demikian pernah dikatakan Pak Tino Sidin. Masih selalu dengan trade mark-nya, berbaret hitam dengan kuncir dan cangklong hitam buatan Denmark yang kadang selalu terselip di bibir. Tentang koleksi baret-baret itu konon dua dari 10 baretnya merupakan hadiah dari orang nomor satu di negeri ini waktu itu, siapa lagi kalau bukan Presiden Soeharto. Tak hanya Soeharto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Daoed Joesoef juga pernah memberi hadiah baret untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tino Sidin merupakan putra Jawa kelahiran Sumatera yaitu Tebingtinggi, Sumatera Utara 25 November 1925. Dia tutup usia pada usia sekitar 70 tahun, pada 29 Desember 1995 di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta dan dimakamkan di Pemakaman Kwaron, Desa Ngestiharjo, Bantul, Yogyakarta. Seperti halnya Leonardo da Vinci, demikian juga Tino Sidin sejak kecil sudah menunjukkan kegemarannya melukis, meski ditentang oleh orang tuanya karena dianggap tidak akan mampu menghidupinya kelak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MengenangTino Sidin, tentu saja kita ingat pada acara yang diasuhnya di TVRI yaitu Gemar Menggambar. Semula acara Gemar Menggambar hanya disiarkan di Stasiun TVRI Yogyakarta pada 1976-1978, sebelum kemudian dilanjutkan di TVRI Jakarta setiap Minggu sore untuk program serupa hingga beberapa tahun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tino Sidin yang lulusan Akademi Seni Rupa Indonesia (ASRI) Yogyakarta itu tak lupa selalu memuji setiap karya lukisan bocah-bocah yang dikirimkan kepadanya pada Gemar Menggambar di TVRI. Bagi Tino Sidin tak ada lukisan anak-anak yang buruk, karena setiap karya lukisan mempunyai karakter unik sendiri-sendiri. Karena prinsipnya adalah membuat bocah-bocah itu suka menggambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecintaan Tino Sidin pada dunia lukis dan anak-anak tersebut sungguh bertolak belakang dengan kehidupan masa lampaunya yang penuh dengan kekerasan. Latar belakang pada masa-masa revolusi kemerdekaan memang membuat Tino Sidin ikut berjuang dalam situasi kekerasan yang jauh berbeda dengan masa-masa kedekatannya dengan anak-anak melalui seni lukis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab dia pernah ikut andil dalam perang revolusi kemerdekaan dengan menjadi anggota Polisi Tentara Divisi Gajah Dua Tebingtinggi. Tahun 1945. Tidak hanya itu, pada masa-masa pergerakan revolusi setelah kemerdekaan, yaitu  tahun 1946 hingga 1949 ia ikut terlibat lagi dengan bergabung menjadi anggota Tentara Pelajar Brigade 17 Yogyakarta, bersama-sama dengan para pejuang dalam mempertahankan kemerdekaan RI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah dia sepenuhnya percaya bahwa seni akan membuat orang, terutama anak-anak akan menjadi halus dan dengan demikian akan jauh dari hal-hal yang berbau kekerasan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-5688809026634877106?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/5688809026634877106/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=5688809026634877106&amp;isPopup=true' title='35 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/5688809026634877106'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/5688809026634877106'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/03/pak-tino-sidin-dan-gemar-menggambar.html' title='Pak Tino Sidin dan Gemar Menggambar'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/Sa9sKP9ckDI/AAAAAAAAAOc/zl7bePIssdE/s72-c/tino+sidin.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>35</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-2788846783576754719</id><published>2009-03-03T00:18:00.001+07:00</published><updated>2009-03-03T00:23:03.854+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olah raga'/><title type='text'>Olimpiade Seoul 1988 dan Medali Pertama Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SawV6dcl2pI/AAAAAAAAAOU/gHigmfGZ72k/s1600-h/160px-1988summerolympicslogo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 229px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SawV6dcl2pI/AAAAAAAAAOU/gHigmfGZ72k/s320/160px-1988summerolympicslogo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5308642154844117650" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Olimpiade 1988 diselenggarakan di Seoul Korea Selatan pada 17 September - 2 Oktober 1988. Ibu kota Negeri Ginseng tersebut terpilih setelah pada pemilihan tahun 1981 mengalahkan kandidat kuat lain termasuk kota Nagoya Jepang. Olimpiade ke 24 tersebut diikuti oleh 9.421 atlet dari 160 negara atau lebih besar dalam hal jumlah peserta maupun negara kontestan dibandingkan dengan Olimpiade sebelumnya, meski juga diwarnai dengan pemboikotan oleh 4 negara yaitu  Korea Utara, Kuba, Ethiopia dan Nikaragua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di ajang multievent dunia tersebut, tim merah putih pertama kali tampil pada Olimpiade 1952 di Helsinki Finlandia. Sebelum Olimpiade Seoul, Indonesia praktis hanya sebagai penggembira saja karena tidak ada medali pun yang bisa dipanen dari ajang tersebutt. Namun demikian yang patut dicatat adalah peristiwa membanggakan saat timnas Indonesia berhasil menahan tim sepakbola Uni Soviet dalam Olimpiade Melbourne 1956. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Olimpiade Tokyo 1964 yang merupakan Olimpiade pertama di benua Asia, Indonesia justru menuai aib karena dilarang tampil sebagai akibat  tidak mengundang Israel dan Taiwan pada penyelenggaraan Asian Games IV di Jakarta 1964. Bahkan pada Olimpiade Moskow 1980, Indonesia melakukan aksi pemboikotan sebagai akibat tekanan dari Presiden AS Jimmy Carter yang berkampanye secara internasional untuk memboikot olimpiade tersebut, karena ulah invasi Soviet ke Afghanistan tahun 1979.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olimpiade Seoul tersebut memang menjadi olimpiade bersejarah bagi Indonesia. Di pesta olahraga itu, pertama kalinya Indonesia dapat medali, meski hanya perak dari panahan. Adalah trio pemanah putri Indonesia yakni Nurfitriyana Saiman, Kusuma Wardhani, dan Lilies Handayani menyumbang medali perak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kabar keberhasilan kontingen Indonesia tersebut segera menyebar ke tanah air. Ribuan masyarakat Jakarta menyambut dengan antusias kedatangan para Srikandi tersebut setibanya di Bandara Cengkareng. Bahkan Presiden Soeharto secara khusus juga mengundang trio srikandi panahan ini secara resmi di Istana Negara, sebagai apresiasi Kepala Negara terhadap keberhasilan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasilan trio pemanah tersebut seakan menjadi pionir bagi atlit-atlit Indonesia di ajang Olimpiade. Apalagi setelah pada Olimpiade selanjutnya yaitu di Atlanta tahun 1992 cabang olahraga andalan Indonesia yaitu bulu tangkis secara resmi dipertandingkan di Olimpiade. Pada Olimpiade Atlanta tersebut untuk pertama kalinya Indonesia meraih 2 medali emas melalui Alan Budi Kusuma dan Susi Susanti. Selain 2 emas, cabang bulu tangkis juga menyumbangkan 2 perak dan 1 perunggu. Pada Olimpade selanjutnya tradisi emas Indonesia berhasil tetap dipertahankan, untuk menjaga merah putih tetap berkibar dan Indonesia Raya tetap berkumandang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Olimpiade Seoul 1988, Indonesia berada di urutan 36 di atas dua negara Asia Tenggara yakni Thailand dan Filipina yang berada di urutan 46. Juara umum diraih oleh Rusia yang ketika itu masih bernama Uni Soviet dengan perolehan 55 emas 31 perak dan 46 perunggu. Diikuti oleh Jerman Timur dengan 37 emas 35 perak dan 30 perunggu. Sedangkan tuan rumah Korea Selatan berada di urutan 4 di bawah Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Olimpiade Seoul 1988 juga diwarnai dengan peristiwa yang mencoreng sportivitas dunia olahraga. Adalah sprinter dari Kanada Ben Johnson yang terbukti melakukan doping sehingga dari Kanada kemudian didiskualifikasi dan gelar medali emas dari nomor bergengsi 100 meter pun dibatalkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-2788846783576754719?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/2788846783576754719/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=2788846783576754719&amp;isPopup=true' title='42 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2788846783576754719'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2788846783576754719'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/03/olimpiade-seoul-1988-dan-medali-pertama.html' title='Olimpiade Seoul 1988 dan Medali Pertama Indonesia'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SawV6dcl2pI/AAAAAAAAAOU/gHigmfGZ72k/s72-c/160px-1988summerolympicslogo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>42</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-5656124434509627906</id><published>2009-03-01T00:11:00.004+07:00</published><updated>2009-03-01T02:03:43.704+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><title type='text'>Si Kuncung, Sahabat Anak-Anak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SalxoW5jieI/AAAAAAAAAOM/VB2c7fczM30/s1600-h/Si+Kuncung.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 239px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SalxoW5jieI/AAAAAAAAAOM/VB2c7fczM30/s320/Si+Kuncung.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5307898573988530658" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu siang di awal tahun 1980 yang cerah. Gadis kecil itu berbinar matanya menyambut Ayah yang baru pulang dari kantor, setelah tak sabar menunggu sejak pulang sekolah tadi. Kemudian bungkusan dari Ayah berpindah tangan, dia segera menyendiri di dalam kamar. Matanya asyik membaca kalimat-kalimat yang ada pada majalah di depannya. Hanya satu jam seluruh isi majalah telah habis dia baca dan dia harus bersabar menunggu hingga bulan berikutnya. Sebab majalah Si Kuncung kesayangannya hanya terbit sekali sebulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Kuncung adalah majalah anak-anak yang terbit di Jakarta. Kuncung yang legendaris itu banyak bertutur kepada anak-anak dengan mengambil kisah sederhana dari keseharian yang banyak berada di sekitar kita dan membumi. Tapi justru dari kesederhanaan itulah yang malah menjadi kekuatan Majalah Kuncung. Majalah Kuncung banyak mengambil inspirasi dari hal-hal kecil dalam kehidupan sehari-hari yang mungkin tidak akan ditemukan dalam cerita-cerita pada majalah anak-anak masa kini. Tentu saja Si Kuncung bertutur dengan cara pandang anak-anak, yang polos memandang dunia. Ada cerita &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mohammad Sobary (M. Sobary)&lt;/span&gt; tentang seekor monyet lucu peliharaannya yang mati karena tersengat listrik. Ada juga cerita “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Penunggu Hutan Jati&lt;/span&gt;” karangan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Trim Suteja&lt;/span&gt; yang menggambarkan bagaimana anak-anak desa yang  mengumpulkan ulat jati untuk digoreng dan kemudian dijadikan lauk makan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Suyono HR&lt;/span&gt; yang bercerita tentang anak-anak yang hidup di daerah Gunung Kidul, yang mengkonsumsi gaplek dan tiwul sebagai menu sehari-hari, mengumpulkan laron di awal musim untuk digoreng, disambal atau dioseng dijadikan lauk lalu dimakan. Laron adalah serangga kecil yang biasa dikonsumi oleh masyarakat Gunung Kidul hingga sekarang di samping juga belalang. Tentu hal-hal seperti itu tidak akan pernah menjadi perhatian bagi anak-anak kota yang mulai dijangkiti konsumerisme yang ditawarkan lewat televisi atau majalah. Sedangkan cerita bersambung “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pasukan Berani Mati&lt;/span&gt;”, karangan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Riyono Pratikto&lt;/span&gt; bercerita tentang sejumlah remaja yang di usia  belasan tahun yang memanggul senjata untuk mengusir penjajah di sekitar kawasan Ambarawa, bersetting masa perjuangan yang sungguh menggugah patriotisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan lembar-lembar tipis majalah Kuncung juga mengajak anak-anak belajar tentang keberagaman suku dan budaya Nusantara. Seperti berkenalan dengan orang Madura yang dalam cerita  bersambung "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Si Mulus Opelet Tua&lt;/span&gt;" karangan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Soekanto SA &lt;/span&gt; tentang suka dan duka seorang penarik oplet atau orang Flores yang dalam "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berburu Ikan Paus&lt;/span&gt;" karangan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ris Therik&lt;/span&gt;. Lalu cerita tentang anak Bali dalam buku "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Si Reka Anak Bali&lt;/span&gt;", dengan anak Minang dalam buku "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Si Jamal&lt;/span&gt;" atau "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pestol Si Mancil&lt;/span&gt;" dan tentu saja dengan anak Betawi dalam "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Berandal-berandal  Ciliwung&lt;/span&gt;" atau "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Si Dul Anak Betawi&lt;/span&gt;" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak penulis-penulis tenar atau yang di kemudian hari menjadi besar yang juga memajang karyanya di majalah Kuncung. Bagi Anda yang di masa kecil suka membaca tentu masih belum lupa dengan nama-nama  pengarang seperti &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;K. Usman, Mansur Samin,  H.B. Soepiyo, Trim Suteja, Suyono HR, Eddy Herwanto&lt;/span&gt; dan bahkan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Seto Mulyadi&lt;/span&gt; alias &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kak Seto&lt;/span&gt; yang kini dikenal sebagai Ketua Komnas Anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun membicarakan majalah Kuncung tentu saja identik dengan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Soekanto SA&lt;/span&gt;. Soekanto SA adalah salah pelopor sastra anak di negeri, yang punya peran signifikan dalam sejarah sastra anak Indonesia di tahun 1980-an. Soekanto kelahiran Tegal, Jawa Tengah 18 Desember 1930, sudah menekuni karier kepengarangan sejak 1950-an. Karya-karyanya banyak bertebaran di majalah Mimbar Indonesia, Kisah, dan Siasat sebelum kemudian dia dipercaya menjadi redaktur majalah Si Kuncung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Soekanto dikenal dekat dan mencintai anak-anak. Inspirasi Soekanto biasa datang dari dunia anak dan hal-hal yang kecil. Ada suatu cerita tentang seorang anak perempuan berusia  sembilan tahun pada suatu hari datang ke kantor Si Kuncung. Mula-mula anak itu bertanya kapan nomor terbaru Si Kuncung terbit. Lalu ia bercerita tentang ikan-ikan kesayangannya yang menggelepar-gelepar ketika tendangan bola adiknya menerjang akuarium. Anak itu bernama Gustini. Bertemulah ia dengan Pak Kanto, dan dari pertemuan singkat tersebut ia kemudian menulis serial &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hari-hari Bersama Gustini.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat sentuhannya cerita anak-anak selain menjadi bernilai sastra  tapi juga indah. Ada banyak pesan, pitutur dan nilai-nilai moral yang terendap di dalamnya. Atas dedikasinya pada cerita anak tersebut tahun 2003 Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) memberikan apresiasi berupa  penghargaan sebagai Tokoh Penulisan Cerita Anak Indonesia kepadanya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-5656124434509627906?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/5656124434509627906/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=5656124434509627906&amp;isPopup=true' title='40 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/5656124434509627906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/5656124434509627906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/03/si-kuncung-sahabat-anak-anak.html' title='Si Kuncung, Sahabat Anak-Anak'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SalxoW5jieI/AAAAAAAAAOM/VB2c7fczM30/s72-c/Si+Kuncung.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>40</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-2815439668218181208</id><published>2009-02-25T19:29:00.002+07:00</published><updated>2009-02-25T19:31:31.199+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>Wiro Sableng, Petualangan yang Tak Pernah Selesai</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SaU6Glv7sEI/AAAAAAAAAOE/I22PZgMN1e0/s1600-h/wiro-sableng.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 262px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SaU6Glv7sEI/AAAAAAAAAOE/I22PZgMN1e0/s320/wiro-sableng.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5306711620812779586" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dari atas bukit itu dia berdiri gagah menatap langit, pada awan-awan yang berarak-arak. Rambutnya panjang sebahu, diikat dengan kain. Bajunya  agak kumal, dulu mungkin pernah berwarna putih. Dadanya bidang tertulis rajah angka 212. Sebab dia adalah pendekar sakti Wiro Sableng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wiro Sableng yang terlahir dengan nama Wira Saksana merupakan tokoh fiksi rekaan Bastian Tito (23 Agustus 1945 - 2 Januari 2006). Melalui tangannya telah lahir ratusan episode petualangan Wiro Sableng di rimba persilatan. Wiro Sableng dikenal memiliki senjata andalan yaitu sebuah kapak besar bermata dua bergagang berupa seruling dan dengan ujung berbentuk kepala naga. Pada masing-masing mata kapak juga terukir angka 212. Dari mulut ukiran naga dapat menembakkan jarum-jarum beracun dengan jalan menekan tombol rahasia pada kapak. Sedangkan ‘seruling’ di gagang kapak dapat ditiup dan mengeluarkan suara yang sangat dahsyat. Selain itu Wiro juga dikenal memiliki berbagai ilmu kesaktian yang didapat dari guru-gurunya yang berbeda-beda selain dari Sinto Gendeng, yaitu Pukulan Harimau Dewa yang sanggup menghancurkan apa saja tanpa perlu mengeluarkan tenaga dalam, Pukulan Sinar Matahari yang konon dapat melumerkan borgol besi ataupun Pukulan Angin Es yang mampu membuat lawan tak dapat bergerak karena sangat kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai cerita fiktif, Bastian Tito tidak menyebutkan secara eksplisit dari jaman apakah Wiro ini berasal. Hanya misalnya dalam episode Maut Bernyanyi di Pajajaran diperkirakan bahwa tokoh ini memiliki setting waktu di era Kerajaan Pajajaran, meski tidak disebutkan pada masa raja siapa yang berkuasa pada saat itu. Bastian Tito tidak menggambarkan karakter Wiro ini sebagai tokoh yang selalu putih. Namun demikian pada beberapa seri disebutkan juga Wiro berada di era Mataram Kuno. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini digambarkan bahwa Wiro memiliki karakter urakan dan mata keranjang. Beberapa tokoh-tokoh lain juga digambarkan berkarakter abu-abu. Seperti Sang Guru Sinto Gendeng digambarkan sadis, suka membunuh musuhnya dengan kejam, tokoh Tua Gila yang pada masa mudainya doyan meniduri perempuan, kakak beradik Dewa Sedih dan Dewa Ketawa yang sifatnya berubah-ubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski menggunakan setting tempat di tanah Jawa, terkadang Bastian juga membawa pembacanya melawat ke berbagai penjuru seperti Sumatera, Madura atau Bali, bahkan hingga ke luar negeri Jepang dan Cina. Itu bisa kita baca pada seri Pendekar dari Gunung Fuji maupun Sepasang Manusia Bonsai. Dalam cerita Wiro Sableng ini Bastian sering menggunakan istilah-istilah bahasa daerah seperti mencong, beser. Demikian juga Bastian menciptakan satuan waktu yang mungkin tidak kita temukan dari cerita-cerita persilatan lain seperti sepeminuman teh, sepenanakan nasi, sepelemparan tombak, sepelemparan batu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan terkadang Wiro juga dibawa melampaui akal dan logika seperti dikisahkan terlempar pada masa 1200 tahun silam. Di negeri Latanahsilam itu, Wiro bertemu dengan tokoh-tokoh unik dengan ciri-ciri fisik yang juga unik. Misalnya tokoh Hantu Jati Landak yang merupakan perpaduan karakter tumbuhan badannya mirip kayu jati yang lurus, kaku dan kokoh dan hewan dengan kulit dipenuhi duri mirip landak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang petualangan Wiro ini harus berhenti di tengah jalan karena Bastian Tito kemudian dipanggil menghadap Tuhan. Bastian meninggalkan cerita yang tidak pernah selesai dan pesan seperti yang tertulis di salah satu episode:… &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kematian bagian dari semua insan. Nyawa manusia adalah semata milik Yang Maha Pencipta dan Maha Kuasa patut dihormati. Mengapa manusia terkadang bertindak mendahuluiNYA, membunuh manusia lain seolah dia yang menciptakan dan menghidupkannya. Jangan membuat sejuta alasan untuk menghalalkan kematian seorang insan. Sungguh besar tanggungjawab di dunia dan juga di akhirat.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-2815439668218181208?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/2815439668218181208/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=2815439668218181208&amp;isPopup=true' title='64 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2815439668218181208'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2815439668218181208'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/02/wiro-sableng-petualangan-yang-tak.html' title='Wiro Sableng, Petualangan yang Tak Pernah Selesai'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SaU6Glv7sEI/AAAAAAAAAOE/I22PZgMN1e0/s72-c/wiro-sableng.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>64</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-8813386479435305340</id><published>2009-02-21T23:15:00.003+07:00</published><updated>2009-02-21T23:45:21.720+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lain-lain'/><title type='text'>Pemilu, Sebuah Pesta Demokrasi Semu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SaAtfi4hT3I/AAAAAAAAAN8/hODf5d14Bu4/s1600-h/pemilu.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 227px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SaAtfi4hT3I/AAAAAAAAAN8/hODf5d14Bu4/s320/pemilu.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5305290381005508466" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Pemilu di dekade 80-an hanyalah sebuah pesta demokrasi yang semu. Sebab kita hanya mencoblos gambar, sedang gambar tidak bisa mewakili siapapun, sebab gambar tidak bisa memperjuangkan nasib seseorang pun. Sebab pemilu di kala itu tidak seperti menebak pemenang sebuah pertandingan bola, sebab siapa pemenangnya sudah di depan mata. Sebab bagi rakyat, pesta yang sesungguhnya adalah pada saat arak-arakan dimulai. Saat berkeliling kota menggeber gas, saat polisi pun segan menegur meski tidak ada yang menggunakan helm, meski sambil menenggak arak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu di dekade 80-an diikuti oleh tiga partai saja. Yakni Golkar sebagai partai pemerintah, PDI dan PPP keduanya hanya sebagai pelengkap penderita. Sebab kedua partai itu memang terus dihalangi untuk tumbuh dan cenderung dikerdilkan. Golkar dengan dukungan dari birokrasi , PNS serta keluarga besar ABRI jelas bukan tandingan bagi kedua partai tersebut. Keluarga besar ABRI di sini termasuk putra-putri ABRI yang tergabung dalam FKPPI, purnawirawan dalam organisasi Pepabri, begitu pula janda dan istri prajurit, semuanya mendukung Golkar. Hal ini bisa dilihat dari para panglima kodam dan komandan kodim juga duduk sebagai anggota dewan penasihat atau dewan pertimbangan dalam kepengurusan Golkar di daerah. Soeharto sebagai penguasa Orde Baru rupanya menggunakan seluruh komponen untuk melanggengkan kekuasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilu 1982 dilangsungkan secara serentak pada tanggal 4 Mei 1982 di seluruh penjuru negeri. Pada Pemilu kali ini seperti sudah diduga perolehan suara dan kursi secara nasional Golkar meningkat, tapi tidak di Aceh, Golkar terjungkal. PPP sebagai satu-satunya partai yang berazaskan Islam merupakan daya tarik yang teramat kuat bagi masyarakat Aceh yang terkenal religius. Sementara di tingkat  nasional Golkar berhasil merebut tambahan 10 kursi sehingga  PPP dan PDI masing-masing kehilangan 5 kursi. Pada pemilu 1982 ini Golkar meraih 48.334.724 suara, PPP 20.871.880 dan PDI 5.919.702.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Pemilu 1987 diberlakukan aturan baru di mana semua partai harus memakai  asas tunggal Pancasila. Sebelum itu cuma Golkar yang jelas menyatakan Pancasila sebagai asasnya. Pemilu 1987 yang diselenggarakan 23 April 1987. Hasil Pemilu kali ini ditandai dengan kemerosotan terbesar PPP, yakni hilangnya 33 kursi dibandingkan Pemilu 1982, sehingga hanya mendapat 61 kursi. Penyebab merosotnya PPP antara lain karena tidak boleh lagi partai itu memakai asas Islam dan diubahnya lambang dari Ka'bah kepada Bintang dan terjadinya penggembosan oleh tokoh- tokoh unsur NU, terutama Jawa Timur dan Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu Golkar memperoleh tambahan 53 kursi sehingga menjadi 299 kursi. PDI, yang tahun 1986 dapat dikatakan mulai dekat dengan kekuasaan, sebagaimana diindikasikan dengan pembentukan DPP PDI hasil Kongres 1986 oleh Menteri Dalam Negeri Soepardjo Rustam, berhasil menambah perolehan kursi secara signifikan dari 30 kursi pada Pemilu 1982 menjadi 40 kursi pada Pemilu 1987 ini. Golkar mendapat 62.783.680 suara, PPP 13.701.428 dan PDI 9.384.708. