Selasa, 18 November 2008

Film Pengkhianatan G 30 S/PKI


Hingga menjelang kebangkrutan rezim Orde Baru di tahun 1998, film Pengkhianatan G 30 S PKI adalah menu wajib yang selalu diputar di setiap tanggal 30 September di TVRI juga seluruh televisi swasta. Film berdurasi 4 jam lebih ini disutradarai oleh sutradara handal Indonesia Arifin C. Noer. Menampilkan Umar Kayam sebagai Presiden Soekarno dan Amaroso Katamsi sebagai Mayor Jendral Soeharto, film kolosal yang diproduksi tahun 1984 itu adalah film termahal pada masanya, dan mungkin juga film yang terbanyak ditonton masyarakat.

Hingga saat ini peristiwa Gerakan 30 September masih menyisakan sejumlah kontroversi dan luka sejarah. Misteri pembantaian terhadap orang-orang yang dituduh sebagai simpatisan PKI tetap belum terungkap. Selain itu siapa pihak yang harus bertanggung jawab di balik tragedi itu juga masih belum jelas. Ada banyak versi beredar simpang siur di masyarakat mengenai siapa di balik peristiwa yang tercatat dalam sejarah kelam perjalanan bangsa ini.

Ada yang berpendapat bahwa Amerika ada di balik peristiwa ini. Alasannya adalah jelas, di era perang dingin kedekatan Indonesia dengan Rusia adalah sesuatu yang tidak diinginkan Amerika. Indonesia dengan jumlah penduduk yang besar adalah suatu ancaman, bila Indonesia sudah berada di bawah komunis, maka Asia Tenggara tinggal menunggu waktu. Amerika tidak menghendaki hal ini maka itu disusunlah skenario untuk menggulingkan Presiden Soekarno.

Versi kedua menyebutkan Soekarno yang ada di balik peristiwa ini. Atau setidaknya, sejak awal Soekarno tahu tetapi membiarkannya karena sikapnya yang tidak suka terhadap jenderal-jenderal kanan pimpinan AH Nasution. Banyak perwira tinggi TNI mempercayai pandangan ini. Ada juga versi yang menyebutkan bahwa Gerakan 30 September adalah akibat adanya konflik internal di dalam tubuh TNI. Yaitu perpecahan antara para Jenderal kanan yang borjuis dan para perwira revolusioner seperti Brigadir Jenderal Soepardjo, Kolonel Latief, dan Letkol Untung. Sementara versi yang lain menyebutkan bahwa Soeharto-lah dalang dari peristiwa itu.

Bagi Orde Baru, film Pengkhianatan G 30 S PKI adalah sebuah propaganda sekaligus buku putih versi pemerintah yang berkuasa. Dalam film ini PKI jelas-jelas pihak yang dituding pemerintah berada di balik upaya kudeta gagal ini. Oleh karena itu tak ayal lagi film ini adalah tayangan wajib yang harus dikonsumsi oleh masyarakat terutama generasi muda, meski di dalam film ini juga terkandung unsur-unsur sadisme yang sebenarnya kurang pantas ditonton oleh anak-anak, sekaligus pemerintah mengingatkan bahaya komunisme di negeri ini.

15 komentar:

kw mengatakan...

sekarang sudah gak pernah di puter lagi ... :)

kangen deh

joe mengatakan...

Film Pengkhianatan G 30 S PKI, sering dianggap sebagai film propaganda penguasa Orde Baru, tak heran setelah Orde Baru tumbang, film tersebut sudah tidak ditayangkan di televisi lagi. Jika Anda ingin bernostalgia dengan film tersebut, silahkan Anda mencarinya di internet, mungkin Anda akan menemukannya jika beruntung.
Salam

purwaka mengatakan...

wah film jadul ya :D
sepertinya menarik bisa mengingat tempoe doeloe :D
o iya tawangmangu tambah panas aja nih :D

Kang Nur mengatakan...

