Kamis, 08 Januari 2009

Fredy S dan Sastra Kaki Lima


Namanya kerap tertulis Fredy Siswanto atau Fredy S saja. Tapi tetap saja di pentas sastra Indonesia dia tidak pernah dianggap ada. Sebab dia bukanlah WS Rendra, Umar kayam atau Romo Mangunwijaya. Secara kualitas memang karya-karyanya jauh dari apa yang kerap disebut karya sastra. Oleh karena itu novel-novelnya harus terpinggirkan dan harus puas dengan cap sebagai roman picisan bahkan ada yang menyebut sastra kaki lima. Meski begitu toh Fredy tak hirau.

Meski begitu tak banyak yang tak mengakui produktifitasnya Angka 300 judul bukanlah jumlah yang kecil. Bahkan sekitar 100 judul novelnya kini telah diterbitkan oleh beberapa penerbit swasta yang berkedudukan di Kuala Lumpur, Malaysia. Novel-novelnya pun cukup laku dijual di Malaysia dan Brunei Darussalam. Ia menulis tentang apa saja terutama tentang cerita cinta. Mulai yang humor sampai serius. Gaya berceritanya pun tidak konsisten, terkadang dia meniru gaya pengarang yang sudah mapan, Ashadi Siregar misalnya. Namun, salah satu novelnya Senyumku adalah Tangisku diangkat ke film layar lebar, dan sukses. Film itu diproduksi tahun 1980-an dengan bintang Rano Karno dan Anita Carolina.

Harus diakui, Fredy S adalah fenomena. Bersama Abdullah Harahap juga Maria Fransiska di era 80-an karyanya banyak dinantikan para penggemarnya. Buku-bukunya biasa di jumpai di terminal-terminal, lapak-lapak kaki lima atau pedagang-pedagang koran dikeluarkan oleh penerbit-penerbit kecil. Sebelum kemudian menjadi santapan anak-anak SMA. Dari merekalah karya-karya Fredy banyak memperoleh sambutan. Menjadi koleksi dan beredar di antara teman dengan beberapa lembar yang dilipat, sebab dia banyak menyelipkan adegan-adegan nakal di beberapa lembarnya.

14 komentar:

Dina mengatakan...

Jadi ingat ni, masa SMA dulu... Salam kenal

joe mengatakan...

Salam kenal juga

khairuddin syach mengatakan...

Wah..Joe blog loe benar2 membawa gw ke era 90-an dimana waktu itu gw harus rela novel gw lecek2 lantaran jadiinceran teman2 gw, terutama anak ce..bagaimana tidak, setiap kali terbit, buku itu langsung gw beli, lantaran lapak koran itu tidak jauh dari rumah gw...
Bener2 novelist berbakat -menurutku

joe mengatakan...

Sebenarnya secara kualitas dari semua novel Fredy S.tidak ada nilai plusnya dari semua novel Fredy S., namun secara kuantitas harus diakui juga. Bagaimanapun Freddy pernah mewarnai anak-anak remaja di tahun 80-an. Itulah makanya aku menulis artikel tsb. Jujur, sebenarnya aku gak suka...

adhiguna.mahendra@ieee.org mengatakan...

Dulu saya masih SD, masih baca Fredy S..

Zaman SMP, jelaslah Enny Arrow hehe

great blog btw!!

joe mengatakan...

Enny Arrow? Wah, no comment deh...

anggun mengatakan...

Selain Freddy ada juga Maria Fransiska, Abdullah Harahap yang sama-sama bermain di kelas ini...

yenni 'yendoel' mengatakan...

kayaknya pernah nemu novel fredy s di rumah sodara. tapi gak suka. jadi gak dibaca sampai selesai.mungkin cuman baca beberapa halaman

Anonim mengatakan...

aku mau nyari novelnya yang berjudul skandal cinta,gimana carannya

Neko-man mengatakan...

Sayang sekali, padahal sebuah ikon budaya pop, hanya terpinggirkan oleh kesastraan dan nilai luhur. Salam kenal.

FREDY mengatakan...

Saya diberi nama Fredy S. apakah bapakku dulu salah satu penggemar novelnya Fredy Siswanto ya??? hehehhe. namaku Fredy Saputra. Salam kenal, sob.
Add my facebook
http://www.facebook.com/fredy.bahudan

Anonim mengatakan...

tolong dond....kasih tau dimana cari novelnya fredy s... ri dulu nyari gx dapet2....

Anonim mengatakan...

cari novelnya fredy s dimana.....? tolong donk ksh tau dimana cari..........
by
sri.lestari141@gmail.com

Anonim mengatakan...

pdf nya ada gak ya??? plis...