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sorak-sorai masa kampaye pemilu terlewatkan sudah. Setelah itu rakyat kecil terlupakan. … (berbagai  sumber)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-8813386479435305340?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/8813386479435305340/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=8813386479435305340&amp;isPopup=true' title='35 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8813386479435305340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8813386479435305340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/02/pemilu-sebuah-demokrasi-semu.html' title='Pemilu, Sebuah Pesta Demokrasi Semu'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SaAtfi4hT3I/AAAAAAAAAN8/hODf5d14Bu4/s72-c/pemilu.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>35</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-2242502625038627179</id><published>2009-02-19T20:32:00.002+07:00</published><updated>2009-03-02T14:05:53.565+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lain-lain'/><title type='text'>Porkas dan Mimpi  Menjadi Jutawan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SZ1ftRb_aEI/AAAAAAAAANk/-n1ZBYvRBNI/s1600-h/money1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SZ1ftRb_aEI/AAAAAAAAANk/-n1ZBYvRBNI/s320/money1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5304501167491868738" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Berasal dari kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;forecast&lt;/span&gt;, pada tanggal 28 Desember 1985, Kupon Berhadiah Porkas Sepak Bola diresmikan, diedarkan, dan dijual. Porkas dimaksudkan menghimpun dana masyarakat untuk menunjang pembinaan dan pengembangan prestasi olahraga Indonesia. Porkas lahir berdasarkan UU No 22 Tahun 1954 tentang Undian, yang antara lain bertujuan agar undian yang menghasilkan hadiah tidak menimbulkan berbagai keburukan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Porkas masyarakat diminta untuk menebak M – S – K atau menang, seri, dan kalah. Porkas beredar hanya sampai tingkat kabupaten dan anak-anak di bawah usia 17 tahun dilarang menjual, mengedarkan, serta membelinya. Kupon Porkas ini terdiri atas 14 kolom dan diundi seminggu sekali, setelah 14 grup sepak bola melakukan 14 kali pertandingan. Jadwal pertandingan ditentukan oleh PSSI dari jadwal di dalam dan luar negeri. Setiap pemegang kupon yang tahun 1985 senilai Rp 300 menebak mana yang menang (M), seri (S), dan kalah (K). Penebak jitu 14 kesebelasan mendapat hadiah Rp 100 juta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 11 Januari 1986, penarikan pertama Porkas dilakukan. Sampai dengan akhir Februari tahun yang sama, dana bersih yang dikumpulkan dari penyelenggaraan Porkas ini mencapai Rp 1 miliar. Pertengahan tahun 1986, pengedaran Porkas dilakukan melalui sistem loket. Para distributor, agen, subagen yang terbukti melakukan penyimpangan dipecat oleh Yayasan Dana Bhakti Kesejahteraan Sosial (YDBKS), sebuah yayasan yang juga mengelola Undian Tanda Sumbangan Berhadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir tahun 1987, Porkas berubah nama menjadi Kupon Sumbangan Olahraga Berhadiah (KSOB) dan bersifat lebih realistis. Dalam SOB ada dua macam kupon, kupon berisi tebakan sepak bola. Kali ini yang ditebak pada kupon tidak lagi menang-seri-kalah seperti pada Porkas, tetapi juga skor pertandingan, bahkan skor babak pertama dan babak kedua. Kupon SOB kedua berisi tebakan sepak bola dan tebakan huruf. Dalam kurun waktu Januari-Desember 1987, SOB menyedot dana masyarakat Rp 221,2 miliar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertengahan bulan Juli 1988, Mensos Dr Haryati Soebadio dalam rapat kerja dengan Komisi VIII DPR menegaskan, kupon KSOB dan TSSB tahun 1988 diperkirakan menyedot Rp 962,4 miliar dana masyarakat. Artinya, meningkat empat kali dibandingkan dengan hasil penjualan tahun 1987. Tanggal 1 Januari 1989, SOB dan TSSB dihentikan dan diganti permainan baru bernama Sumbangan Dermawan Sosial Berhadiah (SDSB). Tujuan SDSB, menyumbang dengan beriktikad baik dan terbagi atas dua macam kupon; Kupon A seharga Rp 5.000 dengan hadiah Rp 1 miliar, dan Kupon B seharga Rp 1.000 dengan hadiah Rp 3,6 juta. Kedua kupon ini ditarik seminggu sekali dengan jumlah yang diedarkan 30 juta lembar (Kupon A sebanyak 1 juta lembar dan Kupon B sebanyak 29 juta lembar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetap, hasilnya adalah sama. Kupon ini diminati oleh semua kalangan, mulai dari pelajar, ibu rumah tangga sampai orang dewasa. Semua punya mimpi yang sama untuk kaya secara instan. Maka kuburan pun didatangi, orang pintar diwawancarai, bahkan orang gilapun ditanya: nomor berapa yang akan keluar besok.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-2242502625038627179?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/2242502625038627179/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=2242502625038627179&amp;isPopup=true' title='36 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2242502625038627179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2242502625038627179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/02/porkas-dan-mimpi-menjadi-jutawan.html' title='Porkas dan Mimpi  Menjadi Jutawan'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SZ1ftRb_aEI/AAAAAAAAANk/-n1ZBYvRBNI/s72-c/money1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>36</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-4876778676461728826</id><published>2009-02-15T00:10:00.005+07:00</published><updated>2009-03-03T00:24:23.536+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='olah raga'/><title type='text'>Galatama, Mimpi Menuju Pentas Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SZb7ybPRu9I/AAAAAAAAANU/t__We2oNNeQ/s1600-h/niac-mitra-2.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SZb7ybPRu9I/AAAAAAAAANU/t__We2oNNeQ/s320/niac-mitra-2.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302702454999202770" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai olahraga rakyat, sejarah sepakbola adalah setua , bahkan lebih tua dari negeri ini. Jauh sebelum PSSI lahir tahun 1920-an, di Indonesia sudah ada perkumpulan-perkumpulan sepakbola yang bertebaran di seluruh penjuru negeri. Seperti di Jakarta terdapat organisasi bernama VIJ, kemudian di Solo ada VVB, di Bandung BIVB, di Yogyakarta PSM,serta di Madiun MVB. Selanjutnya berdiri Jawa Voetbal Bond (JVB) di Solo dan Indonesisch Voetball Bond (IVB) berdiri di Surabaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melalui perbagai pertemuan yang di selenggarakan para tokoh sepakbola seperti Ir. Suratin , E. A. Mangindaan , akhirnya disepakati berdirinya organisasi induk yang diberi nama Persatuan Sepak Raga Seluruh Indonesia (PSSI) pada tahun 1931 dan berkedudukan di Mataram untuk selanjutnya dipindahkan ke ibu kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian di tahun 1979 PSSI menyelenggarakan kompetisi sepak bola semi-professional, diberi nama Liga Sepak Bola Utama disingkat menjadi Galatama. Resminya Galatama dilahirkan 8 Oktober 1978 dan mulai menggulirkan kompetisinya tahun 1979 diikuti oleh klub-klub profesional dan bersaing dengan Kompetisi Perserikatan yang sudah berjalan sejak 1931. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galatama tidak dibagi dalam beberapa divisi hanya pada musim 1990 dibagi 2 divisi. Hingga musim kompetisi 1982 PSSI mengizinkan penggunaan pemain asing di pentas Galatama. Ada satu orang pemain asing asal Singapura yang sangat tenar di kompetisi Galatama yaitu Fandi Ahmad yang memperkuat Niac Mitra Surabaya. Bersama Niac Mitra Fandi Ahmad berhasil membawa klubnya menjadi jawara di Galatama. Namun setelah itu Fandi Ahmad harus keluar dari Indonesia karena adanya regulasi larangan penggunaan pemain asing di Galatama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galatama semula diikuti hanya delapan klu. Selanjutnya berkembang terus dan meramaikan putaran kompetisi nasonal yang selama itu pelaksanaannya kurang teratur. Namun Galatama menimbulkan masalah baru, kareena klub-klub perserikatan menganggap kehadiran Galatama sebagai hal yang tidak menyenangkan, yang terlalu dimanjakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada awal-awal kompetisi, minat masyarakat bola cukup tinggi sehingga mampu menyedot setiap pertandingan. Namun di tengah-tengah minat yang tinggi itulah, klub-klub Galatama digerogoti pengaturan skor yang dilakukan oleh para petaruh/penjudi. Akibatnya beberapa pemain yang ketahuan kena suap, diajukan ke pengadilan, demikian juga para penyuapnya. Pamor Galatama dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Terlebih sejak dikeluarkannya pelarangan pemain asing, kemudian adanya kecurigaan main mata antarbeberapa klub, diperparah isu suap. Galatama bukan hanya ditinggalkan penonton, satu per satu klub pesertanya mengundurkan diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya itu, wajah sepakbola Indonesia kemudian menjadi semakin beringas. Ketidakpuasan terhadap kepemimpinan wasit, kekurangdewasaan penonton dalam menerima kekalahan dengan mudah dapat menyulut emosi. Kerusuhan demi kerusuhan begitu cepat berubah menjadi amuk. Apalagi hal ini diperparah oleh ketidaktegasan PSSI dalam bersikap pada setiap kasus kerusuhan, sehingga tidak juga menimbulkan efek jera. Akhirnya mimpi-mimpi sepakbola Indonesia menuju pentas dunia, seperti yang dulu dikampanyekan oleh PSSI-pun semakin jauh dari kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang musim kompetisi 1993-1994, tak banyak klub-klub Galatama yang bisa bertahan dari kesulitan finansial. Sungguh berbeda dengan tim-tim asal perserikatan yang masih bisa eksis karena ditopang dana APBD. Untuk menyelamatkan klub-klub Galatama tersebut, PSSI akhirnya melakukan sebuah revolusi dengan membuat sebuah kompetisi baru dengan menggabungkan tim perserikatan dengan Galatama yang dikenal dengan Liga Indonesia pada tahun 1994.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-4876778676461728826?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/4876778676461728826/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=4876778676461728826&amp;isPopup=true' title='36 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/4876778676461728826'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/4876778676461728826'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/02/galatama-mimpi-menuju-pentas-dunia.html' title='Galatama, Mimpi Menuju Pentas Dunia'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SZb7ybPRu9I/AAAAAAAAANU/t__We2oNNeQ/s72-c/niac-mitra-2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>36</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-3961108300874235789</id><published>2009-02-13T13:30:00.003+07:00</published><updated>2009-02-19T16:19:34.643+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>Nicky Astria, Meniti Nada-Nada Tinggi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SZUUV_N-KLI/AAAAAAAAANE/_5i3CdLcafY/s1600-h/nicky.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 245px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SZUUV_N-KLI/AAAAAAAAANE/_5i3CdLcafY/s320/nicky.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302166504278468786" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai anak bungsu dari 5 bersaudara, apalagi dia adalah satu-satunya anak perempuan, maka mojang Bandung kelahiran 18 Oktober 1967 ini sangat dimanjakan oleh orang tuanya. Dia bisa meminta apa saja tetapi tidak untuk menjadi penyanyi. Sebab ayahnya menginginkan anak-anaknya untuk menyelesaikan pendidikan setinggi mungkin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun semuanya berubah ketika suatu saat Deny Sabri seorang pemandu bakat menemukannya. Dia kemudian memilih jalur rock, dengan pertimbangan saat itu penyanyi rock wanita masih sedikit. Hanya  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Euis Darliah, Renny Jayusman,&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sylvia Sarche&lt;/span&gt; saja yang tercatat. Juga, dia berpikir bahwa wajahnya tidak terlalu cantik untuk menjadi penyanyi pop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka di pertengahan 1984, ketika usianya baru 17 tahun, dia bersiap menandatangani album rekaman. Ia pun mengubah namanya: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nicky Nastiti Karya Dewi&lt;/span&gt; menjadi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nicky Astria&lt;/span&gt;, yang artinya dewi keberuntungan. Album pertama itu berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Semua dari Cinta&lt;/span&gt;, dan musiknya digarap &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jelly Tobing&lt;/span&gt;. Di sinilah untuk pertama kalinya ia berkenalan dengan orang-orang musik macam &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ian Antono, Titiek Hamzah,&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Dodo Zakaria.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album pertama Nicky Astria tidak begitu sukses maka ia pun kembali masuk dapur rekaman, dan lahirlah album &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Jarum Neraka&lt;/span&gt;  pada tahun 1985. Di luar dugaan, album ini meledak, sesuatu yang sangat langka pada pasar lagu-lagu jenis pop rock. Album ini akhirnya berhasil meraih angka penjualan tertinggi dan melambungkan nama Nicky ke jajaran penyanyi pop rock kelas atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nicky memang muncul di saat yang tepat. Yaitu saat penyanyi senior Euis Darliah meninggalkan tanah air dan menetap di luar negeri, sementara pamor Renny Jayusman dan Sylvia Sarche sudah mulai memudar. Karena itu, pasar musik rock yang tengah lapar itu pun melahap album Nicky. Kebetulan lagu-lagu yang disuguhkan pun memenuhi selera penikmat musik di tanah air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu Jarum Neraka dan Tangan Setan  ciptaan Ian Antono dan Areng Widodo berhasil merajai pasar kaset tahun 1985 –1986. Selain berhasil meraup banyak keuntungan, Nicky pun berhasil meraih berbagai penghargaan. Sejak tahun 1985 hingga 1987, setiap tahun Nicky menyabet BASF Award sebagai Penyanyi Rock Wanita Terbaik. Dari album itu, ia juga berhasil meraih AMI Award. Dari dua albumnya yang dibuat pada tahun 1995 dan 1998, Nicky juga berhasil meraih predikat Penampilan Video Terbaik dan Penyanyi Terpopuler versi majalah musik Populer. Gelar Penyanyi Rock Wanita Terbaik juga diberikan oleh pembaca majalah Gadis selama lima kali berturut-turut yaitu tahun 1986-1991. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nicky Astria bukanlah sosok yang fanatik dengan satu arranger saja, di luar itu sejumlah arranger papan atas telah menjadi bagian penting bagi perjalanan musiknya. Sebut saja misalnya Yongki Suwarno yang menggarap album Gelombang Kehidupan, Gairah Jiwa ataupun Sawung Jabo walaupun hanya menggarap 1 album yaitu Matahari &amp; Rembulan, tetapi telah membentuk musik untuk Nicky Astria menjadi lebih terasa ke-Indonesiaan-nya, melalui aransemen musik yang dinamis dan kaya dengan bebunyian perkusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesuksesan yang terbangun di periode pertengahan tahun 1980an mencapai puncaknya di tahun 1995 melalui album Negeri Khayalan yang mencuatkan lagu Mengapa. Sesudah itu, perlahan-lahan album yang dihasilkan kurang mendapat response positif dari sisi komersial walaupun secara rutin masih saja menyapa penggemarnya melalui album Jangan Ada Angkara, Suka Kau, Samar Bayangan ditutup album Kemana tahun 2003. Setelah itu praktis tak ada lagi album yang dihasilkan sang rocker wanita itu. Namun demikian, sejarah mencatat bahwa Nicky Astria adalah rocker wanita tersukses di negeri ini jika dilihat dari jumlah album yang dihasilkan serta sisi komersial dalam jumlah album kaset/cd yang terjual.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-3961108300874235789?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/3961108300874235789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=3961108300874235789&amp;isPopup=true' title='31 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/3961108300874235789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/3961108300874235789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/02/nicky-astria-meniti-nada-nada-tinggi.html' title='Nicky Astria, Meniti Nada-Nada Tinggi'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SZUUV_N-KLI/AAAAAAAAANE/_5i3CdLcafY/s72-c/nicky.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>31</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-1872721130345246465</id><published>2009-02-08T12:10:00.003+07:00</published><updated>2009-02-19T16:20:21.552+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>Johnny Indo, Petualangan Perampok Budiman</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SY5qDwZjR2I/AAAAAAAAAM8/T9zNi9SW5e8/s1600-h/jo.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 269px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SY5qDwZjR2I/AAAAAAAAAM8/T9zNi9SW5e8/s320/jo.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5300290424225875810" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dengan tubuhnya jangkung dengan kulitnya yang bersih. Tutur katanya halus. Mungkin orang akan mengira dia hanyalah seorang lelaki biasa saja. Seorang ayah yang baik, yang mengajari PR bagi anak-anaknya, atau suami yang menyayangi istrinya. Apalagi  di masa mudanya di juga tampan. Dan dia indo, lahir di Garut Garut, 06 November 1948. Tapi siapa sangka dia adalah pimpinan kawanan perampok yang sangat disegani. Yohanes Hubertus Eijkenboom atau Johnny Indo.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johny Indo dan 12 anak buahnya yang ia beri nama “pachinko” alias pasukan china kota sangat disegani sebagai perampok yang malang melintang di Jakarta dan sekitarnya. Johnny Indo adalah spesialis perampok toko emas dan selalu melakukan aksi pada siang hari. Mereka yang merampok toko emas di Cikini, Jakarta Pusat, pada 1979. Perampokan ini menjadi berita yang menggemparkan karena gerombolan membawa lima pistol, satu buah granat, dan puluhan butir peluru. Johnny mengaku mendapatkan senjata api dari sisa-sisa pemberontakan RMS, PRRI atau DI TII.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengaku sebagai anak kampong, sesungguhnya Johnny Indo berasal dari keluarga miskin. Sejak kecil dia suka membaca buku termasuk petualangan Sunan Kalijaga yang sebelum menjadi wali  merupakan perampok, namun perampok untuk kebaikan semua dengan membagikan hasil rampokan kepada orang miskin. Atau tentang Si Pitung seorang perampok budiman dari Jakarta. Robbin Hood yang berkiprah di desa kecil bernama Nottingham, Inggris. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkali-kali pula Johny Indo mengulangi perbuatannya dan hasil jarahannya dia bagi-bagikan kepada masyarakat miskin. Namun sepandai-pandai tupai melompat sekali gagal juga. Pepatah itu nampaknya berlaku juga buat Johny Indo dan kelompoknya. Karena kekuranghati-hatian salah seorang anggota kelompoknya yang menjual emas, hasil barang jarahan sembarangan, satu demi satu anak buah Johny Indo dibekuk petugas. Johny Indo akhirnya tertangkap di Gua Kiansiantang, Sukabumi, Jawa Barat. Dia diganjar 14 tahun penjara dan dijebloskan ke penjara yang keamannya ekstra ketat Nusakambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata mendekam di Nusakambangan tidak membuat petualangan Johny Indo berakhir. Bersama 14 tahanan lainnya, Johny Indo membuat geger karena kabur dari sel. Hampir semua aparat keamanan waktu itu dikerahkan untuk menangkap Johny Indo dan kelompoknya. Namun setelah bertahan hingga dua belas hari, Johny Indo pun menyerah. Dia menyerah karena sudah berhari-hari tidak makan. Selain itu 11 tahanan yang melarikan diri bersamanya tewas diberondong peluru petugas. Kisah pelarian Johny Indo yang legendaries itu bahkan sempat diangkat ke layar film dengan Johny Indo sebagai bintangnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Johnny Indo yang dalam karirnya merampok pantang melukai korbannya selama di penjara itu banyak waktu luang, dari sana  mulai berfikir tentang jati diri, akhirnya selama dipenjara  banyak belajar agama Islam karena sebelumnya  beragama nasrani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini Johny Indo tinggal di daerah Sukabumi, Jawa Barat bersama istrinya, Vinny Soraya dan kedua putra-putrinya. Ia telah berubah. Ia menjalani kehidupan barunya sebagai seorang juru dakwah. Di saat senggang ia menghabiskan waktu dengan membenahi rumahnya yang sederhana sambil menunggu panggilan dakwah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-1872721130345246465?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/1872721130345246465/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=1872721130345246465&amp;isPopup=true' title='46 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1872721130345246465'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1872721130345246465'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/02/johnny-indo-petualangan-perampok.html' title='Johnny Indo, Petualangan Perampok Budiman'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SY5qDwZjR2I/AAAAAAAAAM8/T9zNi9SW5e8/s72-c/jo.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>46</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-4945283140219866062</id><published>2009-02-04T19:43:00.002+07:00</published><updated>2009-02-19T16:20:52.067+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TVRI'/><title type='text'>Ria Jenaka dan Pesan-Pesan Pembangunan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SYmN3g8unwI/AAAAAAAAAMk/fjS2pCZtfw0/s1600-h/ria.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 204px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SYmN3g8unwI/AAAAAAAAAMk/fjS2pCZtfw0/s320/ria.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5298922421455068930" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ijinkan saya bercerita tentang suatu keluarga yang aneh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ayah dengan tiga orang anaknya, laki-laki semua. Sang Ayah itu bernama Semar alias Sang Hyang Ismaya. Seorang ayah yang sudah mulai didera oleh tua. Ketika semua rambutnya sudah mulai tidak bersahabat, memutih seperti butir-butir kapas. Perutnya membuncit, dan pantatnya menggelembung. Dan dia terlalu jelek untuk dibandingkan dengan Arjuna misalnya. Tapi konon dia bukan manusia sembarangan, meskipun bukan berasal dari kasta yang tinggi. Karena selain bijaksana Semar juga sakti mandraguna, sebab konon dia adalah dewa yang menitis menjadi manusia. Dewa? Maaf, saya bercerita tentang wayang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan inilah anak-anaknya: Gareng. Dia anak yang tertua meskipun dia tidak bisa dijadikan panutan oleh adik-adiknya. Dia juga tidak rupawan. Matanya juling, hidung bulat seperti tomat, perut gendut, kaki pincang, tangannya juga tidak sempurna. Orang Jawa mengatakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ceko&lt;/span&gt;, dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;pronounce&lt;/span&gt; seperti kita mengucapkan negara Cheko. Dia selalu membawa sabit, seperti untuk menunjukkan bahwa dia merupakan representasi dari kalangan kawulo alit, rakyat kecil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adiknya  bernama Petruk, yang paling tinggi di antara keluarga. Hidungnya terlalu panjang untuk ukuran biasa dan jalannya juga tidak tegak, sebab kakinya tidak simetris. Rambutnya dikucir ke atas seperti ekor tikus. Di pinggangnya sering terselip kapak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Bagong adalah anak yang terkecil. Tubuhnya pendek, perutnya membesar dan mulutnya lebar tidak proporsional. Dengan wujudnya yang karikatural tersebut, peran Bagong diperankan dengan sangat pas oleh Ateng atau Kho Tjeng Lie seorang komedian di tahun 80-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktanya adalah semua anggota keluarga tersebut bisa dibilang abnormal secara fisik. Dalam dunia pewayangan mereka lebih sering berperan sebagai penghibur. Baik kepada para ksatria atau ndoro mereka Pandawa yang lelah bersengketa, atau kepada penonton yang mulai bosan melihat peperangan di antara kaum wayang, dan ingin segera melihat sinden yang bergoyang. Sebab sesuatu yang abnormal di negeri ini masih seringkali mengundang tertawa, ketika kekurangan secara fisik seperti tubuh yang cebol, atau kelebihan fisik seperti gigi yang maju seringkali dijadikan senjata untuk memancing kelucuan. Dan lawakan yang mengolok-olok fisik itu masih kerap mewarnai sejumlah dagelan hingga sekarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka keluarga Punakawan tersebut dulu sering muncul saban hari Minggu siang di layar TVRI. Dalam acara Ria Jenaka mereka tidak hanya bertutur dan mengundang tawa. Mereka terbiasa memparodikan kondisi teraktual masyarakat saat itu, atau konflik-konflik yang terjadi di antara anak-anak mereka, tentu saja dengan kemasan komedi alias tidak serius. Dan ujung-ujungnya tentu saja sudah bisa diduga, Semar yang datang memberikan petuah-petuah tentang hidup dan kehidupan. Tentang hal-hal yang baik dan kebaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja sebagai televisi pemerintah, keluarga ini hanya salah satu agen dalam menyampaikan pesan-pesan pembangunan kepada masyarakat. Dan bila Unyil memberi nasehat kepada anak-anak, maka Ria Jenaka bertutur kepada keluarga. Suatu saat melalui Semar yang bijaksana dan pandai berpetuah, mereka akan berbicara tentang program KB untuk membentuk keluarga sejahtera, pentingnya penataran P4 atau  transmigrasi. Tapi di penampilan yang lain mereka akan bertutur tentang perlunya membayar pajak, iuran televisi atau keberhasilan pembangunan pemerintahan Soeharto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat Ria Jenaka, Orde Baru memperalat peran para punakawan. Di sini peran Semar dan anak-anaknya direduksi menjadikan mereka partisan. Mereka diharuskan untuk menyuarakan kepentingan pemerintah, tanpa diberi kesempatan untuk mengkritisi kebijakan pemerintah. Sebab pada pemerintah Orde Baru, menyuarakan perbedaan pendapat adalah hal yang tabu.