Rano Karno, Tentang Bintang Tiga Jaman

Jumat, 17 April 2009


Bisa jadi darah seni itu mengalir deras dari Sang Ayah. Sebab Soekarno M Noer memang aktor kawakan pada jamannya. Meski semula tidak menyukai keterlibatan anaknya dengan film namun, ayahnya pula yang memperkenalkan Rano Karno dengan dunia akting. Umur sembilan tahun, ia sudah diajak ayahnya membintangi film, meski hanya peran kecil dalam Lewat Tengah Malam. Bahkan pada tahun 1972 dia sudah dipercaya oleh Sjuman Djaja, untuk menjadi peran utama dalam film Si Doel Anak Betawi.

Memasuki usia remaja Rano Karno lalu menjadi idola. Wajahnya yang polos lalu sering dikenal lewat peran protagonist dalam film-film percintaan. Berpasangan dengan artis Yessy Gusman film-filmnya segera dikenal lewat beberapa judul: Gita Cinta dari S.M.A (1979), Puspa Indah Taman Hati (1979), Kisah Cinta Tommi dan Jerri (1980). Di sini dia sempat digosipkan menjalin hubungan asmara dengan Yessy Gusman meski kemudian gossip itu kemudian memudar.

Memasuki usia dewasa Rano Karno juga masih banyak membintangi film. Beberapa filmnya bahkan sempat meraih box office. Beberapa di antaranya: Opera Jakarta (1986), Arini, Masih Ada Kereta Yang Lewat (1987), Macan Kampus (1987), Taksi (1990), Bernafas Dalam Lumpur (1991).

Rano Karno lahir di Jakarta, 8 Oktober 1960. Menempuh pendidikan hanya sampai di sekolah lanjutan atas yaitu SMA VI Jakarta. Selain itu Rano pun belajar akting di East West Player, Amerika Serikat. Ketika industri film di Indonesia mengalami mati suri Rano mencoba banting stir ke dunia sinetron.

Lewat sinetron yang diproduksi di rumah produksinya Karnos Film, dia dikenal lewat sinetronnya Si Doel Anak Sekolahan. Sinetron berlatar belakang keluarga Betawi yang bersahaja ini sempat menyedot perhatian pemirsa televisi beberapa tahun lalu. Dia seperti melawan arus yang selama ini berkembang, bahwa sinetron yang sukses adalah sinetron yang bergelimang glamor, bintang-bintang yang menawan dan kisah-kisah yang mengharu-biru. Lewat sinetron tersebut dia juga memperkenalkan budaya Betawi yang sudah mulai terlupakan, dipinggirkan oleh perkembangan jaman. Sinetron yang kemudian meroketkan sejumlah bintang seperti Cornelia Agatha, Maudi Koesnady, atau Mandra dan Basuki.

Selain itu Rano juga dikenal lewat suaranya. Beberapa lagunya sempat menjadi hits seperti Kau yang Kusayang, Bukalah Kaca Matamu, juga Setangkai Anggrek Bulan yang berduet dengan Ria Irawan. Telah membintangi puluhan judul film Rano Karno mendapatkan beberapa penghargaan, di antaranya Penghargaan Surjosoemanto dari Dewan Film Nasional 1997, nominasi FFI: Yang (1984), Ranjau-Ranjau Cinta (1985), Arini I (1987), Arini II (1989), Kuberikan Segalanya (1992), Aktor Utama Terbaik dalam Taksi FFI 1991, Pemain Cilik Terbaik FFI 1974 di Surabaya, Best Child Actor FFA 1974 di Taiwan lewat film Rio Anakku (1973), Aktor Harapan I Pemilihan Best Actor/Actrees PWI 1974.

Suami dari Dewi Indriati dan ayah dari Raka Widyarma dan Deanti Rakasiwi, ini juga pernah menjabat Anggota MPR Periode 1997-2002 dan dipercaya menjadi Duta Besar UNICEF sebuah badan di PBB (Perserikatan Bangsa Bangsa) yang bergerak dalam bidang pendidikan. Saat ini dia menjadi Wakil Bupati Tangerang untuk periode 2008-2013.

