Senin, 20 Oktober 2008

Hati yang Luka


Masih ingat dengan syair berikut:
Dulu, segenggam emas kau pinang aku
Dulu, bersumpah janji di depan saksi
Namun semua hilanglah sudah ditelan dusta
Namun semua tinggal cerita hati yang luka.

Syair lagu yang menggambarkan kekerasan dalam rumah tangga tersebut adalah penggalan dari lagu Hati Yang Luka yang dinyanyikan oleh Betharia Sonata. Seperti halnya banyak karya Obbie Messakh yang lain lagu tersebut juga menjadi hits dan turut mewarnai musik tanah air pada era 1980-an. Sebagai lagu yang sangat populer, Hati yang Luka tak berhenti di situ saja. Lahir pula lagu jawabannya. Judulnya Penyesalan, yang didendang si penciptanya sendiri, Obbie. Ia bersedih pisah dengan istrinya. Lalu dijawab kembali oleh Betharia, dalam Tiada Duka Lagi. Mereka setuju berdamai dan rujuk.
Pada masanya Obbie Messakh adalah salah seorang hits maker bersama beberapa musisi lain seperti Rinto Harahap, Pance maupun Pompi. Beberapa karya-karyanya seperti Antara Benci dan Rindu, Kisah Kasih di Sekolah, Telepon Rindu maupun Birunya Rinduku turut mempopulerkan artis-artis seperti Ratih Purwasih, Nani Sugianto untuk menyebut beberapa nama.
Di samping lagu-lagu dangdut, pentas music Indonesia pada tahun 1980-an banyak didominasi oleh lagu-lagu melankolis yang oleh banyak kalangan disebut lagu-lagu cengeng. Bahkan seorang pejabat pemerintah Orde Baru, Harmoko, merasa perlu untuk membuat larangan guna membatasi aliran jenis musik tersebut yang disebut-sebut sebagai 'ratapan patah semangat berselera rendah' sehingga tidak sesuai dengan karakter bangsa Indonesia yang sedang giat-giatnya melaksanakan pembangunan. Ia mengingatkan, semangat kerja tidak tumbuh jika mata acara TVRI banyak diwarnai ratapan, keputusasaan, dan keretakan rumah tangga. "Dalam keadaan patah semangat dan cengeng, sulit mengajak orang untuk bekerja keras," katanya.
Kehadiran musisi-musisi muda seperti Fariz RM, Deddy Dukun, Oddie Agam sedikit banyak turut memberikan warna karena mampu menawarkan sesuatu yang beda. Sehingga aliran music musisi-musisi macam Fariz RM tersebut disebut sebagai aliran pop alternative.

9 komentar:

Anonim mengatakan...

kok cuma sedikit to mass...

Anonim mengatakan...

ada-ada saja deh...

Anonim mengatakan...

little house in the prairie? wow, bgs bgt. kapan indonesia memproduksi sinetron macam itu ya?

desi mengatakan...

Mmm hati yang luka, kek hati gw nih kheheheh,,,
lam kenal juga ya mas ^^
thenkyu heeeee

dhi mengatakan...

salah satu lagu wajib kalo keroke .. tapinyah sampe uwoo ...uwwooo hehehehe

Mbah Koeng mengatakan...

walah joe dari dulu nyampai sekarang gitcu terus lalu kapan ada hati yang senang !!!

joe mengatakan...

Senangnya kalau habis terima fee gitu, bisa buat beli kepiting di Jalan Panglima Kediri

yenni 'yendoel' mengatakan...

haduh.. dulu suka sebel sama lagu ini, udah gitu pakai bales2an lagu lagi. jadi kalo nonton tivi pas ada lagu ini, langsung kabur...!

joe mengatakan...

Iya, kalau jaman dulu kan setiap ada lagu yang laku terus dibuat jawabannya ...