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-4945283140219866062?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/4945283140219866062/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=4945283140219866062&amp;isPopup=true' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/4945283140219866062'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/4945283140219866062'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/02/ria-jenaka-dan-pesan-pesan-pembangunan.html' title='Ria Jenaka dan Pesan-Pesan Pembangunan'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SYmN3g8unwI/AAAAAAAAAMk/fjS2pCZtfw0/s72-c/ria.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-9044930352044997823</id><published>2009-02-01T00:11:00.003+07:00</published><updated>2009-02-19T16:21:44.609+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>Liem Swie King, King Smash</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SYSHjWaPscI/AAAAAAAAAME/v3CF3icCpzU/s1600-h/Liem+Swie+King.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 186px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SYSHjWaPscI/AAAAAAAAAME/v3CF3icCpzU/s320/Liem+Swie+King.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5297508103075377602" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemain bulu tangkis dia dapat dikatakan sebagai pemain yang serba lengkap. Dengan permainan net yang tajam dan halus, stroke-nya lengkap, smash-nya keras kerap membuat lawan-lawannya kalang kabut. Dilakukan sambil melayang, shuttlecock dipukul saat tubuh belum menyentuh tanah. Smash yang dilakukan sambil meloncat juga menjadi trade mark tersendiri dengan sebutan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;King Smash&lt;/span&gt;. Perkenalkan: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Liem Swie King&lt;/span&gt;!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada malam yang bersimbah keringat itu dia berhasil mengalahkan maestro bulu tangkis Indonesia, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rudy Hartono&lt;/span&gt;. Pada pertandingan final All England 1978 itu terjadi all Indonesia final. Dan itulah pertama kali King menjadi juara All England. Dan sejak saat itulah Liem Swie King memyedot animo dari para pecinta bulu tangkis Indonesia, namanya mulai disegani lawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulu tangkis adalah kegemaran King sejak kecil. Pria yang lahir di Kudus 28 Februari 1956 itu mengaku, dulu ketika akan bermain dia memasang sendiri net di lapangan. King juga ingat betapa sikap keras ayahnya. Sudah barang tentu Sang Ayah akan marah besar setiap kali dia pulang dengan tertunduk karena kalah. Itulah yang memacu dirinya untuk bisa menjadi juara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sebuah gudang pabrik rokok Djarum itulah semua cerita dimulai. Gudang yang pada pagi hingga siang digunakan sebagai tempat produksi. Pada sore harinya, setelah hiruk pikuk pekerjaan melinting rokok selesai, kemudian disulap menjadi lapangan bulu tangkis. Tidak hanya karyawan tetapi juga masyarakat umum, termasuk Liem Swie King berlatih di antara aroma sisa-sisa tembakau. Di antara orang-orang yang berlatih itulah, CEO PT Djarum Budi Hartono yang juga penggemar bulu tangkis mengamati perkembangan Liem Swie King. Dia lalu menginstruksikan kepada King untuk latihan servis dengan sasaran ke sudut-sudut jauh base-line. Pada setiap sudut ditempatkan sebuah tong kecil dan setiap bola servis yang masuk ke tong diperhitungkan jumlahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkesan dengan bakat King, Budi Hartono kemudian meminta Agus Susanto yang juga kakak iparnya untuk melatih King lebih serius. Sebagai hasilnya pada 1972, di Piala Moenadi, King keluar sebagai juara tunggal putra yunior. Itu adalah gelar pertamanya di dunia bulu tangkis. Setahun berikutnya, King menjadi runner-up PON 1973 di Jakarta. Pada tahun itu PB PBSI memanggilnya ke Pelatnas di Senayan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itulah perlahan-lahan King menjelma menjadi King Smash. Dia meraih gelar kejuaraan bulu tangkis bergengsi All England pada 1978, 1979, dan 1981, dan termasuk secara beregu membawa lambang supremasi bulu tangkis beregu putra Piala Thomas tahun 1976, 1979, dan 1984. Gelar kemenangan Swie King menjadi puluhan bila ditambah dengan turnamen "grand prix" yang lain. King juga menyumbang medali emas Asian Games di Bangkok 1978, dan enam kali membela tim Piala Thomas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi dia hanya manusia yang tidak pernah sempurna. Banyak pengamat menilai dia punya kekurangan pada mentalnya. Menjelang final All England 1980, setelah lampu-lampu dipadamkan dia tidak segera bisa tidur. Memikirkan lawan perkasa yang sudah garang menantinya: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Prakash Padukone&lt;/span&gt; dari India. Kemudian King kalah. King juga pernah diskors PBSI. Dia terlambat datang di partai tunggal putra SEA Games melawan Lee Hai Thong dari Singapura, akibatnya dia dinyatakan kalah WO. Skorsing 3 bulan adalah waktu yang terlalu lama, apalagi bagi seorang atlit yang haus gelar. Dalam masa skorsing itulah, pemuda yang sesungguhnya pemalu itu tiba-tiba terjun di dunia film. Ia bermain dalam film &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sakura Dalam Pelukan&lt;/span&gt;, mendampingi &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Eva Arnaz&lt;/span&gt; yang sexy itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mei 1984, pada kejuaraan bulu tangkis beregu Piala Thomas melawan Cina, lewat pertarungan seru di Kuala Lumpur, King yang bermain di tunggal pertama dan diharapkan membawa kemenangan, sekaligus memudahkan jalan bagi pemain selanjutnya ternyata dia kandas. Ia kalah rubber set 15-7, 11-15, 10-15 dari pemain Cina yang jadi musuh bebuyutannya, Luan Jin, tapi Piala Thomas berhasil diboyong. Demikian juga beberapa waktu sebelumnya, di arena All England, King juga gagal. Tapi kali ini dia dihentikan pemain tangguh Denmark, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Morten Frost Hansen&lt;/span&gt;. Dari serangkaian kegagalan tersebut, King akhirnya memutuskan mundur dari percaturan bulu tangkis tunggal perseorangan, setelah berkiprah selama 15 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ayah dari Alexander, Stephanie dan Michelle, serta istri Lucia Sumiati Alamsah ini mengisi harinya dengan berkumpul bersama keluarga. Setidaknya setiap seminggu dua kali dia masih sempat bermain tenis sambil mengelola bisnis perhotelan dan spa di Jakarta. Ironisnya ketiga anak Liem Swie King tidak tahu bahwa ayahnya adalah seorang legenda bulutangkis Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-9044930352044997823?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/9044930352044997823/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=9044930352044997823&amp;isPopup=true' title='36 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/9044930352044997823'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/9044930352044997823'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/02/liem-swie-king-king-smash.html' title='Liem Swie King, King Smash'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SYSHjWaPscI/AAAAAAAAAME/v3CF3icCpzU/s72-c/Liem+Swie+King.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>36</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-1347556364022736069</id><published>2009-01-29T00:25:00.003+07:00</published><updated>2009-02-19T16:22:48.124+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TVRI'/><title type='text'>Oshin, Sebuah Pelajaran Tentang Hidup</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SYCWZCf1FOI/AAAAAAAAAL8/cvuZC_LkQiY/s1600-h/oshin+single.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 233px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SYCWZCf1FOI/AAAAAAAAAL8/cvuZC_LkQiY/s320/oshin+single.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5296398518698972386" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tentang seorang gadis, Shin Tanokura atau Oshin, yang dilahirkan di sebuah keluarga miskin.  Atau mungkin lebih pas, sangat miskin. Dengan segala suka dan dukanya sebelum kemudian dia mencapai kesuksesan: menjadi pemilik sebuah jaringan supermarket. Tapi memang hidup tidaklah sederhana. Hidup juga tidak selalu menyediakan jawaban atas semua pertanyaan. Dia harus menempuh jalan yang berliku-liku. Pada usia 7 tahun dia harus membanting tulang, menjadi seorang babysitter  untuk membantu keuangan keluarga. Dari sanalah segala penderitaannya diawali. Dituduh mencuri uang dia kabur hingga nyaris mati membeku di tengah hujan salju. Petualangan melodramanya masih berlanjut, dia menjadi pelayan, bekerja di bar, juga menjadi pemotong rambut.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oshin adalah drama tersukses produksi televisi NHK Jepang, di Indonesia Oshin pernah ditayangkan di TVRI tahun 1983. Aslinya serial ini hanya berdurasi 15 menit dan ditayangkan sebanyak 297 episode. Merupakan adaptasi dari novel yang didasarkan kisah nyata Kazuo Wada, seorang wanita pebisnis yang memiliki Yaohan, sebuah jaringan supermarket. Berseting di jaman Meiji hingga di awal tahun 1980-an. Karena menggunakan rentang waktu yang panjang maka Oshin diperankan oleh tiga orang. Ayako Kobayashi memerankan Oshin saat berumur enam hingga 10 tahun, lalu Tanaka Yuko sebagai Oshin berumur 16-46 tahun dan Otowa Nobuko sebagai Oshin tua. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Indonesia, Oshin juga pernah mengharubirukan 59 negara lain, terutama di negara-negara berkembang di Asia. Bahkan hingga saat ini pun tiap kali Ayako Kobayashi berkunjung ke negara-negara Asia, dia masih mendapat kunjungan hangat di sana. Di Vietman, istilah &lt;span style="font-style:italic;"&gt;oshin&lt;/span&gt; dipergunakan sebagai eufemisme bagi para pekerja domestik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelumnya, Oshin sempat menimbulkan polemik bagi masyarakat Jepang. Yakni, ketika negara matahari terbit tersebut sedang giat-giatnya mengintroduksikan perkembangan teknologinya ke seluruh penjuru dunia, dikhawatirkan kehadiran Oshin adalah sungguh sebuah iklan yang buruk. Tak lain karena di serial ini juga terungkap sisi-sisi lain Jepang yang apa adanya. Namun yang terjadi kemudian adalah justru sebuah apresiasi yang luar biasa dari dunia luar. Sebab, ternyata di antara ekspansi teknologi Jepang, masih dijumpai gadis berkimono, upacara minum teh, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tatami&lt;/span&gt;, atau salju yang turun di pucuk-pucuk sakura. Artinya, Jepang ternyata bisa menjadi sebuah negara maju dengan tetap berpijak pada tradisi luhur peninggalan nenek moyangnya. Artinya, ternyata kemajuan teknologi tetap bisa bersanding dengan budaya bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, kesuksesan serial Oshin tetap menimbulkan sepercik ganjalan. Sebab gadis lugu sederhana seperti Oshin hanya akan dapat dijumpai di dalam kotak ajaib bernama televisi. Sebab menurut sejumlah survei, di tahun 1980-an, pada saat film ini dirilis, justru ditemukan fakta bahwa masyarakat Jepang mulai dijangkiti penyakit yang ditularkan dari Western, yakni produk kapitalis bernama konsumerisme. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekedar ilustrasi, menurut survei sebuah bank, pengantin baru di Jepang rata-rata menghabiskan sekitar Rp 100 juta, mulai dari pesta perkawinan, bulan madu, sampai pembelian tetek bengek perabot rumah tangga. Sementara orang tua di Jepang tak segan-segan mengeluarkan satu juta yen, atau sekitar Rp 12 juta, untuk membeli sehelai kimono bagi anak gadisnya. Pembelian ini dianggap layak, hanya karena anak tetangga sudah lebih dahulu membeli kimono yang semahal itu. Dalam beberapa hal, lagak dan laku orang Jepang dalam dekade 80-an akhir tak banyak beda dari perilaku orang Arab yang kaya mendadak 10 tahun silam. Mereka tidak terbelalak lagi melihat tas golf seharga Rp 3,5 juta, atau sebotol wiski yang harganya Rp 125.000. Bahkan mobil-mobil mahal dari Jerman, seperti BMW 50I, sudah mulai diinden di Jepang dengan harga lebih dari Rp 170 juta. Jangan lupa, harga-harga tersebut adalah di tahun 1980-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyaksikan Oshin bagaikan membaca sebuah diary. Masih ada pesan lain yang dapat diambil dari Oshin yaitu upaya mengangkat harkat wanita. Maklum, tradisi di negeri itu selama berabad-abad menempatkan wanita hanya sekadar ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;pelengkap&lt;/span&gt;’ dalam dunia yang didominasi oleh kaum berotot: pria. Atau meminjam istilah di kampung kita: ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;kanca wingking&lt;/span&gt;’. Wanita hanya menjadi pelayan dan lebih ekstrim: penghibur, seperti yang tampil dalam sosok geisha. Namun dalam diri Oshin seperti sebuah pesan yang dititipkan pengarang, wanita yang pantang menyerah dalam mengarungi hidup yang penuh tantangan, untuk kemudian dia berhasil menjadi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;seseorang&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Untuk Gita Sonya Margaretha yang pernah request posting Oshin. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-1347556364022736069?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/1347556364022736069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=1347556364022736069&amp;isPopup=true' title='38 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1347556364022736069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1347556364022736069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/01/oshin-sebuah-pelajaran-tentang-hidup.html' title='Oshin, Sebuah Pelajaran Tentang Hidup'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SYCWZCf1FOI/AAAAAAAAAL8/cvuZC_LkQiY/s72-c/oshin+single.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>38</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-970067204681944110</id><published>2009-01-22T11:34:00.003+07:00</published><updated>2009-02-19T16:23:32.737+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tragedi'/><title type='text'>Nyonya Diah, Misteri Mayat Terpotong Tujuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SXf4PrMRslI/AAAAAAAAALs/kGoPE4XAbFY/s1600-h/murder_scene-thumb.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 239px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SXf4PrMRslI/AAAAAAAAALs/kGoPE4XAbFY/s320/murder_scene-thumb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293972835173249618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kelak orang akan mengenangnya. Karena pada ibu-ibu PKK Rawasari Jakarta,  Nyonya Diah pernah berucap: "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kalau saya meninggal nanti, mungkin akan terkenal se-Indonesia&lt;/span&gt;". Entahlah, apakah hal itu berupa doa, karena tiba-tiba ucapannya berubah menjadi kenyataan. Meski dengan cara yang tragis, bahkan teramat tragis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab kemudian Nyonya Diah yang sehari-hari dikenal sebagai guru TK Trisula itu ditemukan dalam keadaan mati. Tubuhnya terpotong tujuh yang ditemukan di depan kampus IKIP Rawamangun (sekarang Universitas Negeri Jakarta). Wajah korban disayat, hidungnya dipapras, jari tangannya dibuang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembunuh agaknya sadar betul bahwa sidik jari gampang diidentifikasi untuk mengetahui jati diri korban. Dugaan pelaku benar. Sebab penyidik kemudian hanya bisa memastikan bahwa korban seorang wanita berumur sekitar 45 tahun. Rambut berombak, sebagian memutih, dan bekas disemir. Kulit kuning mulus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ternyata kemudian, manusia yang dipuja-puja sebagai makhluk Tuhan yang paling mulia, karena diciptakan lengkap dengan akal dan nurani, namun ternyata bisa menjelma menjadi makhluk yang paling bengis. Adalah Agus Naser Atmadiwirja. Dia adalah Kepala SMA Muhammadiyah II Kemayoran, Jakarta. Dia adalah suami Ny Diah, wanita yang malang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1989. Pada hari yang naas itu mereka bertengkar. Nyonya Diah rupanya mencium mencium gelagat bahwa Agus beristri dua. Dengan sebatang kayu dipukulnya ke kepala Diah dua kali, hingga membuatnya roboh. Tidak hanya itu seperti kesetanan lantas ia membentur-benturkan kepala istrinya ke tembok dan lantai sampai istrinya tewas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu di dalam rumahnya yang sunyi Agus mencincang tubuh istrinya, lalu dimasukkan ke dalam dua karung plastik bekas tempat beras. Sebuah karung diisi potongan badan korban, yang sebuah lagi diisi potongan kaki, tangan, dan serpihan-serpihan daging. Merasa bahwa kerjanya belum rapi, jari-jari korban yang bisa dijadikan petunjuk identitasnya dirusak. Wajah korban juga disayat. Kepala korban sengaja dimasukkan tersendiri ke kantung plastik hitam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya Agus menghilang dari rumahnya, Jalan Percetakan Negara, Jakarta, sebelum dia kemudian ditemukan polisi di rumah istri mudanya di Kampung Cikangkung, Cisewu. Kepada polisi Agus mengaku memutilasi istrinya karena terinspirasi oleh kasus mayat terpotong 13 yang ditemukan di Jalan Jenderal Sudirman, pada tahun 1981, yang hingga kini belum terungkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka begitulah, yang telah mati tetaplah mati. Namun setidaknya setiap kematian selalu meninggalkan pesan. Juga sebuah renungan untuk yang ditinggalkan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-970067204681944110?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/970067204681944110/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=970067204681944110&amp;isPopup=true' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/970067204681944110'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/970067204681944110'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/01/nyonya-diah-misteri-mayat-terpotong.html' title='Nyonya Diah, Misteri Mayat Terpotong Tujuh'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SXf4PrMRslI/AAAAAAAAALs/kGoPE4XAbFY/s72-c/murder_scene-thumb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-3866550338654902616</id><published>2009-01-20T06:58:00.004+07:00</published><updated>2009-02-19T16:24:14.111+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>Burung-Burung Manyar, Sebuah Pertanyaan Untuk Nasionalisme</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SXUURM8j7DI/AAAAAAAAALk/P6FdgzcxlgI/s1600-h/88c2c3aa3b819ae70ffc1ba0735348a5.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SXUURM8j7DI/AAAAAAAAALk/P6FdgzcxlgI/s320/88c2c3aa3b819ae70ffc1ba0735348a5.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5293159222809455666" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mesti diciptakan cinta, di antara orang-orang yang diciptakan tidak untuk bersatu? Tapi, mungkin justru di sinilah letak keindahan cinta. Bukankah cinta yang indah adalah cinta yang tidak memiliki? Begitulah. Cinta memang bukanlah sesuatu yang teramat sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kemudian Setadewa (Teto) memilih untuk menjadi anggota tentara KNIL, dia punya alasan yang kuat sebagai pembenaran, setidaknya bagi dirinya. Dengan menjadi tentara KNIL, meski dengan begitu dia harus memusuhi bangsanya sendiri: menjadi seorang pengkhianat, namun dia bisa mewujudkan ambisinya untuk membalas dendam terhadap Jepang. Kepada Jepanglah sesungguhnya selama ini dendamnya dia pendam. Ketika papinya, seorang Kapten KNIL, Brajabasuki ditangkap Jepang. Maminya, Marice yang seorang keturunan Belanda yang cantik cuma disediakan dua pilihan. Kapten Brajabasuki mati atau Marice bersedia menjadi gundik Jepang. Dan Marice memilih yang kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setiap pilihan selalu menghadirkan sebuah konsekuensi. Setadewa kemudian harus menyadari bahwa kemudian dia harus berseberangan dengan Larasati (Atik), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;prenjak &lt;/span&gt;yaitu lincah, cerdas, dan bersemangat. Sahabatnya sejak kecil yang kemudian dia harus akui bahwa dia mencintainya. Sebab Atik memilih untuk berdiri membela republik yang masih muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata pilihan Teto salah. Belanda kalah dan dia turut angkat kaki dari Indonesia, menjadi ahli komputer dan manajer produksi Pasific Oil Wells Company. Sedangkan Atik yang menunggu Teto tak kembali akhirnya menerima pinangan Janakatamsi, meski dia tak mencintai pria itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Romo Mangun membangun novel ini dengan cara yang tidak lazim. Dia tidak menjadikan seorang pahlawan sebagai perang utamanya, melainkan justru seorang anti-hero: Teto seorang pengkhianat bangsa yang jago berkelahi namun kalah dalam percintaan. Kalah, jika memang cinta dapat diukur sebagai sesuatu yang kalah dan yang menang. Kalah, jika dalam sebuah percintaan pengakuan sebagai pemenang diwujudkan dengan keberhasilan seseorang untuk menikahi seseorang yang dicintainya. Jika begitu mungkin Mayoor Verbruggen, seorang Mayor Belanda juga disebut sebagai orang yang kalah. Sebab dia juga begitu mencintai Marice, namun justru wanita pujaannya memilih menikah dengan Kapten Brajabasuki, yang Jawa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi persoalannya tidak berhenti begitu saja pada cinta. Di sini juga diceritakan bagaimana pergumulan batin Teto yang bergejolak. Pilihan Teto yang disesali Atik, yang menganggap sebagai kesalahan Teto, tidak bisa melepaskan masalah pribadi dari masalah negara. Teto sendiri menyadari bahwa pilihannya adalah sesuatu yang salah, namun setidaknya dia telah bersikap:dia memihak Belanda karena kecintaannya pada maminya. Di sini pengarang menyimbolisasikan bahwa Indonesia harus membangun sarang-sarang baru. Merumuskan kembali wujud masyarakat Indonesia dan menafsirkan nilai-nilai yang ada. Nasionalisme bagi Romo Mangun berarti penciptaan identitas Indonesia, penciptaan kembali nation building yang harus menyertakan berbagai kemungkinan, bahkan dari kutub yang paling ekstrem seperti peran pengkhianat sebagaimana yang tercermin dalam tokoh Teto.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui tokoh Teto ini, Romo Mangun menafsirkan kembali nasionalisme dalam wilayah yang lebih luas. Teto merupakan simbol generasi Indonesia yang berdiri di dua kutub, lahir dalam kondisi kebudayaan campur, dua latar budaya, dan dua nilai. Merupakan sebuah generasi yang memiliki pribadi yang retak yang mencari jati diri, baik jati diri individual ataupun jati diri kebangsaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Romo Mangun sengaja mengambil nama-nama tokoh wayang, namun konflik yang disajikan jauh melompati persoalan wayang. Tokoh-tokoh wayang dalam novel Burung-Burung Manyar merupakan pasemon yang menyimbolkan persoalan-persoalan mutakhir Indonesia. Romo Mangun berhasil menggunakan acuan wayang untuk menjelaskan motif, perilaku, dan konflik kejiwaan tokoh-tokoh protagonisnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung-Burung Manyar hanya salah satu dari sekian  karya Romo Mangunwijaya. Novel yang pertama terbit di tahun 1981 ini pernah meraih penghargaan Sea Write Award dari Ratu Sirikit, Thailand dan telah diterjemahkan ke berbagai bahasa. Yusuf Bilyarta Mangunwijaya. Berbicara tentang Romo Mangun adalah membicarakan manusia yang multidimensi. Di sisi lain dia adalah seorang sastrawan dengan karya-karyanya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Romo Rahadi, Roro Mendut, Durga Umayi, Burung-Burung Rantau, Pohon Sesawi&lt;/span&gt;. Di suatu saat dia adalah seorang arstitek handal. Dia pernah mendapatkan penghargaan Agha Khan Award, yang merupakan penghargaan tertinggi karya arsitektural di dunia berkembang, untuk rancangan pemukiman di tepi kali Code, Yogyakarta. Namun di suatu saat dia juga berdiri membela kalangan marginal, seperti dalam kasus &lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2009/01/waduk-kedungombo-sebuah-ironi.html"&gt;Waduk Kedung Ombo.&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitulah, ternyata persoalannya tidak berhenti pada cinta semata.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-3866550338654902616?