:) salam kenal
saya sudah SD klas ... saat dulu film ini diputar di bioskop di jaman Orde Baru
anak2 sekolah semacam diwajibkan utk menonton film ini
begitu pula SD saya yg lumayan ndeso..
kami diangkut naik truk beramai-ramai utk nonton film ini di bioskop terdekat...
He..he..he..
ingat jaman dulu itu...

joe mengatakan...

Salam kenal juga.
Memang waktu Pemerintah Orde Baru sejak dini sudah menanamkan kepada anak-anak akan bahaya komunisme. Wah, padahal film itu penuh dengan adegan sadisme yang sebenarnya kurang baik dikonsumsi oleh anak-anak. Saya juga masih SD bang...

adasupriadi mengatakan...

di youtube ada lho film ini, lengkap

joe mengatakan...

wah iya to, saya malah tidak tahu..

Anonim mengatakan...

wah film ini bagus nih untuk di perlihatkan kepada para generasi muda ckrang untuk membangkitkan rasa nasionalisme & cinta tanah air dalam melawan penjajah hehe

yenni 'yendoel' mengatakan...

bener2 film propaganda.. dulu sekolah, hampir saban tahun diwajibkan nonton dan bikin resensi oleh guru. setelah kuliah, baru nyadar .. tertepuuuu

joe mengatakan...

padahal itu kan film yang sadis, tidak pantas dilihat anak-anak...

raider mengatakan...

Film G30S/PKI adalah Film yg bagus untuk membangkitkan jiwa Nasionalisme dan wawasan kebangsaan, Film yg mengenang jasa para Pahlawan Revolusi akibat kebiadaban PKI Partai terlarang di indonesia...tp sayangnya Film ini tidak lagi di tayangkan di televisi dan bahkan ada oknum yg berusaha untuk melenyapkan Film ini...saya berharap supaya Film kebiadaban PKI ini diputar lagi supaya semua masyarakat tahu tentang bahaya laten Komunis..."Pancasila Sakti"

Anonim mengatakan...

dari aspek sinematografi film ini memang sangat detil dan lumayan bagus. sayangnya, film ini melakukan kebohongan publik yang tiada taranya. seluruh film ini adalah bohong belaka dan menjurus ke fitnah. seperti ditunjukkan oleh hasil otopsi dokter forensik terhadap mayat 6 jendral dan 1 perwira yg dibunuh di lubang buaya, tidak ada luka karena disilet di sekujur tubuh korban; juga mata para korban tetap ada di tempatnya...artinya tidak ada pencungkilan mata; juga penis para korban tetap menempel di tubuhnya...artinya tidak ada penyiletan apalagi pemotongan penis korban seperti yg dipropagandakan. Singkatnya, tidak ada tanda2 penyiksaan terhadap para korban spt yg digambarkan film ini. Yg ada di tubuh para korban adalah luka tembak dan luka beset karena terkena pinggir sumur yg sempit ketika mereka dimasukkan ke dalamnya. Hasil otopsi itu sendiri ditandatangani oleh Suharto tapi tidak dipublikasikan (lihat Cornell Paper). Saat ini sudah banyak film yg diproduksi oleh filmmaker dlm negeri maupun asing yg justru menguak kebiadaban tentara (baca: RPKAD) membunuh dan menyiksa hampir setengah juta org yg dituduh "komunis" (Sarwo Edhi, komandan RPKAD malah dg bangga bilang telah menghabisi 3 juta org "komunis") melalui penuturan para survivor.

Anonim mengatakan...

Kita emang tahu komunis itu tidak bertuhan dan sangat sadis sehingga tidak layak ditonton anak kecil karena dikhawatirkan mereka akan meniru tindakan di film tersebut, sehingga malah kejadian sebaliknya mau anak pinter eh malah jadi anak sadis. Nampaknya dalam film itu ada pihak - pihak yang ingin cuci tangan sebagai dalangnya, yang jelas komunis lah unsur di dalamnya. Ada juga pihak yang menangguk untung dibalik peristiwa kekerasan tersebut YANG JELAS FILM INI ADALAH TIDAK LAYAK DITONTON ANAK KECIL TERLALU SADIS LAH. SAYA INGAT KETIKA SD ANAK - ANAK SERING MAINKAN PERISTIWA KETIKA PARA JENDRAL SETELAH DIBUNUH DIMASUKAN KE SUMUR, GIMANA KALAU SUMUR NYA BENERAN APA YANG TERJADI PADA ANAK - ANAK?BENAR - BENAR KURANG PERHITUNGAN PEMBUATAN FILM INI.

Anonim mengatakan...

bAHAYA LATEN KOMUNIS HANYA DAPAT DIPATAHKAN DENGAN MENDEKATKAN DIRI PADA AGAMA BUKAN DENGAN MENONTON FILM INI YANG KELEWAT SADIS (YA, EMANG KARENA TINDAKAN KOMUNIS SAAT ITU SADIS YA, WALLOHU ALAM BISOWAB)SEHINGGA MALAH MERACUNI ANAK - ANAK GENERASI MUDA DENGAN TINDAKAN SADIS YANG DIKHAWATIRKAN MALAH DITIRU KARENA SIFAT ANAK KECIL ADALAH MENIRU APA YANG DILIHAT DAN DIDENGAR. JADI KESIMPULANNYA KURANG LAYAK DILIHAT ANAK SD - SMA. TANAMKAN RASA ANTI KOMUNIS DENGAN AGAMA SERTA JANGAN TERGANTUNG PADA NEGARA LAIN 100% KAYA SEKARANG. UNTUNG SEKARANG SUDAH TIDAK TAYANG WAJIB LAGI BUAT ANAK SEKOLAH, KLW MASIH WAJIB WAHHHH MUNGKIN TAWURAN ANTAR PELAJAR PUN AKAN MAKIN KEJAM MENIRU TINDAKAN DALAM FILM TERSEBUT. KEMUDIAN PESAN DARI HAMBA ALLAH, JANGAN MAU DIADU DOMBA TENTANG SIAPA DALANG PERISTIWA KEJAM TERSEBUT YANG JELAS PKI ATAU KOMUNIS ADALAH ALIRAN BERBAHAYA DAN KITA PUN JANGAN MAU DIADU DOMBA OLEH NEGARA ASING YANG INGIN NEGARA KITA PECAH.

Anonim mengatakan...

sebelum bicara terlalu jauh soal bahaya laten. sebaiknya belajar teori konspirasi dulu.belajar ilmu intelijen dulu. krn bahaya laten yg sesungguhnya adalah gerakan zionisme yahudi. kejatuhan sukarno itu bkn krn adanya dewan jenderal yg mau kudeta thd sukarno. tapi krn konspirasi orba utk menjatuhkan sukarno atas pesanan CIA dan Mossad. krn saat itu indonesia adalah negara ke-3 terbesar didunia dlm hal angkatan perang. indonesia siap berperang mati2an dgn segala macam senjata tempurnya melawan belanda dan sekutu. makanya dibuatlah konspirasi adu domba antara sukarno dgn dewan jenderal. yg mana hal inipun sangat lucu dan naif. knp naif..? krn pasukan yg setia thd sukarno itu KKO dan AURI.. bukan TNI-AD.. kenapa yg membantai jendral2 justru dr TNI-AD sendiri...? ya krn dr dlm tubuh KKO dan AURI sendiri memang tdk melihat adanya ancaman kudeta. yg ada ya hanya akal2an CIA lewat tangan suharto saja... setelah sukarno jatuh dan diracun supaya fungsi jeroan tubuhnya rusak dan sakit semua sampek mati... barulah suharto mendapat kekuasaan penuh NKRI lewat supersemar palsu.