Jumat, 03 April 2009

Peristiwa Lapangan Banteng, Kerusuhan di Musim Kampanye


Sebuah amuk meledak menjelang Pemilu tahun 1982. Tanggal 18 Maret 1982, terjadi bentrokan antara para simpatisan partai PPP dengan pendukung Golkar di Lapangan Banteng, Jakarta. Tetap tak jelas mengenai asal-muasal keributan tersebut bisa terjadi. Apalagi ketika itu semua kebenaran sepenuhnya dipegang oleh pemerintah, dan ketika orang yang menyuarakan perbedaan dianggap sebagai pihak yang salah.

Dan seperti api yang menjalar, kerusuhan segera merembet ke luar lapangan. Aksi segera berubah menjadi perusakan dan penjarahan terhadap mobil-mobil maupun toko-toko dan gedung-gedung yang berada di sekitar lokasi. Aparat Brimob dan ABRI turun ke lapangan untuk mengendalikan massa. Situasi dikuasai aparatur keamanan pada pukul 18.30.

Amuk di Lapangan Banteng itu terjadi justru setelah Pangkopkamtib Laksamana Sudomo melaporkan situasi keamanan kepada Presiden Soeharto. Ketika itu antara lain diperingatkan agar ketiga kontestan yakni PPP, Golkar dan PDI tetap waspada terhadap usaha sisa-sisa G30S/PKI dan golongan ekstrim lainnya yang akan memanfaatkan situasi terutama pada saat massa berkumpul. Menurut Sudomo golongan tersebut bekerja dengan cara melancarkan agitasi dan provaksi kepada massa atau secara langsung melakukan tindakan fisik untuk mengacau keamanan.

Setelah kejadian tersebut, aparat keamanan kemudian menangkap 318 orang, 274 orang di antaranya sebagian besar pelajar SD, SMP dan SMA yang kemudian dilepaskan karena dianggap hanya ikut-ikutan dan masih di bawah umur. Sisanya, sebagian besar simpatisan PPP segera diproses untuk kemudian akan diajukan ke pengadilan. Menurut informasi yang beredar di kalangan pers, tak kurang dari tujuh orang meninggal sia-sia dalam peristiwa tersebut. Namun Sudomo menolak berita tersebut dan mengatakan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa Lapangan Banteng tersebut.

Dalam keterangan resmi dari pemerintah melalui Pangkopkamtib Sudomo, peristiwa tersebut merupakan bagian dari suatu rencana yang telah disiapkan sebelumnya oleh suatu kelompok ekstrim. Dan bertujuan selain menggagalkan kampanye Golkar di Lapangan Banteng Jakarta juga demoralisasi Golkar dan Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI, suatu organisasi pemuda yang bernaung di bawah Golkar), dan lebih lanjut untuk mencapai sasaran yang bersifat "strategis-politis-subversif".

Sasaran tersebut antara lain untuk mendesain suatu kekacauan yang sama di seluruh Indonesia dengan tujuan menggagalkan Pemilu 1982. Selain itu untuk menggoyahkan pemerintahan dan mendiskreditkan pemerintah, sehingga tercipta kondisi di mana rakyat tidak percaya lagi kepada pemerintah dan oposisi menentang/melawan pemerintah makin meningkat untuk selanjutnya menggulingkan dan mengganti pemerintah.

Menurut penjelasan pemerintah itu walau telah diungkapkan keterlibatan simpatisan maupun anggota PPP dalam peristiwa pengacauan tersebut namun tidak berarti PPP sebagai organisasi telah terlibat. Ditegaskan juga oleh Pangkopkamtib bahwa anggota PPP yang bersangkutan bertindak di luar garis kebijaksanaan PPP dan atas tanggungjawab sendiri.

38 komentar:

ajeng mengatakan...

Pernah baca sih tentang kasus ini, tapi kayaknya sejarah itu tergantung juga dg siapa penguasanya deh. Iya gak sih?

joe mengatakan...

Iya, seringkali penguasa membelokkan sejarah sesuai dengan kepentingannya, sehingga 'history' berubah menjadi 'his story'

mrpall mengatakan...

salammmmm.......

mrpall mengatakan...

keknya sejarah ga bisa dihapus begitu saja deh....

Mufti AM mengatakan...