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/3866550338654902616/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=3866550338654902616&amp;isPopup=true' title='19 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/3866550338654902616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/3866550338654902616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/01/burung-burung-manyar-sebuah-pertanyaan.html' title='Burung-Burung Manyar, Sebuah Pertanyaan Untuk Nasionalisme'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SXUURM8j7DI/AAAAAAAAALk/P6FdgzcxlgI/s72-c/88c2c3aa3b819ae70ffc1ba0735348a5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>19</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-522566023872881521</id><published>2009-01-17T21:00:00.004+07:00</published><updated>2009-02-19T16:25:44.521+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>KLa Project, Puisi Cinta yang Ditembangkan</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SXHlQc2vwGI/AAAAAAAAALU/zKVcyQOa2eQ/s1600-h/kla1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 211px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SXHlQc2vwGI/AAAAAAAAALU/zKVcyQOa2eQ/s320/kla1.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5292263107923525730" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ketika sebuah puisi cinta dinyanyikan, maka yang ada adalah keindahan. Juga keabadian, sebab cinta bagaikan sebuah pertanyaan yang tidak berkesudahan. Dan KLa Project yang melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23 Oktober 1988 adalah saat kali pertama KLa Project terbentuk, di Jakarta. Nama KLa Project diambil dari inisial nama para personelnya. Dengan formasi awal &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Katon Bagaskara&lt;/span&gt; pada lead vocal, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Lilo&lt;/span&gt; pada gitar, kemudian &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Adi Adrian&lt;/span&gt; pada keyboard dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ari Burhani&lt;/span&gt; sebagai drummer. Mereka juga sering kali mengajak &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fransisca Insani&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Memes&lt;/span&gt; sebagai additional vocal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terjadi kemudian adalah Ari Burhani memutuskan untuk hengkang dan memilih duduk di belakang layar sebagai manajer di tahun 1992. Cukup lama KLa Project bertahan dengan formasi tiga personel sebelum kemudian pada Maret 2001 Lilo yang memutuskan keluar. Sempat beberapa kali bongkar pasang personel dengan keluar dan masuknya musisi-musisi seperti  &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Erwin Prasetya &lt;/span&gt;(eks Dewa 19), &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yoel Priyatna&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Hari Goro.&lt;/span&gt; Tahun 2008 KLa Project bersatu lagi dengan kembalinya Lilo dan meluncurkan album mini bertajuk "KLa Returns." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali dikenal publik musik Indonesia di 1988, dengan hits single &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Tentang Kita &lt;/span&gt;yang terangkum di album kompilasi 10 Bintang Nusantara. Setahun kemudian muncullah album pertama mereka yang diberi judul KLa Project. Album KLa '&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;' Project dirilis tahun 1990, dan tentu saja lagu  &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yogyakarta&lt;/span&gt; akan dikenang para penggemarnya sebagai masterpiece mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Album ke-3 diluncurkan tahun 1992 diberi judul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pasir Putih&lt;/span&gt;. Dengan hits-hits yang bertebaran di album ini seperti &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pasir Putih, Tak Bisa ke Lain Hati, Belahan Jiwa&lt;/span&gt;. Lalu Album &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Ungu&lt;/span&gt; menyusul dengan lagu-lagu unggulan seperti: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Terpuruk Ku di Sini, Lepaskan, Satu Kayuh Berdua, EMU, Amorita&lt;/span&gt;. Pada album ini mereka menyisipkan beberapa lagu berlirik bahasa asing, sebagai ancang-ancang untuk go internasional lewat bantuan suami &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anggun&lt;/span&gt; yang juga produser: &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Erik Benzi&lt;/span&gt;. Namun sayang rencana tersebut selanjutnya tidak ada tindak lanjut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan bahasa-bahasa yang liris puitis, KLa Project tak hanya membawakan lagu-lagu cinta semata. Kepedulian akan lingkungan dan sosial juga ditawarkan seperti pada lagu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pasir Putih, Di Sekitar Kita, Saujana, Sarapan Pagi&lt;/span&gt;. Atau tentang perasaan seorang anak terhadap orang tua dalam lagu &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Bunda,&lt;/span&gt; tentang persahabatan dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Salamku Sahabat&lt;/span&gt;, tentang nasionalisme dalam &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Hingga Memutih Tulang&lt;/span&gt; atau tentang hal-hal yang mungkin dianggap orang lain tidak perlu seperti hits &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Radio, Air Line Crew,  Lagu Baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai award yang telah direngkuh seperti membuktikan bahwa eksistensi  KLa Project di ranah musik Indonesia bukanlah sekedar sepintas lalu. Tahun 1991 KLa Project mendapat 3 BASF Award untuk lagu Yogyakarta lewat kategori Lagu Terbaik , Aransemen Terbaik, Pop Techno Terbaik Penghargaan BASF Award 1992 juga diraih untuk kategori Pop Kontemporer Terbaik lewat album Kedua. Sementara tahun 1994 lewat lagu dari album Ungu: Terpurukku Disini  BASF Award kembali diraih untuk kategori Lagu Terbaik, Aransemen Terbaik serta Lagu Pop Kontemporer Terbaik Penghargaan juga diraih dari PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Pusat Bagian Musik sebagai Group Rekaman Terinovatif Tahun 1996. Selain itu KLa Project juga pernah meraih penghargaan khusus dari Sultan Hamengkubuwono IX untuk lagu Yogyakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak kemunculan album yang pertama KLa Project memang telah menawarkan sesuatu yang beda. Konsep musik yang ditawarkan merupakan sebuah warna baru yang langsung diterima para penikmat musik, di tengah pasar yang sedang jenuh oleh lagu-lagu ballad rock cengeng zamannya Deddy Dorres. Sebagai warna musik baru maka tak heran jika pengamat musik acap menjuluki aliran KLa Project sebagai techno pop, atau kontemporer. Seperti mendengarkan perpaduan antara Genessis dengan musik Sting. Pada tahun 1998 lewat album Sintesa KLa Project mencoba bereksperimen dengan memanfaatkan efek-efek electric dan syntetizer. Hanya sebentar, pada akhirnya mereka kembali ke genre mainstream warna mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuatan KLa Project juga terletak pada lirik-liriknya. Lewat syair-syair romantis yang kadang diwarnai pilihan kata-kata tidak lazim seperti: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;terpuruk, saujana, ngelangut, kidung&lt;/span&gt;.  Atau pada frasa-frasa yang terbentuk seperti: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;lara melanda, jiwa merapuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah KLa Project mengadakan empat konser tunggal. Yaitu Konser Ungu di 21 Concert Hall Jakarta tahun 1992. Kemudian tahun 1996 mereka mengadakan KLakustik di Gedung Kesenian Jakarta di mana untuk pertama kalinya dalam sejarah musik di Indonesia hasil rekaman konser tersebut dijadikan album KLakustik jilid 1 dan 2. Selanjutnya adalah konser Empat Musim di Jakarta Convention Centre Jakarta (2000) dan Five Senses di Jakarta Convention Centre Jakarta (2006).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan halnya puisi cinta, lagu-lagu KLa Project tetap abadi bersemayam di hati para penggemarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-522566023872881521?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/522566023872881521/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=522566023872881521&amp;isPopup=true' title='17 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/522566023872881521'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/522566023872881521'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/01/kla-project-puisi-cinta-yang.html' title='KLa Project, Puisi Cinta yang Ditembangkan'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SXHlQc2vwGI/AAAAAAAAALU/zKVcyQOa2eQ/s72-c/kla1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>17</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-6581936516052369167</id><published>2009-01-16T17:45:00.006+07:00</published><updated>2009-02-19T16:26:11.059+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tragedi'/><title type='text'>Waduk Kedung Ombo, Sebuah Ironi Pembangunan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SXBmE6n_E4I/AAAAAAAAALM/nxwB_sfC7Bs/s1600-h/kedung+ombo.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SXBmE6n_E4I/AAAAAAAAALM/nxwB_sfC7Bs/s320/kedung+ombo.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5291841796802810754" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Dahulu semuanya indah. Dengan satu hektar tanah sawahnya Pak Walati tidak perlu khawatir keluarganya akan kelaparan. Sebab dari hamparan tanah subur tersebut bumi menyediakan semua yang dia butuhkan. Dan dia juga pernah bermimpi untuk menyekolahkan anak-anaknya sampai tinggi. Dan bermimpi melihat anak-anaknya berhasil menjadi orang besar. Tapi kemudian semuanya berakhir dengan tidak indah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bencana bermula dari rencana pemerintah untuk membangun sebuah waduk di tahun 1985. Dijanjikan waduk tersebut dapat berfungsi untuk mengendalikan banjir, mengatur irigasi dan menghasilkan tenaga listrik berkekuatan 22,5 megawatt dan dapat menampung air untuk kebutuhan 70 hektar sawah disekitarnya. Waduk Kedung Ombo dibangun tahun 1987 dengan pinjaman dana dari World Bank sebesar 156 juta dolar Amerika Serikat. Waduk menenggelamkan 37 desa, 7 kecamatan di 3 kabupaten, yaitu Sragen, Grobogan dan Boyolali. Dan Pak Walati hanya satu dari 5268 keluarga yang harus angkat kaki dari tanah yang membesarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sudah diduga, pemerintah menggunakan segala cara untuk mengenyahkan warga yang sudah turun temurun mendiami bumi mereka. Warga korban penggusuran mendapat teror, intimidasi dan penyiksaan fisik dalam upaya mereka menentang pembangunan waduk tersebut. Aparat juga mendatangi rumah-rumah penduduk dan memaksa warga memberikan cap sidik jari berupa persetujuan untuk menerima ganti rugi serta siap untuk ditransmigrasikan. Selain teror fisik warga juga mendapat cap eks tapol di KTP bagi yang menentang penggusuran tersebut. Warga dipaksa menerima Rp 250,-/m² sebagai nilai atas tanah mereka, meski Menteri Dalam Negeri waktu itu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Soeparjo Rustam &lt;/span&gt;menyatakan ganti rugi Rp 3.000,-/m².&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Protes segera digemakan namun suara mereka tidak terlalu berharga untuk didengarkan pemerintah. Beberapa aktivis seperti &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2009/01/burung-burung-manyar-sebuah-pertanyaan.html"&gt;Romo Mangunwijaya&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; dan pengasuh Pondok Pesantren Pebelan Magelang, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;K.H. Hammam Ja'far&lt;/span&gt; berusaha mendampingi warga yang menuntut hak mereka yang terampas. Namun waduk mulai diairi pada 14 Januari 1989, akibatnya warga yang bertahan kemudian terpaksa tinggal di tengah-tengah genangan air. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;George Junus Aditjondro&lt;/span&gt; dalam tesisnya menyatakan dalam hal pembangunn Waduk Kedung Ombo, sikap pemerintah didasarkan atas pertimbangan komersil. Yakni alasan pemerintah atau provinsi Jawa Tengah lebih kepada rencana mereka untuk mengatur wilayah itu. Mereka ingin menyewakan tanah itu kepada perusahaan swasta untuk melakukan budidaya ikan atau menyewakan feri kepada turis yang mengunjungi waduk itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Johnny Simanjuntali&lt;/span&gt; seorang aktivis yang telah memperjuangkan hak-hak korban Kedung Ombo menegaskan bahwa jika keadilan ingin ditegakkan, maka hak penduduk desa harus diprioritaskan dalam tata guna waduk tersebut. Tetapi sekarang, situasi yang ada justru sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waduk ini akhirnya diresmikan oleh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2008/10/presiden-soeharto.html"&gt;Presiden Soeharto&lt;/a&gt;&lt;/span&gt; tanggal 18 Mei 1991, dan di negeri ini keadilan tidak berlaku bagi rakyat kecil. Tidak sekalipun. Seperti sebuah catatan Goenawan Mohammad: &lt;span style="font-style:italic;"&gt;orang kecil adalah orang yang, pada akhirnya, terlalu sering kalah&lt;/span&gt;. (berbagai sumber).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-6581936516052369167?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/6581936516052369167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=6581936516052369167&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/6581936516052369167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/6581936516052369167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/01/waduk-kedungombo-sebuah-ironi.html' title='Waduk Kedung Ombo, Sebuah Ironi Pembangunan'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SXBmE6n_E4I/AAAAAAAAALM/nxwB_sfC7Bs/s72-c/kedung+ombo.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-4459307248921986083</id><published>2009-01-10T21:32:00.003+07:00</published><updated>2009-02-19T16:26:37.571+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tragedi'/><title type='text'>Pak De dan Misteri Pembunuhan Ditje</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SWiyS6VWc4I/AAAAAAAAAKk/teigWsJ39QA/s1600-h/pak+de.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 233px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SWiyS6VWc4I/AAAAAAAAAKk/teigWsJ39QA/s320/pak+de.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289673800312845186" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kematian konon menjadi sesuatu yang teramat sulit untuk dijelaskan dengan kata-kata. Sebab dia kerap kali menghinggapi seseorang tanpa pernah memberikan suatu peringatan sebelumnya. Begitu juga yang terjadi pada seorang peragawati kondang asal Bandung, yang tentu saja cantik, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ditje Budiarsih&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin 8 September 1986 pukul 22.00 WIB. Cerita berawal saat sebuah mobil sedan Honda Accord warna putih tiba-tiba berhenti di tepi Jalan Dupa, Kalibata, Jakarta Selatan. Ternyata di dalam mobil bernomor polisi B 1911 ZW itu terbujur sesosok perempuan. Ditje Budiarsih. Tapi tubuhnya telah membeku. Lima luka tembakan senjata api bersarang di tubuhnya. Di belakang telinga kanan, dada, pundak, ketiak kanan, dan di punggung kanan. Siapakah pelakunya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian polisi datang membawa skenario. Dengan pongahnya mereka mengumumkan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Muhammad Siradjudin&lt;/span&gt; alias &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pak De&lt;/span&gt; sebagai pembunuhnya. Sebab pria warga Susukan, Ciracas, Jakarta Timur itu sebelumnya juga dituduh membunuh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Endang Sukitri&lt;/span&gt;, seorang pemilik toko bangunan di Depok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut polisi, disebutkan bahwa Ditje menitipkan uang sebesar Rp 10 juta kepada Pak De yang juga berprofesi sebagai dukun. Sedianya, duit tersebut bakal disulap menjadi ratusan juta rupiah seperti dijanjikan pria pensiunan tentara dengan pangkat terakhir pembantu letnan satu itu. Namun karena uang tersebut sudah habis untuk memenuhi kebutuhan hidup, Pak De nekat menghabisi nyawa Ditje.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti sebuah mimpi buruk akhirnya Pak De harus duduk di kursi pesakitan dalam persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pak De membantah sebagai pembunuh Ditje seperti yang tercantum dalam BAP yang dibuat polisi. Pengakuan itu, menurut Pak De dibuat karena tak tahan disiksa polisi termasuk anaknya yang menderita patah rahang. Ketika itu, Pak De mengajukan alibi bahwa Senin malam ketika pembunuhan terjadi, dia berada di rumah bersama sejumlah rekannya. Saksi-saksi yang meringankan untuk memperkuat alibi saat itu juga hadir di pengadilan. Namun, saksi dan alibi yang meringankan itu tak dihiraukan majelis hakim. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya majelis hakim yang diketuai Reni Retnowati pada 11 Juli 1987 memvonis hukuman seumur hidup karena dianggap bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana. Karena merasa tidak bersalah, Pak De mengajukan banding sambil tetap menjalani hukuman di Cipinang. Namun upaya banding kandas setelah Pengadilan Tinggi DKI Jakarta justru menguatkan putusan PN Jakarta Selatan. Tak  menyerah, ia kemudian mengajukan kasasi agar putusan dua hakim sebelumnya dibatalkan. Namun, lagi-lagi nasib baik belum berpihak. Majelis Hakim Kasasi Adi Andojo Sutjipto pada 23 Maret 1998 menolak permohonan itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga kemudian keberuntungan berpihak kepadanya ketika &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Presiden B.J. Habibie &lt;/span&gt;memberikan grasi, berupa keringanan hukuman dari kurungan seumur hidup menjadi 20 tahun penjara pada 13 Agustus 1999. Akhirnya 27 Desember 2000 Pak De dapat meninggalkan hotel prodeo setelah pemerintah memberikan kebebasan bersyarat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah menghirup udara bebas, pecandu rokok sejak usia muda itu lebih sering mengurusi ayam-ayamnya. Tubuhnya telah lama layu. Kumis tebalnya juga sudah berwarna kelabu. Kepada setiap orang kembali Pak De menyatakan: “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Pak De tidak membunuh Ditje&lt;/span&gt;". Pak De dalam kasus pembunuhan itu merasa menjadi kambing hitam oleh polisi dan Polda Metro Jaya. "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Sebenarnya saat itu polisi tahu pembunuhnya&lt;/span&gt;," kata Pak De. Siapakah pelakunya? Pak De menyebut-nyebut sejumlah nama yang saat itu dekat dengan kekuasaan. Entahlah, sebab di negeri ini keadilan tidak berlaku bagi rakyat kecil (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;dari berbagai sumber&lt;/span&gt;).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-4459307248921986083?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/4459307248921986083/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=4459307248921986083&amp;isPopup=true' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/4459307248921986083'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/4459307248921986083'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/01/pak-de-dan-misteri-pembunuhan-ditje.html' title='Pak De dan Misteri Pembunuhan Ditje'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SWiyS6VWc4I/AAAAAAAAAKk/teigWsJ39QA/s72-c/pak+de.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-1655902310806878777</id><published>2009-01-09T14:50:00.005+07:00</published><updated>2009-02-19T16:27:07.166+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>Harmoko, Menurut Petunjuk Bapak Presiden</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SWcC7DpoEJI/AAAAAAAAAKc/8oQ-jN5Hxp0/s1600-h/Harmoko.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 232px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SWcC7DpoEJI/AAAAAAAAAKc/8oQ-jN5Hxp0/s320/Harmoko.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5289199500985372818" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Konon setelah terpilih menjadi ketua MPR/DPR RI Harmoko langsung menghadap kepada &lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2008/10/presiden-soeharto.html"&gt;Presiden Soeharto&lt;/a&gt; di suatu malam. Kepada &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Soeharto&lt;/span&gt; dia menyatakan kebingungannya karena sekarang dia harus memanggil Presiden Soeharto dengan sapaan ‘&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Saudara Presiden&lt;/span&gt;’. Sebagai seorang pembantu dekatnya tentu saja Harmoko tidak enak harus memanggil dengan sapaan tersebut. Maka Soeharto pun menjawab “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Moko, kamu ndak usah bingung&lt;/span&gt;”, kata Soeharto dengan senyumnya. “&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kamu boleh saja menyebut daripada aku dengan sapaan&lt;/span&gt; ’Saudara Presiden’, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Itu sudah seharusnya, dan itu konstitusional. Tapi supaya perasaanmu enak, sebelum kamu mengucapkan&lt;/span&gt; ‘Saudara Presiden’ &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kamu lebih dulu mengucapkan&lt;/span&gt; ‘sesuai petunjuk Bapak Presiden’, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;kan begitu&lt;/span&gt;?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan cerita tentang Harmoko banyak beredar di internet. Yaitu cerita tentang salah seorang menteri paling populer di era tahun 1980-an: Menteri Penerangan yang tak henti-hentinya muncul di layar TV justru pada saat para pemirsa sedang tidak mengharapkan kedatangannya. Dia berbicara tentang ini itu. Tentang hasil Sidang Kabinet Terbatas, tentang pembangunan yang sedang digalakkan, tentang harga cabai keriting. Dengan gayanya yang khas, berpakaian selalu rapi, rambut klimis yang tersisir ke belakang, dengan senyum yang misterius (atau culas?) dan mengulang-ulang selalu kalimat yang menjadi trade mark-nya: sesuai petunjuk Bapak Presiden…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasi pecel, rempeyek, dan serundeng hanya salah satu dari kegemaran Harmoko yang lahir di Nganjuk, Jawa Timur 7 Februari 1939. Rajin membaca di perpustakaan desa, lepas SMA ia menempuh pendidikan jurnalistik. Lalu ke Jakarta, sebagai wartawan. Bersama beberapa kawannya, Harmoko menerbitkan harian Pos Kota, 1970, sebuah koran yang berisi lebih banyak berita-berita kriminal. Dari sana kemudian terpilih sebagai Ketua PWI, Jaya (1970-1972), dan terpilih sebagai ketua PWI Pusat, selama dua periode, hingga 1983. Dan kedekatannya dengan Soeharto membuat dia terpilih sebagai Menteri Penerangan di masa Kabinet Pembangunan VI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai Menteri Penerangan, Harmoko mendirikan gerakan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelompencapir&lt;/span&gt; (Kelompok pendengar, pembaca dan pemirsa) yang dimaksudkan sebagai media untuk menyampaikan informasi dari pemerintah. Juga jargon &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olahraga&lt;/span&gt;. Dia juga yang bersemangat melarang beredarnya lagu-lagu yang cengeng: karena tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia. Juga di tahun 1990-an Harmoko berperan atas dicabutnya ijin tiga media &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tempo&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Detik&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Editor&lt;/span&gt; yang memberitakan pembelian kapal bekas asal Jerman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedekatannya dengan Soeharto membuat dia dipercaya untuk memimpin Partai Golkar. Menjelang Pemilihan Umum 1997 Harmoko melaporkan kepada Pak Harto. "Bahwa ternyata rakyat memang hanya mempunyai satu calon Presiden RI untuk periode 1998-2003 yaitu HM Soeharto,” kata Harmoko. "Mayoritas rakyat Indonesia memang tetap menghendaki Bapak Haji Muhammad Soeharto untuk dicalonkan sebagai Presiden RI masa bakti 1998-2003," tutur Harmoko yang didampingi M Yogie SM dan Jenderal TNI Feisal Tanjung ketika itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun ketika di tahun 1998, angin perubahan yang membawa pesan reformasi bertiup, Harmoko yang menjadi Ketua MPR menyatakan bahwa pimpinan MPR setuju dengan desakan mahasiswa untuk meminta Pak Harto mundur. Kemudian Soeharto mundur, dan keluarga Cendana menganggapnya sebagai Judas.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-1655902310806878777?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/1655902310806878777/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=1655902310806878777&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1655902310806878777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1655902310806878777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/01/harmoko-menurut-petunjuk-bapak-presiden.html' title='Harmoko, Menurut Petunjuk Bapak Presiden'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SWcC7DpoEJI/AAAAAAAAAKc/8oQ-jN5Hxp0/s72-c/Harmoko.