30 komentar:

J O N K 17 April 2009 19:27  

hehehe, jadi rindu si Doel anak sekolahan, sebuah sinetron yang beda dan asyik banget ...

joe 17 April 2009 19:30  

sekarang kan ditayang ulang di RCTI, jam 8 pagi setiap hari...

attayaya 17 April 2009 20:56  

aku masih seneng ngeliat si zaenab di dul anak sekolahan
cakep sehhhhhh

joe 17 April 2009 21:10  

kalau Atun bagaimana?

one stop blogging 17 April 2009 21:12  

akhirnya dia mengikuti jejak Arnold, dari bintang film menjadi politisi...

brown sugar 17 April 2009 21:49  

Ahhhhh....Tetep paporitku Mba Atun sama mas Karyo......duuhhhhh tuh pasangan romantis beeng.....(Maunya rokok makan gratis numpang di warung maknyak)

zenteguh 18 April 2009 01:13  

paling seneng kalo liat dia naik motor trail mas..
(salam kenal. tx tlah mampir)

coffeeoriental 18 April 2009 04:13  

Sekarang juga masih ganteng ntuh orang :p

senoaji 18 April 2009 10:40  

akhirnya si doel tercapai juga cita2nya menjadi orang besar di dunia nyata. berpolitik. politik yang selalu digaungkan di doel anak sekolahan.

rekues Petrus!

hehehehehehheheheh!

suryaden 18 April 2009 11:04  

salut buat bang Rano!

Seti@wan Dirgant@Ra 18 April 2009 12:44  

Si Dul Jadi Wakil Bupati

joe 18 April 2009 14:32  

@ senoaji:
Petrus sudah pernah ditayangkan, coba cek di label tragedi...

suwung 18 April 2009 15:02  

sekarang jadi pejabat

Sang Cerpenis bercerita 18 April 2009 15:30  

ciri khas si Rano tuh kumis dan tompelnya ya.

Ayas Tasli Wiguna 18 April 2009 15:31  

Salam kenal Bos, ikutan gabung yak.
Rano Karno is dbest pokoknya.

Basyarah 18 April 2009 17:43  

Rano karno mempunyai kelebihan dalam menyalurkan ide dan gagasan

www.katobengke.com 18 April 2009 18:13  

bahkan sekarang beliau menjadi panutan bagi artis2 lain untuk berkarir didunia politik....

Anton 19 April 2009 06:51  

Siapa sich .. yang nggak kenal Rano Karno ... pada waktu itu semua anak-anak muda ... pemuda red.... pasti menirukan gaya penampilannya dengan rambut dibelah tenggah, kumis dan tai lalatnya ... wueiih keren si dol ini ...

joe 19 April 2009 08:22  

Iya tapi tahi lalatnya tidak bisa ditiru he he...

easy 19 April 2009 12:20  

artis lama yang tetep eksis :D

kira2 ntar aku tetep eksis ga ya di dunia maya? hehehe

joe 19 April 2009 20:33  

iya semoga tetap eksis, asal selalu posting dan blog walking ..

putra 21 April 2009 17:41  

bang doel emang top de..
gw mampir neh bos..hehe

sandra dewi 21 April 2009 22:06  

ketika dipasangkan dengan Yessy Gusman mereka serasi sekali ya...

Mufti AM 22 April 2009 20:59  

Saya suka filmnya "si doel anak sekolahan". Bagus dan tidak bosan diputar seperti sekarang ini.

mbahmul 23 April 2009 10:51  

Cinta Laira seneng banget sama aktinya Mandra vs Basuki di Sinetron Si Doel Anak Sekolahan..."ngaco"..kata yang disukai Cinta Laira..;)

joe 23 April 2009 15:37  

Ngaco karena gak ada ojex ya?

kang Arie 25 April 2009 09:13  

nice info gan...

sukasuka 29 April 2009 17:22  

kapan ya rano karno main film lagi?

tamu misterius 3 Mei 2009 16:35  

Sekadar bernostalgia buat para om or tante, buat yang ga ngalamin, nikmatin aja deh :

Adegan-adegan yang biasanya ada dalam film-film Indonesia "jamdul" (jaman dulu) tahun 1970-an dan 1980-an:

1. Makan bersama keluarga. Entah maksudnya apa, selalu pamer apa yang dimasak + pembantu rumah tangganya, atau pamer peralatan dapur.
Dan biasanya minumannya selalu jus jeruk.

2. Cinta yang tidak disetujui orang tua. Entah sudah berapa judul film Rano Karno yang temanya beginian.

3. Tokoh Ayah selalu berbaju safari. Biasanya warnanya coklat muda, dengan 2 bolpen di kantongnya, membawa koper, dan biasanya ke kantor.