Entah mengapa kok yang saling baku hantam massa PPP dan Golkar. Di tempatku juga berlaku seperti itu dulu. Kalo sekarang sih dah hilang, karena partai dah terpecah-pecah sehingga pendukungnya pun ikut terpecah.

kaka-ra mengatakan...

Dulu kalau pas kampanye masa PPP dan PDI selalu membludak ..pas perhitungan suara.. golkar selalu menang telak..
wah teringat masa lalu..bernostalgia disini..
TFS frenz, salam:)

joe mengatakan...

Iya tuh, dulu siapa pemenangnya Pemilu mudah untuk ditebak...

Danta mengatakan...

Hmmmm musim pemilu = musim kampanye

musim kampanye = musim kerusuhan

joe mengatakan...

musim kampanye = musim janji-janji ...

one stop blogging mengatakan...

Numpang promosi ...

grubik mengatakan...

senjata andalan orba: PKI..

grubik mengatakan...

senjata andalan orba: PKI..

grubik mengatakan...

senjata andalan orba: PKI..

grubik mengatakan...

senjata andalan orba: PKI..

grubik mengatakan...

senjata andalan orba: PKI..

grubik mengatakan...

walah, metune kok akehmen...

www.katobengke.com mengatakan...

wew megerikan moga tahun tu kagak terulang lagi yah.....
kamu dah dapat kartu pemilu...
so aq blom nih

perjalananmatahari mengatakan...

mantap juga yah sejarah kamu...........

peternakanonline mengatakan...

kita berdoa yah moga kagak terulang lagi..........

Wafi mengatakan...

padahal ada dekalarasi kampanye damai.

oh iya ada Rahasia Senyum Monalisa dan 5 foto anehnya juga... lihat yak!!!

rampadan mengatakan...

Selamat ya kak!

btw, kalo mau nyari bicycle wallpaper yang keren, silahkan mampir di websiteku, ok *_*

Tips Kecantikan mengatakan...

wehhhhhhh...repiu masa lalu

Miss Anna mengatakan...

pasti dapet 100 pas pelajar sejarah indonesia

joe mengatakan...

Ah enggak, saya tanya sama Oom Google kok, jadi yang dapat 100 ya Oom Google...

Nyante Aza Lae mengatakan...

klo dipikir-pikir
ada baeknya juga ada orde reformasi ya mas???

joe mengatakan...

Iya, sekarang kan bebas mendirikan partai, tidak seperti dulu, partai dibatasi dan dikekang ...

Tukang Nggame mengatakan...

menyedihkan ya kalo di inget2

dwinacute mengatakan...

sekali lagi ngebaca tentang sejarah dan sekali lagi nambah info tentang sejarah indonesiaku tercinta..

Narmadi mengatakan...

Wah ternyata sudah dari dulu ya...kalau musim kampanye emang agak semrawut...he..he..he

Sang Cerpenis bercerita mengatakan...

wah, saya gak pernah denger nih kasus ini. masih sgt kecil sih.

suwung mengatakan...

pernah denger bahwa sebenarnya yang bentrok adalah orang sendiri dengan kaus partai lain.............

DE mengatakan...

ngeri ...

casual cutie mengatakan...

Amuk di Lapangan Banteng, kirain yang ngamuk banteng beneran

joe mengatakan...

Jaman dekade 80, bantengnya belum bertanduk, kalah sama beringin...

Xotri mengatakan...

Lha wong Bantengnya makan rumput dibawah pohon beringin....

Anonim mengatakan...

nice blog,,jadi rewind memory waktu kecil dulu,,perasaan sy baca blog ini antara lucu,kangen,sedih (inget alm org tua)..pemilu 82 ya..saya baru umur 5 tahun :),,,samar2 inget pernah ikut2an kampanye thn 82 kampanye P3 (gambar ka'bah ya? ),naek mobil bak punya tetangga saya yg punya toko mebel,,keliling2 blok m,majestik,dll (rumah di gandaria)...:D.

Anonim mengatakan...

Hello,nice post thanks for sharing?. I just joined and I am going to catch up by reading for a while. I hope I can join in soon.

KOS KOMPUTER BLOG'S mengatakan...

Itulah ciri khas negara kita ini
paraahh berantem saja kerjaannya