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-2973929093131278318</id><published>2009-01-08T07:07:00.007+07:00</published><updated>2009-02-19T16:27:34.357+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='novel'/><title type='text'>Fredy S dan Sastra Kaki Lima</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SWVGsmiX-bI/AAAAAAAAAKU/6fVHl0JsgOw/s1600-h/PENANTIAN-DIATAS-CAKRAWALA.gif"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 210px; height: 290px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SWVGsmiX-bI/AAAAAAAAAKU/6fVHl0JsgOw/s320/PENANTIAN-DIATAS-CAKRAWALA.gif" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288711069489428914" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Namanya kerap tertulis &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fredy Siswanto&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fredy S&lt;/span&gt; saja. Tapi tetap saja di pentas sastra Indonesia dia tidak pernah dianggap ada. Sebab dia bukanlah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2008/11/ws-rendra.html"&gt;WS Rendra&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Umar kayam&lt;/span&gt; atau &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Romo Mangunwijaya&lt;/span&gt;. Secara kualitas memang karya-karyanya jauh dari apa yang kerap disebut karya sastra. Oleh karena itu novel-novelnya harus terpinggirkan dan harus puas dengan cap sebagai roman picisan bahkan ada yang menyebut sastra kaki lima. Meski begitu toh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fredy&lt;/span&gt; tak hirau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu tak banyak yang tak mengakui produktifitasnya Angka 300 judul bukanlah jumlah yang kecil. Bahkan sekitar 100 judul novelnya kini telah diterbitkan oleh beberapa penerbit swasta yang berkedudukan di Kuala Lumpur, Malaysia. Novel-novelnya pun cukup laku dijual di Malaysia dan Brunei Darussalam. Ia menulis tentang apa saja terutama tentang cerita cinta. Mulai yang humor sampai serius. Gaya berceritanya pun tidak konsisten, terkadang dia meniru gaya pengarang yang sudah mapan, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ashadi Siregar&lt;/span&gt; misalnya. Namun, salah satu novelnya &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Senyumku adalah Tangisku&lt;/span&gt; diangkat ke film layar lebar, dan sukses. Film itu diproduksi tahun 1980-an dengan bintang &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rano Karno&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Anita Carolina&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus diakui, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Fredy S&lt;/span&gt; adalah fenomena. Bersama &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Abdullah Harahap&lt;/span&gt; juga &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Maria Fransiska&lt;/span&gt; di era 80-an karyanya banyak dinantikan para penggemarnya. Buku-bukunya biasa di jumpai di terminal-terminal, lapak-lapak kaki lima atau pedagang-pedagang koran dikeluarkan oleh penerbit-penerbit kecil. Sebelum kemudian menjadi santapan anak-anak SMA. Dari merekalah karya-karya Fredy banyak memperoleh sambutan. Menjadi koleksi dan beredar di antara teman dengan beberapa lembar yang dilipat, sebab dia banyak menyelipkan adegan-adegan nakal di beberapa lembarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-2973929093131278318?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/2973929093131278318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=2973929093131278318&amp;isPopup=true' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2973929093131278318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2973929093131278318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2009/01/fredy-s-dan-sastra-kaki-lima.html' title='Fredy S dan Sastra Kaki Lima'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SWVGsmiX-bI/AAAAAAAAAKU/6fVHl0JsgOw/s72-c/PENANTIAN-DIATAS-CAKRAWALA.gif' height='72' width='72'/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-6123090168576696670</id><published>2008-12-21T15:04:00.003+07:00</published><updated>2009-02-19T16:28:04.339+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TVRI'/><title type='text'>Tahun Baru di TVRI</title><content type='html'>Musim hujan masih panjang tapi Desember segera cepat berlalu dan menjadi hari baru di bulan dan tahun yang baru. Tahun bertambah, usia manusia pun semakin berkurang, kalender segera diturunkan dan diganti. Esok matahari terbit dengan cerita yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya di belahan dunia lain, malam pergantian tahun baru juga segera dirayakan di Indonesia dengan segenap antusiasme yang berbeda. Ada yang merayakan dengan berlibur ke tempat hiburan, atau sekedar berkumpul di jalanan meniup terompet, memberi rejeki kepada para penjual musiman, berhura-hura berkeliling kota bersama teman menghabiskan sisa malam. Atau mungkin hanya duduk-duduk di rumah, berkumpul bersama keluarga tercinta, bersama secangkir teh dan kue kecil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang ingin melewatkan malam pergantian tahun dari ruang keluarga, TVRI sebagai satu-satunya televisi waktu itu, juga punya acara khusus menyambut tahun baru untuk para pemirsa. Biasanya beberapa hari sebelum malam yang ditunggu tiba, ritual dimulai dengan acara Kaleidoskop Dalam Negeri yang memutar kilas balik peristiwa-peristiwa dalam negeri selama setahun yang akan segera ditinggalkan. Kemudian Kaleidoskop Olahraga yang berisi laporan peristiwa olahraga nasional dan internasional, serta Kaleidoskop Luar Negeri tentang rangkuman peristiwa dari berbagai penjuru dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tajuk Selamat Tinggal Tahun 198x Selamat Datang Tahun 198x (tergantung tahunnya), TVRI menyuguhkan acara variety show yang langsung disiarkan dari Studio TVRI di Senayan, juga karena kontribusi stasiun-stasiun produksi daerah di seluruh tanah air. Menampilkan artis-artis ibukota yang sedang terkenal dan diselingi oleh artis-artis daerah, juga para pelawak tidak ketinggalan untuk menyegarkan suasana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian menjelang pukul 22.00 dilakukan siarang langsung countdown detik-detik tahun baru dari wilayah Indonesia bagian timur, dan seterusnya sampai di wilayah Indonesia bagian barat. Lalu tahun baru betul-betul datang. Selanjutnya acara ditutup dengan pergelaran wayang orang sampai menjelang dini hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian pagi hari segera tiba, orang saling berjabat tangan dan berucap: Selamat Tahun Baru.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-6123090168576696670?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/6123090168576696670/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=6123090168576696670&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/6123090168576696670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/6123090168576696670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/12/tahun-baru-di-tvri.html' title='Tahun Baru di TVRI'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-2824058487862871648</id><published>2008-12-16T17:41:00.006+07:00</published><updated>2009-02-19T16:29:11.315+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>Ellias Pical Sang Juara Dunia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SUeGlLxy6KI/AAAAAAAAAJk/22QsyAHLwdQ/s1600-h/eli.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 246px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SUeGlLxy6KI/AAAAAAAAAJk/22QsyAHLwdQ/s320/eli.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280337061490124962" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Langit di Istora Senayan Jakarta pada 3 Mei 1985 seperti runtuh oleh gaduh. Teriakan histeris ribuan penonton membahana di antara kilatan blitz kamera, ketika &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ellias Pical&lt;/span&gt; menganvaskan juara dunia kelas bantam versi IBF, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ju Do Chun&lt;/span&gt;, petinju asal Korea. Kemenangan tersebut sekaligus mencatatkan sejarah, menjadikan Ellias Pical sebagai petinju Indonesia pertama yang merebut gelar juara dunia! Di sudut sana Sang Ibunda, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mama Ana&lt;/span&gt;, menangis terharu, menyaksikan putra kesayangannya dielu-elukan segenap pelatih dan offisial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Euforia kemenangan tersebut segera menular nun jauh ke Saparua, Maluku Tengah tempat dulu dia biasa menyelam mencari mutiara. Tempat petinju kidal itu dilahirkan 24 Maret 1960. Elli seperti terlahir sebagai petinju. Sejak kecil Elli memang lebih rajin berkelahi daripada sekolah, sehingga sekolahnya hanya sampai kelas V SD saja. Akhirnya dia memilih untuk menyalurkan bakat berkelahinya di ring tinju meski tidak mendapat persetujuan dari ayahnya, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pieter Pical. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi masa depan karier bertinjunya kemudian ia memutuskan untuk pindah ke Ambon. Di sana Elli muda dilatih &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Buce van Room&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Oce Tapiori&lt;/span&gt;, lalu &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Alex Siaranumual&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;David Paulus&lt;/span&gt;. Kemudian pada tahun 1976 ia meraih gelar juara III kejuaraan Sarung Tinju Emas di Jayapura. Gelar juara pertama ia rebut berturut-turut, 1979, 1980, 1981, pada Kejuaraan Nasional di Ujungpandang dan Ambon, juga dua kali Piala Presiden di Jakarta. Tahun 1981, Elli juga mewakili Indonesia ke SEA Games. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1982, Elli memutuskan untuk meninggalkan tinju amatir. Bergabung dengan Sasana Garuda Jaya, Jakarta, dia mencoba ring tinju professional. Elli menang angka atas petinju Korea Selatan, Hee Yun Chun, dan merebut gelar juara superbantam OPBF. Kemudian, Oktober 1984, Matsuo Watanabe dari Jepang dibuatnya tersungkur pada ronde keenam, sekaligus ia mempertahankan gelar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga bulan setelah ia merebut gelar dari  Ju Do Chun, Elly memukul roboh Wayne Mulholland, penantang dari Australia, pada menit kedua ronde ketiga. Sempat kehilangan gelar dari Cesar Polanco, penantangnya dari Dominika, Februari 1986. Namun Elly berhasil merebut gelarnya kembali dan beberapa kali dia mempertahankan gelarnya, sebelum kemudian petinju asal Thailand Khaosai Galaxy merampas gelarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh sayang petinju yang membawa nama harum bangsa Indonesia itu harus menjalani hari tuanya dengan terlunta-lunta. Seluruh harta kekayaan yang dia kumpulkan dari atas ring tinju tak tersisa. Untuk menyambung hidupnya dia harus menjadi tenaga satpam di sebuah tempat hiburan malam. Bahkan sempat pula dia ditangkap polisi karena terlibat dalam narkoba. Dulu dia begitu dipuja-puja, kini dia terlupakan dan sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-2824058487862871648?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/2824058487862871648/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=2824058487862871648&amp;isPopup=true' title='7 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2824058487862871648'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2824058487862871648'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/12/ellias-picang-sang-juara-dunia.html' title='Ellias Pical Sang Juara Dunia'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SUeGlLxy6KI/AAAAAAAAAJk/22QsyAHLwdQ/s72-c/eli.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>7</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-5835242803599925744</id><published>2008-12-14T22:13:00.006+07:00</published><updated>2009-02-19T16:29:39.033+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tragedi'/><title type='text'>Tragedi Mina</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SUcrcgQsycI/AAAAAAAAAJc/4VYfTo5eqS0/s1600-h/tragedi+mina.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SUcrcgQsycI/AAAAAAAAAJc/4VYfTo5eqS0/s320/tragedi+mina.jpeg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5280236856811506114" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1990 diwarnai kabar duka dari Mekah. Yaitu tewasnya 1.426 orang jemaah haji akibat saling injak di terowongan Haratul Lisan, Mina. Dari seluruh korban tersebut sebanyak 649 jemaah asal Indonesia menjadi korban insiden maut tersebut. Itu terjadi karena jemaah, baik yang akan pergi melempar jumrah maupun yang pulang, berebutan dari dua arah untuk memasuki satu-satunya terowongan yang menghubungkan tempat jumrah dan Haratul Lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah itu terjadi karena masing-masing ingin mendapatkan yang afdhal atau utama dalam ibadahnya. Sehingga terjadi konsentrasi manusia dalam waktu yang bersamaan. Diawali dengan puluhan hingga ratusan ribu jemaah haji dari berbagai penjuru dunia berjalan lewat terowongan Haratul Lisan. Kekacauan itu segera berubah menjadi tragedi. Mereka berdesakan, berimpitan, dan lalu berguguran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari seribu orang gugur sebagai syuhada. Kebanyakan di antara mereka adalah saudara-saudara kita, yang datang jauh dari belahan dunia lain, Indonesia. Mereka telah berjalan jauh, membayar ongkos perjalanan hampir dua kali lipat dari perjalanan biasa. Mereka telah membayar pajak untuk mendapatkan visa haji dan ongkos-ongkos lain untuk kepuasan ibadah mereka di Tanah Suci. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa terjadi karena jemaah haji baik yang akan pergi melempar jumrah maupun yang pulang, berebutan dari dua arah untuk memasuki satu-satunya terowongan yang menghubungkan tempat jumrah dan Haratul Lisan. Puluhan orang telah berjatuhan, tapi dorongan massa seolah tak peduli. Desakan terasa semakin kuat karena massa di belakang tidak tahu apa yang terjadi dan terus merangsek. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Petugas keamanan Arab Saudi tidak memadai tak berdaya. Ribuan anggota jemaah bahkan mulai naik lewat lewat pintu barat, yang seharusnya menjadi pintu keluar. Tak ayal, massa yang terus terdorong akhirnya menginjak-injak tubuh mereka yang telah tersungkur. Sebagian tersandung, lalu terjatuh pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepanikan semakin menjadi-jadi. Mereka yang di tengah tergencet, sementara yang di pinggir terjepit di pagar dan bahkan terlempar ke lantai bawah ketika pagar jebol. Setelah melayang enam meter ke bawah, mereka menimpa jemaah di lantai satu. Gema basmalah dan takbir "Bismillahi Allahu Akbar" kini bercampur dengan rintihan, teriakan, dan lolongan kesakitan jemaah yang terdesak, tersikut, jatuh, terimpit, tertimpa, dan terinjak jemaah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jemaah haji asal Indonesia yang kebanyakan sudah berusia lanjut dengan kondisi fisik yang memang relatif lebih lemah, akibat terpaan cuaca di Mekah yang kurang bersahabat banyak menjadi korban dalam tragedi tersebut. Keesokan harinya ambulans dan mobil-mobil polisi terlihat sibuk menyingkirkan orang-orang dari lokasi musibah untuk memudahkan upaya penyelamatan. Mayat-mayat bercampur dengan yang masih hidup diangkut ke dalam truk bertumpuk-tumpuk seperti tak terpakai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, di tengah semua perdebatan tentang siapa yang harus bertanggung jawab, serta iringan derai air mata saudara, anak, istri, teman, dan kerabat di Tanah Air, jenazah para syuhada Mina telah dikebumikan di Ma'la. Di pekuburan khusus jemaah haji di kawasan Jakfariyah, Mekah, Nazaruddin bersama para syuhada Mina lainnya beristirahat dengan tenang. Cita-cita mereka untuk memenuhi panggilan Allah telah terkabul.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-5835242803599925744?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/5835242803599925744/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=5835242803599925744&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/5835242803599925744'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/5835242803599925744'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/12/tragedi-mina.html' title='Tragedi Mina'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SUcrcgQsycI/AAAAAAAAAJc/4VYfTo5eqS0/s72-c/tragedi+mina.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-7492098928069434872</id><published>2008-12-12T08:20:00.004+07:00</published><updated>2009-02-19T16:29:57.270+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TVRI'/><title type='text'>Berpacu Dalam Melodi</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SUG9LxP9MvI/AAAAAAAAAJM/Zjv0jTenJP0/s1600-h/bdm.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 204px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SUG9LxP9MvI/AAAAAAAAAJM/Zjv0jTenJP0/s320/bdm.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278708248151405298" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Satu bulan kita berpisah, satu bulan usia kita bertambah&lt;/span&gt;. Itu adalah sapaan khasnya setiap kali dia menyapa penggemarnya. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Koes Hendratmo&lt;/span&gt;. Selalu tampil dengan ciri khasnya yang flamboyant, mengenakan setelan rapi, dengan rambut  berjambul dan berwarna-warni. Tidak lupa guyonan segar juga menjadi khas penyanyi yang fasih menirukan suara penyanyi tenar, dari Tom Jones hingga Johnny Mathis itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berpacu Dalam Melodi, acara kuis populer ini pernah ditayangkan TVRI tahun 1989-1999. Kuis ini tidak pelak lagi adalah lahir karena tangan dingin &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ani Sumadi&lt;/span&gt;. Menyebut nama itu, dia adalah Ratu Kuis Indonesia, dialah peletak dasar kuis televisi di Indonesia. Banyak kuis yang lahir dari tangan perempuan kelahiran Aceh, 18 Mei 1939 yang mengawali karirnya di TVRI sebagai pembawa acara sekaligus reporter pada 1959. Sebut saja Aksara Bermaka kuis tentang pengetahuan umum, Berpacu dalam Melodi, Gita Remaja acara kuis musik untuk remaja yang dengan pembawa acara Tantowi Yahya, serta kuis Tak Tik Boom yang ditayangkan di RCTI di tahun 1990-an. Helmy Yahya adalah salah satu anak buahnya yangkemudian sukses mengikuti jejaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Berpacu Dalam Melodi, adalah kuis yang menguji pengetahuan wawasan peserta tentang lagu dengan menggunakan musik hidup yang dimainkan oleh Ireng Maulana All Stars sebagai band pengiring. Yaitu pengetahuan peserta tentang judul lagu, pencipta, penyanyi yang mempopulerkan lagu tersebut, hingga cerita di balik lagu tersebut. Mulai dari lagu Indonesia hingga mancanegara, bahkan lagu daerah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kuis ini dibagi dalam 5 babak yang masing-masing mempunyai aturan sendiri. Peserta yang menjawab dengan benar mendapat nilai sedangkan yang salah mendapat hukuman pengurangan nilai. Selanjutnya pemenang adalah peserta dengan akumulasi nilai terbanyak. Dari Pelangi Antarnusa yang menguji pengetahuan tentang lagu-lagu daerah, hingga Sekilas Wajah yang menampilkan potongan-potongan wajah orang terkenal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain Koes Hendratmo yang memandu kuis ini di tahun 1989-1997, tercatat Broery Marantika juga pernah menjadi pembawa acara Berpacu Dalam Melodi (1998), juga Idang Rasjidi (1999). Di tahun 2000-an kuis ini juga pernah ditayangkan di Metro TV dengan format yang baru, tentunya masih mengajak Koes Hendratmo sebagai ikonnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-7492098928069434872?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/7492098928069434872/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=7492098928069434872&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7492098928069434872'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7492098928069434872'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/12/berpacu-dalam-melodi.html' title='Berpacu Dalam Melodi'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SUG9LxP9MvI/AAAAAAAAAJM/Zjv0jTenJP0/s72-c/bdm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-5583446200337582500</id><published>2008-12-05T05:26:00.002+07:00</published><updated>2009-02-19T16:30:31.766+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peristiwa'/><title type='text'>Kapal Tampomas II Tenggelam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SThZhU2b7oI/AAAAAAAAAJE/_6CmaO2rm8c/s1600-h/s_Tampomas.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 197px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SThZhU2b7oI/AAAAAAAAAJE/_6CmaO2rm8c/s320/s_Tampomas.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5276065392532123266" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari itu 25 Januari 1981. Kepanikan mulai menjalari seluruh kapal. Awal kapal yang berusaha menenangkan para penumpang yang mulai panic tak juga berhasil, karena api mulai membesar. Beberapa bagian mesin mengalami kebocoran bahan bakar, dan terkena percikan api yang diduga berasal puntung rokok sehingga terjadi kebakaran di dek kapal. Api semakin menjalar ke kompartemen mesin karena pintu dek terbuka. Selama dua jam tenaga utama mati, generator darurat pun gagal dan usaha memadamkan api seterusnya sudah tidak mungkin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Minggu malam tanggal 25 Januari sekitar pukul 23.00 WITa Syahbandar Ujung Pandang menerima berita dari KM Wayabula, bahwa KM Tampomas II terbakar di perairan kepulauan Masalembu sekitar 220 mil dari Ujung Pandang. KM Wayabula sendiri mendapat berita dari KM Sangihe yang saat itu tengah berusaha mengevakuasi penumpang Tampomas II.Namun cuaca bulan Januari memang tidak pernah bersahabat. Ombak besar setinggi 7 hingga 10 meter, disertai angin kencang 10 hingga 15 knot yang terus menderu, menghambat usaha penyelamatan. Sehari semalam KM Sangihe hanya mampu memindahkan 149 penumpang Tampomas II ke kapalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin malam itu, Sekditjen Perhubungan Laut dalam siaran televisi menyatakan bahwa KM Tampomas II mengalami kerusakan mesin sehingga harus lego jangkar di perairan tersebut. Disebutkan juga bahwa sempat terjadi kebakaran, tapi semuanya sudah bisa diatasi. Kapal masih terapung dan para penumpang juga sudah tenang menunggu di dek.&lt;br /&gt;Pada Selasa 27 Januari 1981 pada pukul 13.42 Waktu Indonesia Bagian Tengah, di perairan dekat kepulauan Masalembu, KMP TAMPOMAS II milik Pelni yang mengangkut ratusan penumpang perlahan-lahan lenyap ditelan lautan yang ganas, tenggelam untuk selamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari data terakhir disebutkan bahwa 753 orang penumpang KM Tampomas II berhasil diselamatkan termasuk awak kapal. Ditemukan 143 jenazah. Berapa sisanya yang tidak ditemukan masih menjadi tanda tanya. Penumpang yang terdaftar ada 1054 orang, namun sudah menjadi kebiasaan dan rahasia umum bahwa penumpang gelap yang naik bisa mencapai ratusan orang. Beberapa sumber menyatakan jumlah penumpang KM Tampomas II sebenarnya berjumlah 1442 orang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-5583446200337582500?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/5583446200337582500/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=5583446200337582500&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/5583446200337582500'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/5583446200337582500'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/12/kapal-tampomas-ii-tenggelam.html' title='Kapal Tampomas II Tenggelam'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SThZhU2b7oI/AAAAAAAAAJE/_6CmaO2rm8c/s72-c/s_Tampomas.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-8326217413737815621</id><published>2008-12-04T19:01:00.003+07:00</published><updated>2009-02-19T16:31:04.789+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='trend'/><title type='text'>Break Dance</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/STfJDsuI_0I/AAAAAAAAAI8/vNIQlFoUrJk/s1600-h/break.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 222px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/STfJDsuI_0I/AAAAAAAAAI8/vNIQlFoUrJk/s320/break.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275906553869303618" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Apa yang Anda bayangkan ketika mendengar kata breakdance? Mungkin Anda membayangkan seseorang yang menggunakan kepala sebagai tumpuan untuk menegakkan tubuh. Kemudian, dengan kepala bertumpu di lantai, tubuh berputar kencang, berpusing-pusing seperti gasing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Michael Jackson adalah orang yang mendorong pertumbuhan Breakdance. Jacko mulai memperkenalkan robot dance atau gerakan yang menyerupai robot pada lagu-lagu yang dibawakannya pada tahun 1974 di penampilan perdananya di televisi. Selain itu, di setiap penampilannya Jacko juga selalu membawakan berbagai macam gerakan yang cukup melegenda, salah satunya ialah moon-walk. Jacko juga selalu menemukan tarian-tarian baru yang membuat siapa saja yang melihatnya langsung penasaran dan mencoba mengikuti gerakan yang dibawakannya. Pada saat itu memang hanya Jacko yang cukup melegenda dengan tarian-tarian yang langsung menyebar seperti virus dan membuat orang-orang berusaha mengikuti gerakan-gerakan yang dibawakanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Break dance yang merupakan bagian dari kultur hip hop itu tumbuh dari kaum muda New York dan populer di awal tahun 1980-an. Tarian hip hop yang di beberapa negara lebih dikenal sebagai break dance kemudian mewabah di berbagai negara, termasuk Perancis dan juga Indonesia di awal tahun 1980-an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Scene breakdance di Indonesia dulu dan sekarang jelas beda jauh. Dulu, istilah B-Boys dan B-Girls (para penari breakdance) belum lagi muncul. Jurus-jurus tariannya pun boleh dibilang belum berkembang alias itu-itu lagi. Contohnya, gaya tangan patah-patah yang sering banget dipakai. Jurus yang disebut Up Rock itu memang lebih berkembang ketimbang ’gerakan bawah’ yang jelas punya tingkat kesulitan yang lebih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya sekitar pertengahan tahun 1990-an, tren breakdance sudah mulai kelihatan lagi. Ditandai dengan munculnya tim breakdance Midi Circus yang sering main di kawasan Senayan. Sampai era ini, perkembangan jurus-jurus tariannya sudah mulai pesat. Banyak gaya-gaya baru yang mereka tampilkan. Tentunya mereka banyak belajar dari majalah-majalah breakdance luar negeri. Tapi, lagi-lagi tren ini harus mundur seiring gempuran tren musik ska dan klasik disko yang mulai menjalar di kuping anak muda. Jadi, wajar saja kalau breakdance tidak dilirik lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-8326217413737815621?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/8326217413737815621/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=8326217413737815621&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8326217413737815621'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8326217413737815621'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/12/break-dance.html' title='Break Dance'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/STfJDsuI_0I/AAAAAAAAAI8/vNIQlFoUrJk/s72-c/break.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-5655747639684249218</id><published>2008-12-03T08:55:00.003+07:00</published><updated>2009-02-20T20:04:24.934+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lain-lain'/><title type='text'>Senam Kesegaran Jasmani</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/STXq31E9k6I/AAAAAAAAAI0/hdimcoU7JfI/s1600-h/skj.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 145px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/STXq31E9k6I/AAAAAAAAAI0/hdimcoU7JfI/s320/skj.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275380783396000674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Salah satu upaya pembangunan yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru adalah pembangunan sumber daya manusia. Untuk itu pemerintah memperbaiki pelayanan kesehatan masyarakat, meningkatkan mutu pendidikan melalui Gerakan Wajib Belajar 6 tahun, meningkatkan gizi keluarga serta tidak lupa mengajak masyarakat untuk gemar berolahraga.&lt;br /&gt;Pada era tahun 80an, pemerintah  giat mengkampanyekan slogan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;mengolahragakan masyarakat dan memasyarakatkan olah raga&lt;/span&gt;. Sebagai implementasi dari keseriusan untuk membangkitkan semangat berolahraga di seluruh tanah air paling kelihatan dengan dicanangkannya Hari Olahraga Nasional pada 9 September 1983. Adapun penetapan tanggal adalah 9 September diambil dari tanggal yang sama dengan penyelenggaraan PON pertama di Solo pada tahun 1948.&lt;br /&gt;Sejak ada Kementrian Pemuda dan Olahraga di tahun 1983, kegiatan olahraga di Indonesia semakin marak. Beberapa momentum  penting yang tercatat pada kurun waktu itu antara lain, Piala Thomas direbut lagi dari tangan China di tahun 1984, dan Petinju Ellyas Pical yang berjaya merebut gelar juara tinju dunia, serta Indonesia menjadi juara di ajang pesta olah raga negara-negara Asia Tenggara SEA Games.&lt;br /&gt;Sementara untuk masyarakat umum pemerintah melalui Menteri Pemuda dan Olahraga saat itu Abdul Gafur menyosialisasikan olahraga massal yaitu senam, dan gerakan nasional ini dapat dijumpai dari tingkat sekolah dasar sampai dengan kantor-kantor pemerintah. Untuk itulah kemudian pemerintah memperkenalkan Senam Pagi Indonesia (SPI) dan Senam Kesegaran Jasmani (SKJ). Kalau seri Senam Pagi Indonesia diperkenalkan di akhir 70-an dengan SPI seri A, B, C dan D, Senam Kesegaran Jasmani diperkenalkan pada awal 1984 berdasarkan Surat Perintah Menpora untuk diajarkan ke seluruh lapisan masyarakat. &lt;br /&gt;Musik senam SKJ 1984 ini diciptakan oleh Nortier Simanungkalit, komponis Indonesia yang dikenal terutama dengan karya lagu-lagu mars dan himne, selain SKJ dia juga menggubah musik untuk Senam Pagi Indonesia, Himne SEA Games X, Mars Pemilu dan lain-lain. Dan senam ini dimasyarakatkan berdasarkan SP Kantor Menpora Nomor : B/0227/K/MENPORA/84, Jakarta 13 Februari 1984, dan SK DIRJEN PLSPO Nomor : Kep-03/E/K/1984. Lalu di tahun 1988, setelah SKJ 1984 cukup sukses menggiatkan seluruh masyarakat untuk berolahraga, versi baru SKJ diperkenalkan yaitu SKJ 88.&lt;br /&gt;Kini pemerintahan Orde Baru telah berlalu, digantikan dengan Orde Reformasi, Senam Kesegaran Jasmani sudah tidak dijumpai lagi di sekolah-sekolah…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-5655747639684249218?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/5655747639684249218/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=5655747639684249218&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/5655747639684249218'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/5655747639684249218'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/12/senam-kesegaran-jasmani.html' title='Senam Kesegaran Jasmani'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/STXq31E9k6I/AAAAAAAAAI0/hdimcoU7JfI/s72-c/skj.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-4828216464611110678</id><published>2008-11-21T15:04:00.005+07:00</published><updated>2009-02-20T20:02:23.797+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TVRI'/><title type='text'>Rumah Masa Depan</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SSZtf2UWRCI/AAAAAAAAAIM/TI9y5mbqUM0/s1600-h/rumah.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 231px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SSZtf2UWRCI/AAAAAAAAAIM/TI9y5mbqUM0/s320/rumah.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5271020807807976482" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di Desa Cibeureum, Cianjur yang sejuk dan damai, di sebuah rumah sederhana tinggal sebuah keluarga terdiri dari &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Pak Sukri (Dedy Sutomo)&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ibu Sukri (Aminah Cendrakasih)&lt;/span&gt;, dengan dua orang anaknya &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Bayu (Septian Dwicahyo)&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Gerhana (Andi Ansi)&lt;/span&gt;. Lalu ada juga &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kakek (Hamid Arief)&lt;/span&gt; juga &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nenek (Mak Wok, Wolly Sutinah)&lt;/span&gt;. Ada juga Pak Kepala Desa yang menduda, dan selalu dijadikan sasaran gosip Bu Suwito (Mieke Wijaya) yang kaya dan sombong. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu hanya ada di serial sinetron &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Rumah Masa Depan&lt;/span&gt;, yang ditayangkan setiap Minggu siang di TVRI di tahun 1984-an. Rumah Masa Depan lahir setelah TVRI mengadakan dengar pendapat dengan para pengisi siaran tahun 1983. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Ali Shahab&lt;/span&gt; yang hadir melemparkan gagasan: bagaimana kalau film seri digarap sepenuhnya oleh kelompok di luar instansi itu. Maka disepakati PT September Promotion (Sepro) yang memproduksi film itu, dengan TVRI hanya menyediakan dana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah Masa Depan memang penurut pengakuan sutradara Ali Shahab memang terinspirasi dari film serial asing  &lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2008/10/little-house-on-prairie.html"&gt;A Little House on the Prairie&lt;/a&gt; yang juga diputar TVRI. Dan seperti halnya dengan semua tayangan di TVRI serial ini juga lengkap dengan pesan moral, maka disepakati Rumah Masa Depan harus memperlihatkan kerukunan antarwarga dari satu masyarakat pedesaan.  Seperti halnya serial A Little House on the Prairie yang berpusat pada keluarga Michael Landon, demikian juga pada Rumah Masa Depan, tokoh sentral serial ini adalah keluarga Pak Sukri, dengan segala suka dan dukanya. Selain pemeran keluarga Pak Sukri ada banyak bintang tamu yang turut menyemarakkan serial ini seperti &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sukarno M. Noor, Tino Karno, Mila Karmila&lt;/span&gt; bahkan sutradara Ali Shahab juga ikut main di beberapa episode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Episode pertama berjudul &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Nenekku Manis Jangan Menangis&lt;/span&gt;. Ceritanya tentang Mak Wok yang kesepian di tengah ingar-bingar ibukota Jakarta, lalu jatuh sakit, lalu kembali ke desa, tinggal bersama anak dan cucu. Sebuah awal yang menjanjikan kampanye ‘lirik desa, tinggalkan kota’ Dakwah ini semakin jelas pada seri-seri selanjutnya: Cibeureum digambarkan sebagai desa yang teduh dengan para warga yang jujur. Kalaupun di suatu saat ada keributan biang keroknya selalu orang kota, atau orang yang baru pulang dari kota. Bu Suwito, tokoh nyinyir yang dalam beberapa episode, digambarkan sebagai tukang bikin runyam, adalah contoh. Ia sok modern, sombong, tetapi selalu pada akhirnya menyesal dan minta maaf.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi salah satu episode &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Yang Lepra Yang Terhina&lt;/span&gt; yang menceritakan Pak Kosin seorang pengrajin  tanah liat juga seorang penderita lepra. Dia dikucilkan oleh orang-orang kampung karena penyakitnya. Dalam episode &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Anak Ajaib&lt;/span&gt;, Ali Shahab begitu membela anak desa yang tak bersekolah tetapi bisa mengalahkan anak-anak kota dalam adu cerdas-cermat, hanya karena anak yatim ini berjualan majalah yang sekaligus menjadi sumber ilmunya. Dan pesan moralnya di sini jelas: pendidikan tak hanya diperoleh dari bangku sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang serial yang legendaries itu tidak bertahan lama. Mengingat waktu itu TVRI mengharamkan adanya iklan komersial di televisi maka tidak ada pendapatan dari sponsor, konon PT September Promotion menanggung sejumlah kerugian materi selama produksi ini berlangsung.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-4828216464611110678?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/4828216464611110678/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=4828216464611110678&amp;isPopup=true' title='24 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/4828216464611110678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/4828216464611110678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/11/rumah-masa-depan.html' title='Rumah Masa Depan'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SSZtf2UWRCI/AAAAAAAAAIM/TI9y5mbqUM0/s72-c/rumah.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>24</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-984918512831279880</id><published>2008-11-18T06:07:00.004+07:00</published><updated>2009-02-20T20:04:55.238+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>Film Pengkhianatan G 30 S/PKI</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SSH5vLr5gwI/AAAAAAAAAG4/y2Ta3Tet31w/s1600-h/PKI.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 196px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SSH5vLr5gwI/AAAAAAAAAG4/y2Ta3Tet31w/s320/PKI.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269767627986273026" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hingga menjelang kebangkrutan rezim Orde Baru di tahun 1998, film Pengkhianatan G 30 S PKI adalah menu wajib yang selalu diputar di setiap tanggal 30 September di TVRI juga seluruh televisi swasta. Film berdurasi 4 jam lebih ini disutradarai oleh sutradara handal Indonesia &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Arifin C. Noer&lt;/span&gt;. Menampilkan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Umar Kayam&lt;/span&gt; sebagai &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Presiden Soekarno&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Amaroso Katamsi&lt;/span&gt; sebagai &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mayor Jendral Soeharto&lt;/span&gt;, film kolosal yang diproduksi tahun 1984 itu adalah film termahal pada masanya, dan mungkin juga film yang terbanyak ditonton masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini peristiwa Gerakan 30 September masih menyisakan sejumlah kontroversi dan luka sejarah. Misteri pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh sebagai simpatisan PKI tetap belum terungkap. Selain itu siapa pihak yang harus bertanggung jawab di balik tragedi itu juga masih belum jelas. Ada banyak versi beredar simpang siur di masyarakat mengenai siapa di balik peristiwa yang tercatat dalam sejarah kelam perjalanan bangsa ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang berpendapat bahwa Amerika ada di balik peristiwa ini. Alasannya adalah jelas, di era perang dingin kedekatan Indonesia dengan Rusia adalah sesuatu yang tidak diinginkan Amerika. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar adalah suatu ancaman, bila Indonesia sudah berada di bawah komunis, maka Asia Tenggara tinggal menunggu waktu. Amerika tidak menghendaki hal ini maka itu disusunlah skenario untuk menggulingkan Presiden Soekarno.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi kedua menyebutkan Soekarno yang ada di balik peristiwa ini. Atau setidaknya, sejak awal Soekarno tahu tetapi membiarkannya karena sikapnya yang tidak suka terhadap jenderal-jenderal kanan pimpinan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;AH Nasution&lt;/span&gt;. Banyak perwira tinggi TNI mempercayai pandangan ini. Ada juga versi yang menyebutkan bahwa Gerakan 30 September adalah akibat adanya konflik internal di dalam tubuh TNI. Yaitu perpecahan antara para Jenderal kanan yang borjuis dan para perwira revolusioner seperti Brigadir Jenderal Soepardjo, Kolonel Latief, dan Letkol Untung. Sementara versi yang lain menyebutkan bahwa Soeharto-lah dalang dari peristiwa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Orde Baru, film Pengkhianatan G 30 S PKI adalah sebuah propaganda sekaligus buku putih versi pemerintah yang berkuasa. Dalam film ini PKI jelas-jelas pihak yang dituding pemerintah berada di balik upaya kudeta gagal ini. Oleh karena itu tak ayal lagi film ini adalah tayangan wajib yang harus dikonsumsi oleh masyarakat terutama generasi muda, meski di dalam film ini juga terkandung unsur-unsur sadisme yang sebenarnya kurang pantas ditonton oleh anak-anak, sekaligus pemerintah mengingatkan bahaya komunisme di negeri ini.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-984918512831279880?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/984918512831279880/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=984918512831279880&amp;isPopup=true' title='14 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/984918512831279880'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/984918512831279880'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/11/film-pengkhianatan-g-30-spki.html' title='Film Pengkhianatan G 30 S/PKI'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SSH5vLr5gwI/AAAAAAAAAG4/y2Ta3Tet31w/s72-c/PKI.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>14</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-1662885043657298394</id><published>2008-11-16T10:23:00.009+07:00</published><updated>2009-02-19T22:16:58.287+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='lain-lain'/><title type='text'>Swasembada Beras</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SR-VhudmZkI/AAAAAAAAAGY/cZjr6KlvF7g/s1600-h/sawah.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 246px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SR-VhudmZkI/AAAAAAAAAGY/cZjr6KlvF7g/s320/sawah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5269094495687173698" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1984, di bawah pemerintahan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;a href="http://dekade80.blogspot.com/2008/10/presiden-soeharto.html"&gt;Presiden Soeharto&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;, Indonesia mencatat prestasi penting di bidang ekonomi.  Untuk pertama kalinya, Indonesia mampu mencapai swasembada beras setelah sebelumnya negara kita dikenal sebagai importir beras terbesar di dunia. Indonesia dinyatakan mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan beras atau mencapai swasembada pangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar bahwa Indonesia adalah negara agraris, Presiden Soeharto mengawali masa-masa pemerintahannya dengan bertumpu pada sektor agraria dan mengeluarkan berbagai kebijakan yang mengarah pada revolusi pangan. Berbagai aturan diberlakukan melalui program &lt;span style="font-style:italic;"&gt;intensifikasi massal&lt;/span&gt; (inmas), &lt;span style="font-style:italic;"&gt;bimbingan massal&lt;/span&gt; (bimas) untuk meningkatkan produksi pertanian. Bibit padi unggul diberikan kepada petani, teknologi tanam juga diterapkan sehingga jika secara tradisional sawah-sawah biasanya hanya menghasilkan satu kali panen dalam setahun, maka setelah revolusi itu pun diterapkan, panen padi bisa berlangsung dua hingga tiga kali dalam setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebijakan yang ditempuh kemudian adalah menitikberatkan kepada usaha intensifikasi, dengan menaikkan produksi terutama produktivitas padi pada areal yang telah ada. Sistem pengairan diperbaiki dengan membuat irigasi ke sawah-sawah sehingga banyak sawah yang semula hanya mengandalkan air hujan, kini bisa ditanami pada musim kemarau dengan memanfaatkan sistem pengairan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahan-lahan percontohan pun dibangun, dibentuk pula kelompok petani yang biasa disebut &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Klompencapir&lt;/span&gt; (yang merupakan akronim dari &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Kelompok Pendengar, Pembaca dan Pirsawan&lt;/span&gt;) di setiap desa untuk mengikuti bimbingan dari para penyuluh pertanian melalui inmas dan bimas. Bukan hanya lewat tatap muka, tetapi juga disiarkan melalui radio dan televisi bahkan juga sejumlah media cetak menyediakan halaman khusus untuk koran masuk desa dengan muatan materi siaran yang khas pedesaan bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan petani. Atas prestasinya itu FAO kemudian memberi penghargaan khusus kepada Presiden Soeharto.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-1662885043657298394?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/1662885043657298394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=1662885043657298394&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1662885043657298394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1662885043657298394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/11/swasembada-beras.html' title='Swasembada Beras'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SR-VhudmZkI/AAAAAAAAAGY/cZjr6KlvF7g/s72-c/sawah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-8979569380982357478</id><published>2008-11-15T09:10:00.009+07:00</published><updated>2009-02-19T22:17:26.847+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peristiwa'/><title type='text'>Pembajakan Pesawat Garuda 'Woyla'</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SR46iD8UnuI/AAAAAAAAAF4/R7QJCu94Sjk/s1600-h/dc9+woyla.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 189px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SR46iD8UnuI/AAAAAAAAAF4/R7QJCu94Sjk/s320/dc9+woyla.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5268712970918338274" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Tanggal 28 Maret 1981, langit Jakarta biru bersih. Cuaca juga cerah, hampir tak ada awan yang menutupi. Lalu terdengar suara bening yang mempersilahkan penumpang untuk mengenakan safety belt, pesawat akan segera mengudara.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sungguh tak ada yang menduga, hari yang naas itu pesawat DC-9 " Woyla " milik Garuda Indonesian Airways yang dikemudikan oleh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Captain Herman Rante&lt;/span&gt; terbang dari Jakarta menuju Medan. Namun dalam penerbangan, pesawat tersebut dibajak oleh 5 orang teroris yang berasal dari kelompok Komando Jihad. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para teroris menuntut kepada pemerintah untuk membebaskan sejumlah tahanan dari Peristiwa Cicendo 11 Maret 1981, Teror Warman serta Kasus Komando Jihad serta meminta tuntutan tambahan berupa uang sebesar 1,5 juta dollar AS. Mereka juga meminta pesawat untuk pembebasan tahanan, untuk diterbangkan ke suatu tempat yang dirahasiakan. Para teroris yang seluruhnya bersenjata api itu juga mengancam jika tuntutan itu tidak dipenuhi akan meledakkan Woyla dan seluruh penumpangnya. Mereka telah menanam bom di pesawat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teroris juga  memerintahkan pilot untuk terbang ke Colombo, Srilangka, namun pilot berkata bahwa pesawat tersebut tidak memiliki cukup bahan bakar, sehingga pesawat harus dialihkan ke Penang, Malaysia untuk mengisi bahan bakar. Setelah mengisi bahan bakar, kemudian pesawat diterbangkan kembali menuju Bandara Don Muang, Bangkok.&lt;br /&gt;Menghadapi keinginan tersebut, TNI dan Pemerintah tidak menyerah. Melalui berbagai upaya diplomasi dengan pembajak juga Pemerintah Thailand, Kabakin dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Letjen LB. Moerdani&lt;/span&gt; berhasil mengulur waktu dan mendapat ijin dari Pemerintah Thailand. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pukul 02.30 pada tanggal 31 Maret,  30 Prajurit Kopassandha TNI AD (Korp pasukan sandhi Yudha) yang kini bernama Kopassus di bawah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Komandan Letnan Kolonel Infanteri Sintong Panjaitan&lt;/span&gt; mendekati Woyla secara diam-diam. Pada Selasa dini hari pukul 02.45 WIB seluruh pintu pesawat Woyla didobrak 30 prajurit Kopassandha dan dapat melumpuhkan 3 pembajak dan 2 luka parah. Sementara para penumpang semuanya berhasil diselamatkan tanpa ada satupun yang terluka. Atas prestasi tersebut, Presiden Soeharto menganugerahkan Bintang Sakti kepada 30 prajurit anti teror dan kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat. (berbagai sumber).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-8979569380982357478?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/8979569380982357478/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=8979569380982357478&amp;isPopup=true' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8979569380982357478'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8979569380982357478'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/11/tragedi-woyla.html' title='Pembajakan Pesawat Garuda &apos;Woyla&apos;'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SR46iD8UnuI/AAAAAAAAAF4/R7QJCu94Sjk/s72-c/dc9+woyla.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-9157616629435958206</id><published>2008-11-10T18:52:00.005+07:00</published><updated>2009-02-20T20:09:46.603+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komik'/><title type='text'>Komik Petruk Gareng</title><content type='html'>&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SRgpExVjVRI/AAAAAAAAAFw/gfD-eVSzTN8/s1600-h/tatang.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 256px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SRgpExVjVRI/AAAAAAAAAFw/gfD-eVSzTN8/s320/tatang.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5267004926149743890" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Di antara komik-komik cerita silat yang antara lain mengorbitkan para superhero Indonesia seperti &lt;strong&gt;Panji Tengkorak, Godam, Jaka Sembung, Si Buta dari Goa Hantu&lt;/strong&gt;, terselip juga komikus Tatang S yang begitu terkenal di era 80-an dengan cerita komik Petruk Gareng-nya. Selain Tatang S ada juga komikus-komikus yang juga membuat karakter keluarga Punokawan tersebut seperti &lt;strong&gt;HAB, Hidayat Sujana, Rachman, Rowing, Rini A.S&lt;/strong&gt;, namun tetap saja mereka tidak bisa menyaingi kepopuleran Tatang S.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Tatang Suhendra &lt;/strong&gt;atau yang biasa dikenal &lt;strong&gt;Tatang S&lt;/strong&gt;. adalah salah seorang komikus kawakan Indonesia yang hingga akhir hayatnya mendedikasikan dirinya di dunia komik.  Kiprahnya dalam dunia komik Indonesia sudah sangat mempengaruhi dunia komik maupun seniman yang berkecimpung di dunia komik. Namanya yang besar nampaknya masih terasa meskipun beliau telah meninggal pada tahun 2003 lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja Tatang S selain menampilkan Petruk dan Gareng juga menampilkan anggota Punakawan lain seperti Bagong dan juga Sang Ayahanda Semar. Dalam komiknya Petruk Gareng digambarkan dalam era modern, dengan setting masyarakat bawahan di Desa Tumaritis. Petruk Gareng sering diceritakan sebagai pengangguran, kerja serabutan, banyak utang, hidup di lingkungan yang suka judi KSOB, terkadang memancing ikan untuk mengisi waktu luang. Meski selalu tongpes, mereka anak muda yang menantikan malam minggu, perayu ulung, dan mata keranjang yang suka menggoda gadis-gadis atau janda muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan goresan-goresan yang sederhana, dan gambar hitam putih, tak ada ada yang serius dalam setiap ceritanya, humor-humor yang tidak perlu mengerutkan kening menjadi menu harian, meski kadang juga diselipkan horor-horor yang menampilkan pocong, kuntilanak dan sebagainya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-9157616629435958206?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/9157616629435958206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=9157616629435958206&amp;isPopup=true' title='23 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/9157616629435958206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/9157616629435958206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/11/komik-petruk-gareng.html' title='Komik Petruk Gareng'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SRgpExVjVRI/AAAAAAAAAFw/gfD-eVSzTN8/s72-c/tatang.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>23</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-3068389916563854832</id><published>2008-11-04T22:45:00.008+07:00</published><updated>2009-03-13T21:33:27.430+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tokoh'/><title type='text'>WS Rendra, Si Burung Merak</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SRBwD-p6cKI/AAAAAAAAAFo/U_0KmPl83uw/s1600-h/rendra333.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 215px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SRBwD-p6cKI/AAAAAAAAAFo/U_0KmPl83uw/s320/rendra333.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5264831178056822946" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;em&gt;Kutulis surat ini&lt;br /&gt;kala hujan gerimis&lt;br /&gt;bagai bunyi tambur yang gaib,&lt;br /&gt;Dan angin mendesah&lt;br /&gt;mengeluh dan mendesah,&lt;br /&gt;Wahai, dik Narti,&lt;br /&gt;aku cinta kepadamu !&lt;br /&gt;Kutulis surat ini&lt;br /&gt;kala langit menangis&lt;br /&gt;dan dua ekor belibis&lt;br /&gt;bercintaan dalam kolam&lt;br /&gt;bagai dua anak nakal&lt;br /&gt;jenaka dan manis&lt;br /&gt;mengibaskan ekor&lt;br /&gt;serta menggetarkan bulu-bulunya,&lt;br /&gt;Wahai, dik Narti,&lt;br /&gt;kupinang kau menjadi istriku &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari cinta lahirlah puisi. Penggalan di atas ditulis saat WS Rendra sedang kasmaran dengan Sunarti Suwandi. Wanita yang kemudian dinikahi pada 31 Maret 1959, meski kemudian mereka harus berpisah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lahir di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935 sebagai &lt;strong&gt;Willibrordus Surendra Broto Rendra&lt;/strong&gt;, bakat sastra Rendra sudah mulai terlihat ketika ia duduk di bangku SMP. Saat itu ia sudah mulai menunjukkan kemampuannya dengan menulis puisi, cerita pendek dan drama untuk berbagai kegiatan sekolahnya. Ia petama kali mempublikasikan puisinya di media massa pada tahun 1952 melalui majalah Siasat. Setelah itu, puisi-puisinya pun lancar mengalir menghiasi berbagai majalah pada saat itu, seperti Kisah, Seni, Basis, Konfrontasi, dan Siasat Baru. Hal itu terus berlanjut seperti terlihat dalam majalah-majalah pada dekade selanjutnya, terutama majalah tahun 60-an dan tahun 70-an. Karya-karya Rendra tidak hanya terkenal di dalam negeri, tetapi juga di luar negeri. Banyak karyanya yang sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing, di antaranya bahasa Inggris, Belanda, Jerman, Jepang dan India.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WS Rendra mencurahkan sebagian besar hidupnya dalam dunia sastra dan teater. Menggubah sajak maupun membacakannya, menulis naskah drama sekaligus melakoninya sendiri, dikuasainya dengan sangat matang. Sajak, puisi, maupun drama hasil karyanya sudah melegenda di kalangan pecinta seni sastra dan teater di dalam negeri, bahkan di luar negeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karya-karyanya yang berbau protes pada masa aksi para mahasiswa sangat aktif di tahun 1978, membuat pria ini pernah ditahan oleh pemerintah berkuasa saat itu. Demikian juga pementasannya, ketika itu tidak jarang dilarang dipentaskan. Seperti dramanya yang terkenal berjudul &lt;em&gt;SEKDA&lt;/em&gt; dan &lt;em&gt;Mastodon dan Burung Kondor&lt;/em&gt; dilarang untuk dipentaskan di Taman Ismail Marzuki.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Di samping karya berbau protes, Rendra juga sering menulis karya sastra yang menyuarakan kehidupan kelas bawah seperti puisinya yang berjudul &lt;em&gt;Bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta&lt;/em&gt; dan puisi &lt;em&gt;Pesan Pencopet Kepada Pacarnya.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak lagi karya-karyanya yang sangat terkenal, seperti &lt;em&gt;Blues untuk Bonnie, Pamphleten van een Dichter, State of Emergency, Sajak Seorang Tua tentang Bandung Lautan Api, Mencari Bapak&lt;/em&gt;. Bahkan di antara sajak-sajaknya ada yang sudah diterjemahkan ke bahasa Inggris seperti Rendra: Ballads and Blues: Poems oleh Oxford University Press pada tahun 1974. Demikian juga naskah drama karyanya banyak yang telah dipentaskan, seperti &lt;em&gt;Oedipus Rex, Kasidah Barzanji, Perang Troya Tidak Akan Meletus&lt;/em&gt;, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk kegiatan seninya Si Burung Merak telah menerima banyak penghargaan, antara lain Hadiah Pertama Sayembara Penulisan Drama dari Bagian Kesenian Departemen Pendidikan dan Kebudayaan , Yogyakarta (1954) Hadiah Sastra Nasional BMKN (1956); Anugerah Seni dari Pemerintah Republik Indonesia (1970); Hadiah Akademi Jakarta (1975); Hadiah Yayasan Buku Utama, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1976) ; Penghargaan Adam Malik (1989); The S.E.A. Write Award (1996) dan Penghargaan Achmad Bakri (2006).&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-3068389916563854832?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/3068389916563854832/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=3068389916563854832&amp;isPopup=true' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/3068389916563854832'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/3068389916563854832'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/11/ws-rendra.html' title='WS Rendra, Si Burung Merak'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SRBwD-p6cKI/AAAAAAAAAFo/U_0KmPl83uw/s72-c/rendra333.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-7733749173948460485</id><published>2008-11-01T09:49:00.009+07:00</published><updated>2009-03-13T21:36:33.155+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>LCLR Prambors, Melahirkan Musisi-Musisi Handal</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQvF12jyItI/AAAAAAAAAFg/S2o1BowgLSM/s1600-h/LCLR+BEST+77-90.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 285px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQvF12jyItI/AAAAAAAAAFg/S2o1BowgLSM/s320/LCLR+BEST+77-90.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263518118481896146" /&gt;&lt;/a&gt;Adalah Lomba Cipta Lagu Remaja disingkat &lt;strong&gt;LCLR &lt;/strong&gt; suatu ajang pencarian bakat yang digelar oleh stasiun &lt;strong&gt;Radio Prambors&lt;/strong&gt; pada tahun 1980-an. Untuk selanjutnya, LCLR digelar beberapa kali oleh Prambors dan mengangkat nama-nama seperti &lt;strong&gt;James F Sundah, Harry Sabar, Fariz RM, Raidy Noor, Adjie Soetama, Ikang Fawzy&lt;/strong&gt;, dan lain-lain, serta mempopulerkan lagu-lagu seperti Lilin-Lilin Kecil yang jadi lagu favorit dari masa ke masa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaung ajang LCLR ini memang menggetarkan industri musik pop negeri ini. Secara kebetulan, pada era 1977-1978 sederet pemusik kita memang tengah bersemangat menghasilkan karya-karya yang merupakan alternatif dari musik pop yang tengah bertahta. Mereka adalah &lt;strong&gt;Chrisye, Keenan Nasution, Eros Djarot, God Bless, Noor Bersaudara, Harry Roesli, Giant Step&lt;/strong&gt;, dan masih banyak lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba saja simak tata musik yang disajikan &lt;strong&gt;Yockie Soerjoprajogo&lt;/strong&gt; dalam LCLR 1977 dan 1978 yang cenderung mengadopsi aransir musik rock progresif yang didominasi instrumen keyboard, seperti yang terdengar pada grup-grup mancanegara &lt;strong&gt;Genesis, Yes&lt;/strong&gt;, maupun &lt;strong&gt;Emerson Lake &amp;amp; Palmer&lt;/strong&gt;. Aransemen yang kerap disebut berciri simfonik ini cenderung menghasilkan atmosfer musik yang lebih megah dan tebal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu simaklah aransemen LCLR 1979 yang digarap &lt;strong&gt;Debby Nasution&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Addie MS&lt;/strong&gt; dengan penonjolan pada warna klasik dan rhythm and blues. Debby yang terpengaruh atmosfer klasik &lt;strong&gt;Johann Sebastian Bach&lt;/strong&gt; banyak menghadirkan suara hammond organ sedang &lt;strong&gt;Addie MS&lt;/strong&gt; terlihat mengadopsi gaya soul R&amp;amp;B ala Earth Wind &amp;amp; Fire.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengaruh jazz mulai terlihat pada LCLR 1980 yang tata musiknya digarap &lt;strong&gt;Abadi Soesman&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Benny Likumahuwa&lt;/strong&gt;. Pada saat bersamaan tren musik memang tengah diramaikan oleh musik bercorak jazz. Kesimpulannya, ajang LCLR ini memang selalu mengedepankan tren musik yang tengah merebak. Sungguh sayang, ajang LCLR ini sudah tak terdengar lagi kiprahnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-7733749173948460485?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/7733749173948460485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=7733749173948460485&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7733749173948460485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7733749173948460485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/11/lclr.html' title='LCLR Prambors, Melahirkan Musisi-Musisi Handal'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQvF12jyItI/AAAAAAAAAFg/S2o1BowgLSM/s72-c/LCLR+BEST+77-90.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-7888345987934447195</id><published>2008-11-01T08:48:00.005+07:00</published><updated>2009-02-19T22:19:16.424+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='tragedi'/><title type='text'>Arie Hanggara</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQu8Te6IKgI/AAAAAAAAAFY/I7WvFF8LLWI/s1600-h/Arie_Hanggara_(film).jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 113px; height: 106px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQu8Te6IKgI/AAAAAAAAAFY/I7WvFF8LLWI/s320/Arie_Hanggara_(film).jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263507632412961282" /&gt;&lt;/a&gt;Ada yang bilang ibu kota lebih kejam daripada ibu tiri. Tapi ibu tiri yang satu ini jauh lebih kejam. &lt;strong&gt;Arie Hanggara&lt;/strong&gt;, bocah 7 tahun ini tewas dianiaya orang tuanya sendiri. Peristiwa pada akhir November 1984 itu tiba-tiba menyentakkan perhatian publik. Media massa menuliskannya panjang-lebar. Sidang pengadilannya membeludak. Orang ingin tahu seperti apa sosok kedua orang tua Ari: &lt;strong&gt;Machtino bin Eddiwan&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Santi binti Cece&lt;/strong&gt;. Bahkan rekonstruksi yang harus dilakukan suami-istri itu nyaris gagal karena massa melampiaskan kemarahan kepada kedua pesakitan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Arie tiba-tiba menjadi simbol dari anak-anak yang tertindas. Bahkan sampai-sampai tim pengacara orang tua Arie mendapat teror dari orang-orang yang tidak dikenal. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan &lt;strong&gt;Nugroho Notosusanto&lt;/strong&gt; sempat membuatkan patung Arie--meski akhirnya dibatalkan--sebagai peringatan agar kasus serupa tak terulang di masa mendatang.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Akibat himpitan beban ekonomi yang dialami oleh kedua orang tuanya, ayahnya seorang pengangguran, dengan tiga orang anak, membuatnya gelap mata. Akibatnya dia menjadi ringan tangan. Ketika suatu hari dituduh mencuri uang maka Arie Hanggara dipukul dan disiksa hingga menemui ajal di tangan orang yang seharusnya melindunginya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kisah bocah malang tersebut pernah diangkat ke layar lebar oleh sutradara Frank Rorimpandey, dan dibintangi oleh Deddy Mizwar, Joice Erna.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-7888345987934447195?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/7888345987934447195/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=7888345987934447195&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7888345987934447195'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7888345987934447195'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/10/arie-hanggara.html' title='Arie Hanggara'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQu8Te6IKgI/AAAAAAAAAFY/I7WvFF8LLWI/s72-c/Arie_Hanggara_(film).jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-9114121855854422707</id><published>2008-10-28T19:32:00.002+07:00</published><updated>2009-03-13T21:15:30.792+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>Fariz RM</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQcI0obCHNI/AAAAAAAAAE8/A_QFOdUw24o/s1600-h/faris+rm.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 200px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQcI0obCHNI/AAAAAAAAAE8/A_QFOdUw24o/s400/faris+rm.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5262184389902736594" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;Fariz RM&lt;/strong&gt; adalah fenomena. Di saat tren musik di negeri ini masih terbuai dalam balada yang mendayu-dayu, Fariz malah menawarkan konsep musik yang danceable ala Earth Wind &amp;amp; Fire dengan penonjolan pada aransemen brass section sebagai aksentuasi dan teknik bernyanyi falsetto. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya tahun 1980, Fariz membuat album keduanya yang bertajuk Sakura. Di album ini, dengan sistem rekam overdubbed, Fariz memainkan berbagai instrumen, seperti drum, kibor, gitar, bas, perkusi, sendirian. Bisa jadi Fariz terinsiprasi &lt;strong&gt;Stevie Wonder&lt;/strong&gt; atau &lt;strong&gt;Mike Oldfield&lt;/strong&gt;, pemusik yang bermain tunggal dalam sejumlah album rekamannya. Warna musiknya pun fresh dan groovy. Album ini sukses besar. Fariz kemudian merilis album perdananya yang belum sempat dirilis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setahun kemudian, Fariz R.M. membentuk grup Transs, yang personelnya antara lain &lt;strong&gt;Erwin Gutawa&lt;/strong&gt;, pemusik yang sekarang banyak dikaitkan dengan aransemen berbau orkestral. Dengan Transs, Fariz menawarkan konsep musik fusion, yang akhirnya membuat sejumlah grup musik terinspirasi untuk menggarap musik fusion, yang memadukan jazz dan rock. Transs adalah grup yang maunya beridealisme tinggi. Ini terlihat dari kalimat yang tertera pada sampul album Transs, Hotel San Vicente (1981): "&lt;em&gt;pembaharuan musik Indonesia dalam warna, personalitas, dan gaya&lt;/em&gt;". Boleh jadi kalimat itu berkonotasi gagah-gagahan belaka. Namun patut diakui, sejak pemunculan Transs, mulailah muncul grup-grup fusion seperti Krakatau, Karimata, Emerald, dan lain-lain.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tahun 1983, Fariz bergabung dengan &lt;strong&gt;Iwan Madjid&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Darwin B Rachman&lt;/strong&gt; membentuk kelompok musik Wow. Mereka bertiga, Iwan (vocal, piano, keyboard), Darwin (bas), dan Fariz (drum) kemudian merilis album bertajuk Produk Hijau. Wow tetap menghadirkan nuansa rock progresif lewat lagu-lagu seperti "Pekik Merdeka", "Armageddon", hingga "Purie". Dhewayani. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah debut album dirilis, Fariz RM mengundurkan diri dari formasi Wow. Saat itu, selain bergabung dengan Wow, Fariz juga aktif di kelompok Symphony hingga Jakarta Rhythm Section, serta beberapa proyek album solonya.Setelah itu, Fariz yang masih terhitung famili dengan penyanyi remaja masa kini &lt;strong&gt;Sherina Munaf&lt;/strong&gt;, pun terus menelurkan karya-karyanya, baik di Indonesia maupun di Internasional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama 25 tahun kariernya sejak tahun 1978 hingga 2003, Fariz telah menghasilkan 20 album solo, 72 album kolaborasi, 18 album soundtrack, 27 album produksi dimana dia berperan sebagai produser dan 13 album internasional yang dirilis di Eropa dan Asia Pasifik. Di antara lagu-lagu ciptaannya yang terkenal hingga sekarang adalah lagu "&lt;em&gt;Barcelona&lt;/em&gt;", "&lt;em&gt;Nada Kasih&lt;/em&gt;" (duet dengan &lt;strong&gt;Neno Warisman&lt;/strong&gt;), "&lt;em&gt;S&lt;/em&gt;&lt;em&gt;usie Bhelel&lt;/em&gt;", "&lt;em&gt;Menggapai Bintang&lt;/em&gt;" (Symphony), "&lt;em&gt;Selamat Untukmu&lt;/em&gt;" (Jakarta Rhythm Section), dan "&lt;em&gt;Renungan&lt;/em&gt;" (Dibayang Dewasa) yang menampilkan duet Fariz RM dengan Marissa Haque.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-9114121855854422707?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/9114121855854422707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=9114121855854422707&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/9114121855854422707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/9114121855854422707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/10/fariz-rm.html' title='Fariz RM'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQcI0obCHNI/AAAAAAAAAE8/A_QFOdUw24o/s72-c/faris+rm.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-8853632291257703038</id><published>2008-10-27T18:00:00.002+07:00</published><updated>2009-03-13T21:17:16.747+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TVRI'/><title type='text'>Aneka Ria Safari</title><content type='html'>Aneka Ria Safari adalah variety show unggulan di TVRI di tahun 1980-an. Idenya lahir dari tangan dingin &lt;strong&gt;Eddy Sud&lt;/strong&gt;, saat bertemu dengan Menteri Penerangan, waktu itu &lt;strong&gt;Ali Moertopo&lt;/strong&gt;. Dasarnya, keprihatinan pada nasib musik Indonesia yang kalah terus dalam bersaing dengan lagu-lagu Barat. Lalu muncul acara Aneka Ria Safari. Prioritas diberi kepada kelompok Artis Safari. Namun kelanjutannya memang menjadi sangat lain. Sudah tidak jelas mana yang anggota Artis Safari, mana yang rekanan bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Organisasi Artis Safari dibentuk Eddy Sud tahun 1971 bersama Bing Slamet, Bucuk Soeharto (ketua Departemen Seni dan Budaya DPP Golkar kala itu). Tujuannya, menghimpun artis yang mau diajak keliling daerah untuk berkampanye. Kelompok ini konon punya peran besar bagi kemenangan Golkar. Karena itu Artis Safari tak pernah absen di setiap kampanye. Imbalannya: boleh tampil di acara Aneka Ria Safari TVRI. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahunya acara musik yang diberi nama Aneka Ria Safari itu sukses besar. Setiap pekan kehadirannya dinanti pemirsa TVRI -- satu-satunya stasiun teve yang ada hingga akhir 1980-an. Pemilik nama lengkap &lt;strong&gt;Eddy Sudihardjo&lt;/strong&gt; itu makin terkenal. Sebagai koordinator Aneka Ria Safari Eddy otomatis dekat dengan artis pengisi acara. Salah satu yang dekat dengannya, &lt;strong&gt;Itje Trisnawati&lt;/strong&gt;, artis pendatang baru dari Tasikmalaya yang kemudian menjadi pendampingnya. Nama Eddy pun terangkat oleh kesuksesan itu. Ia terpilih sebagai anggota MPR dari FKP periode 1987-1992.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak artis-artis Indonesia tempo dulu yang namanya terangkat setelah tampil di pentas Aneka Ria Safari ini. Seperti &lt;strong&gt;Arie Wibowo&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Ratih Purwasih, Meriam Bellina&lt;/strong&gt;,  dan banyak lagi. Setelah belasan tahun menikmati masa jayanya, di tahun 90-an acara ini dihentikan. Ada tuduhan bahwa acara ini menjadi komersial. Karena konon untuk bisa tampil di acara tersebut sang artis harus menyetor sejumlah uang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-8853632291257703038?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/8853632291257703038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=8853632291257703038&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8853632291257703038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8853632291257703038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/10/aneka-ria-safari.html' title='Aneka Ria Safari'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-1764567129691136822</id><published>2008-10-26T09:23:00.004+07:00</published><updated>2009-03-13T21:29:05.771+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>Ebiet G Ade dan Sebuah Nama Camelia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQPZ_Euos8I/AAAAAAAAADc/5C5plvv_Os0/s1600-h/Camellia_I_cover.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 218px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQPZ_Euos8I/AAAAAAAAADc/5C5plvv_Os0/s320/Camellia_I_cover.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261288467323204546" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ebiet G Ade adalah Camelia, dan Camelia adalah Ebiet G Ade. Dua nama itu selalu identik. Untuk nama itu bahkan Ebiet menjadikannya sebagai judul empat albumnya. Tetapi siapakah sesungguhnya Camelia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ebiet G Ade terlahir sebagai Abdullah Abdul Gafar di Banyumas, 21 April 1955. Lihat saja salah satu syairnya "&lt;em&gt;mungkin Tuhan mulai bosan melihat tingkah kita yang selalu salah dan bangga dengan dosa-dosa&lt;/em&gt;...". Sebagai penyanyi balada dia tidak hanya bercerita tentang cinta. Dia kadang bercerita tentang alam, tentang manusia, tentang Tuhan, tentang Ayahnya. Dia kadang menyuarakan kritik sosial dengan bahasa yang santun, tanpa harus ada yang merasa tersinggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memulai debutnya tahun 1974, dengan menyanyikan puisi Emha Ainun Najib yang berjudul Kubakar Cintaku. "Saya tak mau disebut penyanyi," katanya. Ia lebih senang dianggap "penyair yang menyanyi." Ia juga pernah menyanyikan puisi penyair Amerika yang tersohor Emily Dickinson. Camelia Lewat Jackson Record, Ebiet telah mengorbitkan kasetnya yang pertama berjudul 'Camelia I'. Berisi 10 buah lagu -- dan semuanya agaknya bermula dari puisi. Karena itu pada kaset ini kita lebih banyak diajak mendengar cerita, daripada musik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lagu-lagunya kemudian mendapat tempat tersendiri di hati penggemarnya. Dia merajai pop Indonesia pada tahun 1979 - 1983. Dia juga mendapatkan penghargaan BASF Award tahun 1984 hingga 1988, dan penyanyi terbaik Anugerah Musik Indonesia tahun 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi siapakah Camelia itu? Sayang dia tidak pernah ada. Sebab Camelia hanyalah sosok imajiner di mata Ebiet G Ade.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-1764567129691136822?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/1764567129691136822/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=1764567129691136822&amp;isPopup=true' title='96 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1764567129691136822'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1764567129691136822'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/10/ebiet-g-ade-dan-camelia.html' title='Ebiet G Ade dan Sebuah Nama Camelia'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQPZ_Euos8I/AAAAAAAAADc/5C5plvv_Os0/s72-c/Camellia_I_cover.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>96</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-7004862757294165188</id><published>2008-10-25T15:23:00.002+07:00</published><updated>2009-03-13T21:30:34.142+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>Namaku Bento</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQLYZOtInaI/AAAAAAAAADE/LF4zVbkOoCM/s1600-h/Time_fals.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 300px; height: 396px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQLYZOtInaI/AAAAAAAAADE/LF4zVbkOoCM/s400/Time_fals.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5261005242677894562" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Bila nama aslinya yang disebut Virgiawan Listanto (lahir di Jakarta, 3 September 1961) tak akan banyak orang yang kenal dengannya. Namun panggil saja dia dengan Iwan Fals.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lewat lagu-lagunya, ia 'memotret' suasana sosial kehidupan Indonesia (terutama Jakarta) di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya tetapi juga sejumlah pencipta lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal karirnya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-7004862757294165188?