4. Polisi yang selalu datang terlambat. Seperti biasa, polisi selalu terlambat untuk menangangi masalah dalam film Indonesia , dengan kalimat yang kaku dan khas:
"Ini memang buronan yang sedang kami cari, Pak!"

5. Adegan pub/bar/nightclub. Scene ini biasanya lampu remang-remang warna kemerahan, diiringi musik-musik kaya' ABBA, Beegees, Kool and The Gang.
Lalu minuman diberi obat perangsang.

6. Masuk Rumah Sakit. Biasanya karena penyakit yang baru disadari sudah stadium 2 atau 3, karena mengidap kanker, leukimia, atau jantungnya kambuh.
Sangat jarang penyakitnya bengek, korengan, atau diare. Dokternya biasanya berkumis, badan agak gemuk, kacamata baca model Malcolm X,
stetoskop menggantung di leher, dan biasanya ngomong : "Bapak dan Ibu tidak usah khawatir, kami akan berusaha semampu kami."

7. Adegan lari-larian di taman atau di pinggir laut sambil ketawa-ketawa kecil "hahaha…hahaha…" trus yang cewek menjatuhkan diri.
Maksudnya romantis, tapi kok malah jadi lucu. Trus saat adegan ciuman, diganti (disensor) dengan deburan ombak atau bunga mawar.

8. Mau di-per-kosa trus nggak jadi karena jagoannya datang. Entah dari mana, tiba-tiba berantem aja sama yang mau mem-per-kosa.

9. Tokoh kyai/orang sakti/pemuda yang alim. Biasanya untuk ngusir setan kaya kuntilanak, arwah penasaran dan lain-lain.
Banyak ditemui di film-film horor Indonesia dan biasanya selalu menang.

10. Di setiap ending film pasti disertai dengan tulisan: SEKIAN, TAMAT, SELESAI, dan lain-lain dengan warna-warna yang cerah.

11. Kalau cowok pergi ngapel ke rumah camer biasanya bawa oleh-oleh kue tart yang norak-norak (zaman segitu belum ada black forest, atau tiramishu sih!)

12. Kalau kuliah naik motor and berambut gondrong.

13. Cewek kalau dijemput cowoknya pakai mobil, pintunya dibukain.

14. Adegan buang puntung rokok, terus dimatiin pake kaki. Mungkin biar sepatu boot/kulit mengkilap-nya keliatan.

15. Kalau perpisahan bikin acara disko sendiri di rumah.

16. Terjadinya ML gak sengaja, gara-gara kehujanan atau pada saat hujan.

17. Kalau mau ketemu cewek, si cowok sisiran dulu. Rambut gondrong dangdut, diminyakin dan sisirnya ditaruh di saku belakang.
Biar tambah keren, biasanya sisirnya nongol sedikit.

18. Nama peran utamanya kalau cowok selalu JOHAN, HENDRA, ANTON, BRAM, dll (BRAM.."Brambang Abang" kali ye wakakak)

19. Kalau naik motor nggak pake helm.

20. Cewenya kalau habis dimarahin sama bokapnya, biasanya langsung lari ke kamar terus nangis tersedu-sedu di ranjang (biasanya film-film Oma Irama).

21. Suka ada iklan tersembunyi, biasanya rokok. Pemeran utama megang2 rokok dengan gaya garing, biar merek nya bisa kesorot kamera.

22. Kalau pemeran utama cowoknya ceritanya udah jadi tua, cuma tinggal ditambahin kumis doang. Tampang yg tetep aja muda.

23. Kalau film silat, gadis desanya senang nyuci di kali pakai kemben, bawa bakul, bajunya cuma 2 biji.
Pas lagi nyuci, datang penjahat dan langsung tuh pejahat pengen mem-per-kosa.

24. Kalau film perang, kapten Belanda biasanya orang Indonesia pake wig pirang, serdadunya senang jalan-jalan keliling kampung,
pas liat cewek lagi nyuci di kali, kejadian berikutnya sama dengan no 23 di atas.

25. Biasanya kisah sedihnya beruntun. Misalnya: anak sakit, nggak punya uang, mau beli obat, hujan deras, eh si emak ketabrak mobil lagi..

27. Anak SMA pake seragam, lengannya dilinting, nggak cewe ngga cowo. celananya baggy, atau yang pipanya nyempit di bawah.