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/7004862757294165188/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=7004862757294165188&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7004862757294165188'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/7004862757294165188'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/10/namaku-bento.html' title='Namaku Bento'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQLYZOtInaI/AAAAAAAAADE/LF4zVbkOoCM/s72-c/Time_fals.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-1400828728615256962</id><published>2008-10-25T09:16:00.001+07:00</published><updated>2009-02-20T20:11:04.083+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='komik'/><title type='text'>Si Buta dari Goa Hantu</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQKD-ojgi3I/AAAAAAAAAC8/ihKQsIM92zw/s1600-h/buta.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 215px; height: 300px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQKD-ojgi3I/AAAAAAAAAC8/ihKQsIM92zw/s320/buta.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260912426783640434" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Si Buta dari Gua Hantu tak syak adalah karya agung Ganes T.H. Dari tahun 1967 sampai 1989, Ganes memproduksi 19 seri Si Buta, dengan jalinan kisah sering bertautan. Diproduksi pertama tahun 1967 oleh UP Soka Jakarta, kisah petualangan Barda, pemuda yang menyayat matanya sendiri dengan golok demi memecahkan rahasia ilmu suara Mata Malaikat, penjahat buta yang membunuh Eka Paksi (ayah Barda) ini memang melejitkan nama Ganes. Pada zamannya ia adalah komikus dengan bayaran tertinggi dibanding yang lain. Namanya makin populer setelah seri-seri si pendekar buta diangkat ke bioskop.&lt;br /&gt;Mengenang Si Buta adalah mengenang bahwa kita memiliki sosok imajinasi pendekar kukuh nan teguh. Tampan, dengan bibir tipis, berambut ikal sepunggung, pakaiannya terbuat dari sisik ular, tanpa kancing, hingga dada bidangnya selalu terlihat. Seorang jantan, dengan dagu yang mengesankan bakal ditumbuhi cambang kasar, mirip para koboi. Hidup sendirian, hanya ditemani monyet setia si Wanara (yang dalam film berubah nama menjadi Kliwon), ia mengelana, menuruti ke mana kaki melangkah. Seorang pejalan yang memasuki desa-desa mati di seluruh Indonesia, karena banyak warganya terbunuh atau terserang wabah. Desa-desa dengan bau anyir darah, bangkai menyengat. Lalu melibatkan diri dalam kekacauan, tanpa imbalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-1400828728615256962?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/1400828728615256962/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=1400828728615256962&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1400828728615256962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/1400828728615256962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/10/si-buta-dari-goa-hantu.html' title='Si Buta dari Goa Hantu'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQKD-ojgi3I/AAAAAAAAAC8/ihKQsIM92zw/s72-c/buta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-462768455282168069</id><published>2008-10-24T20:53:00.002+07:00</published><updated>2009-02-20T20:11:32.619+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='peristiwa'/><title type='text'>Gunung Galunggung Meletus</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQHURFuwzWI/AAAAAAAAAC0/iCCQBDJMkw4/s1600-h/Gal_eruption.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 212px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQHURFuwzWI/AAAAAAAAAC0/iCCQBDJMkw4/s320/Gal_eruption.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5260719229806628194" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Disertai suara dentuman, pijaran api, dan kilatan halilintar Gunung Galunggung meletus pada 5 Mei 1982. Kegiatan letusan berlangsung selama 9 bulan dan berakhir pada 8 Januari 1983. Selama periode letusan ini, sekitar 18 orang meninggal, sebagian besar karena sebab tidak langsung (kecelakaan lalu lintas, usia tua, kedinginan dan kekurangan pangan). Perkiraan kerugian sekitar Rp 1 milyar dan 22 desa ditinggal tanpa penghuni. Letusan pada periode ini juga telah menyebabkan berubahnya peta wilayah pada radius sekitar 20 km dari kawah Galunggung, yaitu mencakup Kecamatan Indihiang, Kecamatan Sukaratu dan Kecamatan Leuwisari. Perubahan peta wilayah tersebut lebih banyak disebabkan oleh terputusnya jaringan jalan dan aliran sungai serta areal perkampungan akibat melimpahnya aliran lava dingin berupa material batuan-kerikil-pasir. Pada periode pasca letusan (yaitu sekitar tahun 1984-1990) merupakan masa rehabilitasi kawasan bencana, yaitu dengan menata kembali jaringan jalan yang terputus, pengerukan lumpur/pasir pada beberapa aliran sungai dan saluran irigasi (khususnya Cikunten I), kemudian dibangunnya check dam (kantong lahar dingin) di daerah Sinagar sebagai 'benteng' pengaman melimpahnya banjir lahar dingin ke kawasan Kota Tasikmalaya. Pada masa tersebut juga dilakukan eksploitasi pemanfaatan pasir galunggung yang dianggap berkualitas untuk bahan material bangunan maupun konstruksi jalan raya. Pada tahun-tahun kemudian hingga saat ini usaha pengerukan pasir galunggung tersebut semakin berkembang, bahkan pada awal perkembangannya (sekitar 1984-1985) dibangun jaringan jalan Kereta Api dari dekat Station KA Indihiang (Kp. Cibungkul-Parakanhonje) ke check dam sinagar sebagai jalur khusus untuk mengangkut pasir dari galungung ke Jakarta.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gunung Galunggung tercatat pernah meletus pada tahun 1882. Tanda-tanda awal letusan diketahui pada bulan Juli 1822, di mana air Cikunir menjadi keruh dan berlumpur. Hasil pemeriksaan kawah menunjukkan bahwa air keruh tersebut panas dan kadang muncul kolom asap dari dalam kawah. Kemudian pada tanggal 8 Oktober s.d. 12 Oktober, letusan menghasilkan hujan pasir kemerahan yang sangat panas, abu halus, awan panas, serta lahar. Aliran lahar bergerak ke arah tenggara mengikuti aliran-aliran sungai. Letusan ini menewaskan 4.011 jiwa dan menghancurkan 114 desa, dengan kerusakan lahan ke arah timur dan selatan sejauh 40km dari puncak gunung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Letusan berikutnya terjadi pada tahun 1894. Di antara tanggal 7-9 Oktober, terjadi letusan yang menghasilkan awan panas. Lalu tanggal 27 dan 30 Oktober, terjadi lahar yang mengalir pada alur sungai yang sama dengan lahar yang dihasilkan pada letusan 1822. Letusan kali ini menghancurkan 50 desa, sebagian rumah ambruk karena tertimpa hujan abu.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Pada tahun 1918, di awal bulan Juli, letusan berikutnya terjadi, diawali gempa bumi. Letusan tanggal 6 Juli ini menghasilkan hujan abu setebal 2-5mm yang terbatas di dalam kawah dan lereng selatan. Dan pada tanggal 9 Juli, tercatat pemunculan kubah lava di dalam danau kawah setinggi 85m dengan ukuran 560x440m yang kemudian dinamakan gunung Jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-462768455282168069?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/462768455282168069/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=462768455282168069&amp;isPopup=true' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/462768455282168069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/462768455282168069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/10/disertai-suara-dentuman-pijaran-api-dan.html' title='Gunung Galunggung Meletus'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQHURFuwzWI/AAAAAAAAAC0/iCCQBDJMkw4/s72-c/Gal_eruption.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-8859920357011237357</id><published>2008-10-20T09:00:00.002+07:00</published><updated>2009-02-19T22:15:54.017+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='musik'/><title type='text'>Hati yang Luka</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SPvp4S27nQI/AAAAAAAAACc/3XFu0ZBbBZo/s1600-h/betharia_sonata.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5259054143229369602" style="FLOAT: right; MARGIN: 0px 0px 10px 10px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SPvp4S27nQI/AAAAAAAAACc/3XFu0ZBbBZo/s200/betharia_sonata.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Masih ingat dengan syair berikut:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Dulu, segenggam emas kau pinang aku&lt;br /&gt;Dulu, bersumpah janji di depan saksi&lt;br /&gt;Namun semua hilanglah sudah ditelan dusta&lt;br /&gt;Namun semua tinggal cerita hati yang luka. &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;Syair lagu yang menggambarkan kekerasan dalam rumah tangga tersebut adalah penggalan dari lagu Hati Yang Luka yang dinyanyikan oleh &lt;strong&gt;Betharia Sonata&lt;/strong&gt;. Seperti halnya banyak karya &lt;strong&gt;Obbie Messakh&lt;/strong&gt; yang lain lagu tersebut juga menjadi hits dan turut mewarnai musik tanah air pada era 1980-an. Sebagai lagu yang sangat populer, Hati yang Luka tak berhenti di situ saja. Lahir pula lagu jawabannya. Judulnya &lt;em&gt;Penyesalan&lt;/em&gt;, yang didendang si penciptanya sendiri, Obbie. Ia bersedih pisah dengan istrinya. Lalu dijawab kembali oleh Betharia, dalam Tiada Duka Lagi. Mereka setuju berdamai dan rujuk.&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pada masanya &lt;strong&gt;Obbie Messakh&lt;/strong&gt; adalah salah seorang hits maker bersama beberapa musisi lain seperti &lt;strong&gt;Rinto Harahap&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Pance&lt;/strong&gt; maupun &lt;strong&gt;Pompi&lt;/strong&gt;. Beberapa karya-karyanya seperti &lt;strong&gt;Antara Benci dan Rindu&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Kisah Kasih di Sekolah&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Telepon Rindu&lt;/strong&gt; maupun &lt;strong&gt;Birunya Rinduku&lt;/strong&gt; turut mempopulerkan artis-artis seperti &lt;strong&gt;Ratih Purwasih&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Nani Sugianto&lt;/strong&gt; untuk menyebut beberapa nama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Di samping lagu-lagu dangdut, pentas music Indonesia pada tahun 1980-an banyak didominasi oleh lagu-lagu melankolis yang oleh banyak kalangan disebut lagu-lagu cengeng. Bahkan seorang pejabat pemerintah Orde Baru, Harmoko, merasa perlu untuk membuat larangan guna membatasi aliran jenis musik tersebut yang disebut-sebut sebagai &lt;em&gt;'ratapan patah semangat berselera rendah&lt;/em&gt;' sehingga tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan. Ia mengingatkan, semangat kerja tidak tumbuh jika mata acara TVRI banyak diwarnai ratapan, keputusasaan, dan keretakan rumah tangga. "Dalam keadaan patah semangat dan cengeng, sulit mengajak orang untuk bekerja keras," katanya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Kehadiran musisi-musisi muda seperti &lt;strong&gt;Fariz RM&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Deddy Dukun&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Oddie Agam&lt;/strong&gt; sedikit banyak turut memberikan warna karena mampu menawarkan sesuatu yang beda. Sehingga aliran music musisi-musisi macam Fariz RM tersebut disebut sebagai aliran pop alternative.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-8859920357011237357?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/8859920357011237357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=8859920357011237357&amp;isPopup=true' title='9 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8859920357011237357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/8859920357011237357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/10/hati-yang-luka.html' title='Hati yang Luka'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SPvp4S27nQI/AAAAAAAAACc/3XFu0ZBbBZo/s72-c/betharia_sonata.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>9</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-2268019643283898707</id><published>2008-10-19T13:45:00.003+07:00</published><updated>2009-02-20T20:12:03.148+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TVRI'/><title type='text'>Little House on The Prairie</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SYpXQQe9EmI/AAAAAAAAAM0/HUK-rFDUloU/s1600-h/little.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SYpXQQe9EmI/AAAAAAAAAM0/HUK-rFDUloU/s320/little.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5299143848369132130" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Little House on The Prairie adalah drama keluarga  yang paling digemari dan dinanti oleh keluarga Indonesia pada tahun 1980an. Serial ini ditayangkan setiap satu pekan sekali yaitu di  Minggu siang di TVRI. Drama ini diadaptasi dari novel best seller karya Laura Ingalls Wilder dengan judul yang sama. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Little House on The Prairie mengisahkan tentang suka duka keluarga petani sederhana yang tinggal di rumah kecil di tengah-tengah padang rumput prairie dalam mengarungi bahtera rumah tangga dan membesarkan anak-anak mereka. Tema-tema sederhana dan keseharian diangkat di serial ini sehingga membuat ceritanya begitu membumi, dan kadang menyentuh, jauh dari kesan menggurui, meski sesekali juga dibumbui oleh adegan-adegan komedi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersetting pada akhir tahun 1800-an di Plum Creek yang terletak dekat kota kecil  Walnut Grove, Amerika, cerita bersentral pada keluarga Charles Philip Ingalls (Michael Landon). Michael Landon yang juga menjadi sutradara untuk sejumlah besar episode dicasting sebagai seorang ayah yang bijaksana dan pekerja keras dengan istrinya Laura Elisabeth Ingalls Wilder (Karen Grassle), serta empat  buah hatinya Mary (Melissa Sue Anderson), Laura (Melissa Gilbert), Carrie (Lindsay dan Sidney Greenbush dan Grace (Wendi dan Brenda Turnbaugh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak hanya di Indonesia, Little House on The Prairie adalah salah satu serial yang paling digemari di seluruh dunia, serial ini berakhir di tahun 1983 setelah Michael Landon memutuskan untuk berhenti  bermain.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-2268019643283898707?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/2268019643283898707/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=2268019643283898707&amp;isPopup=true' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2268019643283898707'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/2268019643283898707'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/10/little-house-on-prairie.html' title='Little House on The Prairie'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SYpXQQe9EmI/AAAAAAAAAM0/HUK-rFDUloU/s72-c/little.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-6683061831567971186</id><published>2008-10-19T10:17:00.002+07:00</published><updated>2009-02-19T22:15:18.463+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='film'/><title type='text'>Naga Bonar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SPqpQzr1eJI/AAAAAAAAACM/ZYL5F6zoLy0/s1600-h/naga_bonar_01.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SPqpQzr1eJI/AAAAAAAAACM/ZYL5F6zoLy0/s200/naga_bonar_01.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258701621125544082" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Naga Bonar" adalah nama karakter yang diperankan oleh Deddy Mizwar dalam film yang berjudul sama. Film bergenre komedi ini bersetting pada jaman perjuangan kemerdekaan di Sumatra. Meski dikemas dengan gaya komedi namun film ini cukup kuat dalam tema dan mampu mengusung gagasan mengenai ide nasionalisme, kesetiakawanan, kasih sayang sekaligus cinta kasih. Tentu saja dengan balutan komedi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film berdurasi 95 menit ini bercerita tentang tokoh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Naga Bonar&lt;/span&gt;, seorang pencopet yang mendapatkan kesempatan menyebut dirinya seorang Jenderal pasukan kemerdekaan Indonesia. Ketika itu, pasukan pendudukan Jepang mundur pada tahun 1945 dan Belanda berusaha kembali menguasai daerah yang ditinggalkan tersebut. Pada awalnya Naga Bonar melakukan ini hanya sekedar untuk mendapatkan kemewahan hidup sebagai seorang Jenderal, akan tetapi pada akhirnya dia menjadi tentara yang sesungguhnya dan memimpin kemenangan Indonesia dalam peperangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film ini dibintangi oleh dibintangi oleh &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Deddy Mizwar&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Nurul Arifin&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wawan Wanisar&lt;/span&gt;, dan &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Roldiah Matulessy&lt;/span&gt; pada dan diproduksi pada tahun 1987. Lewat peran tersebut Deddy Mizwar dianugerahi Aktor Terbaik pada Festival Film Indonesia 1987.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua puluh tahun kemudian, tepatnya di tahun 2007, dengan disutradarai oleh Deddy Mizwar film ini dibuat sekuelnya dengan judul Naga Bonar Jadi 2. Masih dengan Deddy Mizwar sebagai tokoh Naga Bonar, film yang bersetting di Jakarta di jaman modern ini ikut pula dibintangi oleh artis-artis yang sedang populer seperti &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tora Sudiro&lt;/span&gt;, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Wulan Guritno&lt;/span&gt; serta &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Darius Sinatria&lt;/span&gt;. Naga Bonar Jadi 2sempat menjadi Film Terbaik dalam Festival Film Indonesia 2007 sekaligus menobatkan Deddy Mizwar sebagai Pemeran Pria Terbaik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-6683061831567971186?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/6683061831567971186/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=6683061831567971186&amp;isPopup=true' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/6683061831567971186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/6683061831567971186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/10/naga-bonar.html' title='Naga Bonar'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SPqpQzr1eJI/AAAAAAAAACM/ZYL5F6zoLy0/s72-c/naga_bonar_01.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-110494894235864515</id><published>2008-10-18T12:31:00.002+07:00</published><updated>2009-02-19T22:13:57.863+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='TVRI'/><title type='text'>Film Boneka Si Unyil</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SPl9Lf0QotI/AAAAAAAAAA0/PMSsgRv1tbg/s1600-h/Unyil_1.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SPl9Lf0QotI/AAAAAAAAAA0/PMSsgRv1tbg/s200/Unyil_1.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5258371676404490962" /&gt;&lt;/a&gt;Si Unyil adalah tokoh boneka yang rajin menyapa anak-anak Indonesia melalui TVRI setiap hari Minggu siang sejak tahun 1981 sampai 1993.&lt;p&gt;Ditujukan kepada anak-anak, film seri boneka ini menceritakan tentang seorang anak bernama di Unyil dengan segala petualangan dan suka dan dukanya. Karena memang ditujukan untuk anak-anak maka film ini pun tidak lupa untuk disisipi dengan berbagai pesan-pesan moral maupun unsur pendidikan. Kata "Unyil" berasal dari "mungil" yang berarti "kecil".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Unyil yang digambarkan selalu tampil dengan mengenakan sarung dan memakai peci, telah menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari budaya populer di Indonesia, dan banyak orang tidak dapat melupakan berbagai unsur seri ini, seperti karakter tokoh-tokohnya yaitu Pak Raden, Pak Ogah, Ableh, Kinoy, Ucrit, Usrok, Cuplis serta Meilan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2000-an film ini sempat ditayangkan kembali di televisi swasta TPI dengan diberi sentuhan-sentuhan modern, namun rupanya kehadiran berbagai tokoh idola anak-anak dari luar negeri seperti Doraemon, Sinchan yang kadung lekat dengan anak-anak di era milenium, membuat Si Unyil kurang mendapatkan sambutan. Saat ini boneka-boneka si Unyil telah menjadi koleksi Museum Wayang di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-110494894235864515?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/110494894235864515/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=110494894235864515&amp;isPopup=true' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/110494894235864515'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/110494894235864515'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/10/unyil.html' title='Film Boneka Si Unyil'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SPl9Lf0QotI/AAAAAAAAAA0/PMSsgRv1tbg/s72-c/Unyil_1.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3553288467904176825.post-816562061987147798</id><published>2008-10-18T12:22:00.003+07:00</published><updated>2009-03-13T21:20:08.790+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='media'/><title type='text'>Sandiwara Radio Saur Sepuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQq5wDPyJTI/AAAAAAAAAFI/NepbL91bNrg/s1600-h/titisan+darah+biru+on+blog.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 314px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQq5wDPyJTI/AAAAAAAAAFI/NepbL91bNrg/s320/titisan+darah+biru+on+blog.jpg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5263223349692212530" /&gt;&lt;/a&gt;Sandiwara radio ini sangat populer di Indonesia pada tahun 1980. Ketika itu radio merupakan alternatif hiburan di saat TVRI masih hanya siaran di malam hari, kecuali hari Minggu, sementara televisi swasta belum hadir di Bumi Pertiwi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandiwara Radio Saur Sepuh adalah buah karya &lt;strong&gt;Niki Kosasih&lt;/strong&gt;. Sandiwara ini disutradarai oleh &lt;strong&gt;Hendra Mahendra&lt;/strong&gt;, sedangkan pengisi suara antara lain &lt;strong&gt;Ferry Fadli&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Ellie Ermawati&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Ivone Rose&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Maria Oentoe&lt;/strong&gt; dari Sanggar Prativie dan termasuk &lt;strong&gt;Novia Kolopaking&lt;/strong&gt; yang waktu itu belum menjadi artis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ceritanya berkisah pada masa jaman &lt;strong&gt;Kerajaan Pajajaran&lt;/strong&gt;. Mengambil lokasi di Tanah Pasundan, ada sebuah kerajaan kecil bernama &lt;strong&gt;Madangkara&lt;/strong&gt;. Tokoh-tokoh dalam cerita ini ialah Sang Raja Madangkara, &lt;strong&gt;Brama Kumbara (Ferry Fadli)&lt;/strong&gt; yang konon merupakan seorang raja yang bijaksana, tampan rupawan serta sakti mandraguna, hampir-hampir tiada tandingannya. Kemudian adik Brama bernama &lt;strong&gt;Mantili (Ellie Ermawati)&lt;/strong&gt; yang mempunyai sepasang senjata ampuh yaitu &lt;strong&gt;Pedang Setan&lt;/strong&gt; dan &lt;strong&gt;Pedang Perak&lt;/strong&gt;. Selanjutnya ada tokoh antagonis yang diperankan oleh &lt;strong&gt;Ivone Rose&lt;/strong&gt;, yaitu seorang pendekar wanita bernama &lt;strong&gt;Lasmini&lt;/strong&gt;. Tokoh-tokoh lainnya Raden Bentar, Harnum, Patih Gutawa, Dewi Anjani, Kijara, Lugina dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana kisah-kisah epos lainnya Sandiwara Radio Saur Sepuh juga sarat dengan konflik, perebutan kekuasaan, pengkhianatan dan cinta kasih. Sandiwara ini disiarkan setiap hari di hampir semua stasiun swasta di Indonesia. Begitu populernya tokoh Brama dan Mantili, bahkan ketika pengarang memutuskan untuk 'mematikan' kedua jagoan tersebut, masyarakat pun memprotes keras. Sehingga terpaksa Brama dan Mantili pun dihidupkan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sandiwara ini pun pernah diangkat ke layar lebar oleh sutradara &lt;strong&gt;Imam Tantowi&lt;/strong&gt; dan menuai sukses. Selain Saur Sepuh sandiwara radio lain yang juga cukup sukses di tahun 1980-an di antaranya &lt;strong&gt;Misteri dari Gunung Merapi, Misteri Nini Pelet, Babad Tanah Leluhur, Ibuku Malang Ibu Tersayang, Tutur Tinular&lt;/strong&gt; termasuk juga sandiwara radio yang diproduki oleh RRI yaitu &lt;strong&gt;Butir-Butir Pasir di Laut&lt;/strong&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3553288467904176825-816562061987147798?l=dekade80.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://dekade80.blogspot.com/feeds/816562061987147798/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3553288467904176825&amp;postID=816562061987147798&amp;isPopup=true' title='15 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/816562061987147798'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3553288467904176825/posts/default/816562061987147798'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://dekade80.blogspot.com/2008/10/sandiwara-radio-saur-sepuh.html' title='Sandiwara Radio Saur Sepuh'/><author><name>joe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/17107357175164009352</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://1.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/ScXaqPslCCI/AAAAAAAAAPs/W-apZ_FQKyk/S220/just+try.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_18U6NGz-y0A/SQq5wDPyJTI/AAAAAAAAAFI/NepbL91bNrg/s72-c/titisan+darah+biru+on+blog.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>15</thr:total></entry></feed>