28. Rambut cewek belahannya di samping.

29. Vokal untuk theme song suaranya lirih dan mendesah desah.

30. Kalau ada yang mau mati, pasti ninggalin pesen duluan, baru mati.

31. Suara cewe kalo lagi marah pasti jadi gembret. (btw, gembret apaan sih?)

32. Zainal Abidin kebanyakan jadi tokoh Bapak.

33. Kalau di film anak-anak, biasanya ibu atau bapaknya meninggal. Si anak tinggal sama ibu tiri atau bibinya, dijadiin pembokat, dimarahin.
Si anak kabur ke kota , jadi gelandangan. Biasanya dipungut orang kaya, trus jadi penyanyi cilik terkenal.
Biar rada dramatis sering tuh anak akhirnya ditabrak mobil.

34. Kalau ceweknya mau diculik, biasanya jalannya di tempat sepi yang nggak ada orang/mobil lewat.

35. Kalau film eksyen, adegan berantem di jalan ramai dilanjutkan dengan kejar-kejaran.
Dari kota tiba-tiba pindah berantem ke tengah sawah! Proses tengahnya gimana, gak tau dah.

36. Kalau adegan daerah pelacuran, biasanya di pinggir sungai, ada becak sama warung jualan bir.
Terus ada adegan WTS godain orang lewat. Kadang-kadang ada bencongnya juga.

37. Adegan batuk-batuk. Habis itu keluar darah…dilap tissue….dijamin abis itu pasti mati.

39. Cerita SMA biasanya sering ada murid baru, biasanya cewek.
Sering ada adegan cowok godain cewek pake lemparan gulungan kertas atau kapur.
Surat cintanya biasanya nyasar ke temen cewek yang gendut atau ibu guru.

40. Kalau jajan di kantin biasanya makan bakso, duduk di bangku panjang kayak di warteg.

41. Kalau lulus-lulusan biasanya kemping ke gunung, di bis nyanyi-nyanyi kayak anak TK.

42. Kalau bikin geng biasanya ada yang gendut, bencong, atau kurus.

43. Jagoan SMA biasanya ketua OSIS, kalau sekolah bawa tas kecil yang ditaruh di bahu,
bukunya kadang cuma satu biji, lusuh lagi.

44. Hantu-hantu di film horor:
-Biasanya yang jadi korban duluan adalah orang yang lagi ronda.
-Kuntilanaknya sering jajan sate.
45.Omar Syarif pasti jadi petinggi VOC atau paling tidak Demang Belanda, kerjaannya cari kembang desa,
trus selalu bilang "Over Domeh" ke antek-anteknya (Modol teu omeh - siganamah)

46.Anteknya/prajurit Demang Belanda kagak pernah banyak / kolosal, pasti cuma berlima atawa berenam,
sementara Inlander-nya malah lebih banyak (Budget-nya nggak nyampe kali)

47.Kalo lagi makan di restoran pasti tamu-tamu yang lain pada jadi patung… ada yang duduk doang gak ngapa2in.
Satu-satunya Jus yang dipesen gak disentuh-sentuh…. (kali ngirit biaya kalo harus shooting berulang-ulang)

48.Pasti keluar dari resto-nya berdua Cowok & Cewek…. Wagu Poolllll. Kagak pernah ada, cuma sendirian ato ama kucing.

49."Pletak..pletok..pletak…pletok…" kagak cewek kagak cowok kalo jalan sama aja bunyinya.

50. Pong Haryatmo perannya selalu jadi penggoda wanita, juga kadang sering mem-perkosa……pokoke mekso banget….

51. Terus keliling Jakartanya diseputaran Bundaran HI yang selalu nampak khas HOTELnya,
biasanya naik mobil yang tahun lama banget (JADUL= jaman dulu) kalo nggak gitu ya Tugu Pancoran

52.Buset dah… dibaca ampe abis ???? Nganggur amat sih …
(dari blognya orang)

joe 3 Mei 2009 16:50  

wah, panjang banget, pengamat film ni ceritanya ...

SELURUH ISI DAN MATERI IKLAN YANG ADA DI BLOG INI DI LUAR TANGGUNG JAWAB PEMILIK BLOG. UNTUK MENDAPATKAN KOMPOSISI YANG BAIK AKSESLAH DENGAN MENGGUNAKAN OPERA

  © Free Blogger Templates Columnus by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP